Althea// 1.

9 1 0
                                        

Gadis itu berjalan menyelusuri Titi gantung di sebelah stasiun kereta api di kota Medan, dengan menyampirkan kamera analog di bahu kanan-nya. Gadis itu melihat seorang anak laki-laki berlari, tangannya mengangkat kamera, jarinya mengongkang dan membidik tepat sasaran.

Key memperhatikan Anak laki-laki itu terus berlari tanpa mengunakan alas kaki, sesekali anak kecil itu menoleh kebelakang kemudian berlari ke arah dirinya. Gadis itu-key menghalangi anak laki-laki itu dan berjongkok.

"Hei, kamu kenapa lari-lari?" tanya key, ia masih memperhatikan gerak-gerik anak kecil itu

Anak itu menggeleng dan menyembunyikan tangannya ke belakang.

"Boleh aku liat?" minta key, "kamu masih kecil jangan mencuri barang orang lain, barang itu tidak halal. Jika kamu butuh kamu bisa meminta kepada ku."

Key membuka telapak tangan, seolah mengerti apa yang di maksud, anak laki-laki itu memberikan benda yang sejak tadi di sembunyikan di balik tubuhnya. Key menatap dompet tersebut, kemudian key mengambil selembar uang di dompet miliknya.

"Ini buat kamu- ", key berikan kepada anak itu, "kamu gunakan baik-baik ya. lain kali jangan di ulangin, tuhan tidak suka kamu mencuri,okey"

Anak kecil itu mengangguk,"Terimakasih kak" .

Key tersenyum, mengelus pucuk kepala anak itu dan membiarkan anak kecil itu pergi. Dari kejauhan seorang pria berjalan mendekati dirinya.

"ternyata kau yang menyuruh anak itu!"

Key kenaikan alisnya, menatap pria di hadapannya. tunggu apa katanya. " maaf tuan, anda bicara dengan saya?"

Bukan malah menjawab, pria asing itu kembali bertanya,"bisakah kau mengembalikannya?,atau Saya bisa melaporkan kau ke kantor polisi!"

Key tidak mengerti maksud pria di hadapannya ini. Sebentar. Key tersenyum mengejek ,"maksud anda dompet ini?"

Key membuka dompet tersebut,membaca sekilas nama yang tertera di dalam dan melemparkan tepat ke wajah pria di hadapannya. "Bukannya berterima kasih, anda malah menuduh yang tidak-tidak. anda seperti anak bayi yang belum belajar sopan santun" ucap key sakras.

Key pergi meninggalkan pria dihadapannya. Pria tersebut mematung 'bukankan dia yang tidak memiliki sopan santun?'

🌻🌻
Sial. Edgar mengumpat kesal, baru kali ini dia dipermalukan oleh seorang wanita. Lihat saja jika Edgar bertemu dengan wanita itu lagi.

Hampir saja ia ketinggalan kereta api, jika seseorang tidak menelepon nya.

"dari mana aja ga?", mengamati raut wajah Edgar yang sedikit berubah.

"ada sedikit masalah tadi"

Orang itu mengangguk, menyudahi percakapan singkat itu. Sedangkan Edgar masih kesal dengan gadis itu.

🌻🌻
Key menatap bangunan di depan masih berdiri kokoh, hanya saja sudah beralih menjadi tempat tinggal anak-anak yang lebih membutuhkan. Key tersenyum lagi-lagi dadanya nyeri seperti dihantam ribuan jarum. Ia menahan diri,agar dirinya tidak selemah dulu,hingga suara itu membuyarkan pikirannya.

Ponselnya berdering, key menatap layar dan mengangkat panggilan masuk itu.

"Key, ini mbak. Kali ini mbak mohon kamu datang ya ke pertunangan mbak"

Key diam, menahan agar dirinya tidak meledak saat itu juga.

"K, ku mohon datang lah besok lusa ketempat bude. Aku sudah membelikan mu tiket"

Key masih diam, menatap hamparan bintang di langit.

"Mari kita lupakan semuanya k, mulailah hidup baru."ucap zia-kakaknya.

Key mematikan panggilan Zia, ia sangat merindukan keluarga-nya dulu.malam ini mungkin menjadi malam terakhir nya.

------------------
Ini sebenarnya sudah sangat lama nonggok. Sedikit aku masukin cerita yang pernah aku lalui. Ayo boleh di tebak!
Terimakasih,

Salam cappuccino.

PHILOTIMOStories to obsess over. Discover now