Limit

8.7K 424 44
                                        

Nb :

Saya ambil setting TharnType dan yang lain saya pakai nama dari series, cuma Tharn sama Type pakai nama aslinya. Beberapa tokoh akan OOC 😅

Saya tidak mengambil keuntungan apapun dalam FF ini dan hanya meminjam untuk hobi ngehalu saya.

Original Character tetap milik Bunda Mame

...

Batasan ada agar seseorang tidak melangkah keluar dari jalur seharusnya dan tetap berjalan lurus.

Dari garis batas ini akhirnya Gulf Kanawut tahu apa yang bisa dan tidak bisa dilakukannya. Dia tidak punya stok kesabaran seperti P'Mew, dan lagi-lagi kenapa pikirannya harus terus membandingkan dirinya dengan pria itu.

Anggap saja mereka adalah sisi yang saling bertolak belakang, Gulf yang kekanak-kanakan dan temperamental. Sementara Pria satunya merupakan lelaki idaman banyak wanita yang memiliki segala nilai plus yang tidak dimiliki oleh Gulf.

Ada lebih dari ratusan sumpah serapah yang selalu keluar dari mulut Gulf, dia menghina, mencaci dan merusak prabotan milik teman sekamarnya. Namun Pria dengan ekspresi damai itu tidai pernah melakukan hal sebaliknya, malah membantu Gulf mencuci pakaian.

Biar saja meski semua orang mengecapnya sebagai antagonis toh, Gulf tetap tidak akan pernah menyaingi seorang Mew Suppasit.

Dia benci Homo.

Cuma itu satu-satunya alasan Gulf bertindak kekanak-kanakan. Dia tidak suka dengan kepercayaan diri Mew mengatakan dengan tenang bahwa dirinya seorang Gay, dan seberapa baik Mew tidak akan membuat Gulf berhenti melihatnya sebagai seorang homoseksual.

"Apa kamu tidak lelah?"

Malam itu berlalu seperti biasa, Gulf akan menumpahkan isi dari tempat sampah keatas ranjang Mew dan berpura-pura tidur ketika pemuda itu baru pulang dari kelasnya. Hanya saja kali ini dia tidak tahu kenapa mulut yang selalu terkunci melihat tingkah lakunya itu bersuara.

Gulf masih menutup matanya, meski tidak pernah menghiraukan perkataan dari Mew, jauh dari lubuk hati kecilnya dia jauh merasa berdosa. Bukankah ini bisa disebut sebagai pembullyan?

"Atau kamu menyukainya ketika membuat kasurku berantakan, buku-bukuku berceceran dan lemari pakaianku penuh kotoran?"

Gulf masih menutup matanya.

"Aku tahu kamu tidak tidur, Gulf."

Tapi pemuda itu masih tidak menoleh atau bergerak sedikitpun dari balik selimut tebalnya.

Mew memunguti barang-barangnya, menata meja belajar dan mengganti seprai baru dikasurnya. Semua dilakukan dalam diam, dia tahu terlalu banyak bicara sekalipun tidak akan dihiraukan oleh Gulf.

Atmosfir seperti ini biasanya hanya akan diabaikan oleh Gulf, dia akan pergi tidur lebih cepat membiarkan Mew membereskan kasurnya lebih dahulu sebelum tidur. Awalnya itu adalah kegiatan menarik, namun reaksi Mew ternyata membuatnya kesal.

"Aku akan tidur diluar malam ini." Ucap Mew.

Pernyataan itu sontak membuat Gulf berbalik, dia seharusnya senang karena si homo itu akan keluar meski hanya satu malam. Dia mengintip dari balik selimut coklatnya dan mendapati wajah tampan itu masih sedamai biasanya.

Irish kecoklatan, dengan senyum ringan dan tatapan mata sendu yang jika dilihat dengan baik maka akan terasa sangat dalam.

"Sampai jumpa besok Gulf."

***

Setelah malam itu Mew tidak kembali, tidak sehari, seminggu, sebulan, dan lebih dari satu semester berlalu.

Du hast das Ende der veröffentlichten Teile erreicht.

⏰ Letzte Aktualisierung: Dec 04, 2019 ⏰

Füge diese Geschichte zu deiner Bibliothek hinzu, um über neue Kapitel informiert zu werden!

Limit[MewGulf]Geschichten, die süchtig machen. Entdecke jetzt