prolog

6 1 0
                                        

Hidup itu pilihan. Dan akan menjadi sebuah kenikmatan jika kita menerima segala jalannya. Aku terlahir dari keluarga yang banyak diidamkan orang lain diluar sana. Namaku Sinar. Dan aku adalah tipe orang yang ceria dan tak memiliki beban hidup. Karena yang ada dihidupku adalah tawa.

Kebahagian itu ternyata tak bisa menetap untuk selamanya. Rasa pedih itu tiba tiba hadir mengisi relung hidupku. Tanpa diminta dia menghancurkan hidupku berkeping keping. Seperti sebuah pensil yang patah, itulah diriku kini. Aku seolah olah tak berharga. Keluargaku pun berbeda. Keharmonisan itu musnah. Apakah semesta marah padaku? Apakah dia ingin aku merasakan pedihnya hidup seperti orang pada umumnya. Entahlah.. sudah tak ada lagi mimpi. Hanya ada tangis setiap malamnya. Hanya ada teriakan histeris dimalam hari. Dan hanya ada wajah yang termangu menatap jendela tanpa tujuan.

Sampai akhirnya datang seorang pria bernama langit yang mengubah kepedihan itu menjadi kebahagiaan kembali bahkan lebih dari sebelumnya. Pria polos itu membuat gelak tawa terbit lagi diwajahku. Setiap waktu dia membuatku bangkit dan berpikir ternyata pensil yang patah dan dianggap rusak itu masih berharga. Potongan pensil itu bisa diraut kembali hingga yang awalnya hanya 1 pensil kini setelah melewati suatu proses pensil itu menjadi 2. Yang awalnya hanya bisa digunakan satu orang kini bisa digunakan banyak orang. Seperti itulah hidupku kata Langit. Aku masih berharga dan akan selalu bahagia bersama sang langitku. Pria polos pembawa kebahagian.

SINARWhere stories live. Discover now