Dare or Dare

332 10 0
                                        

PERINGATAN!

Sangat dilarang membaca peristiwa ini di tahun ke-3.

Anda tidak percaya? Mati.

***

Namaku Gita. Berumur delapan belas tahun yang baru saja melewati Sekolah Menengah Atas. Aku sudah melewati segala test untuk masuk ke perguruan tinggi, tapi selalu saja gagal hingga aku sudah menyerah untuk mencapai cita-citaku. Kini aku tinggal seorang diri di rumah almarhum orangtuaku dan malah menikmati segala harta warisan yang diberikan mereka padaku.

Aku dijuluki seorang maniak game bergenre horror. Ya, siapa bilang seorang gadis tidak dapat menyukai game? Apalagi bergenre horror.

Bagiku, internet itu segalanya. Aku memiliki banyak teman di internet. Walaupun tidak pernah menemui mereka di dunia nyata, aku percaya mereka semua orang orang baik, dan begitu juga sebaliknya.

Pada suatu siang, aku mendapatkan email tentang pengiriman sebuah video game bernama Dare or Dare, dan screenshots isi dari game tersebut. Seperti simulasi dengan grafik yang cukup bagus. Aku rasa ini menarik. Tetapi belakangan ini aku rasa aku tidak pernah memesan video game secara online.

Aku membuka website bernama creepydarkfans. Website ini berisikan orang orang sepertiku, yang menyukai hal-hal berbau horror dan mistis. Aku memasuki server Indonesia bagian timur.

@TheDarkGita :
"Hei, siapa yang iseng mengirimiku sebuah video game? Tabunganku belum cukup untuk membayarnya.

@anonymousChris93 :
"Video game apa, Gita?"

@MarkTheDestroyer :
"Bukan aku."

@TheDarkGita :
"Entahlah. Nama gamenya Dare or Dare. Aku belum pernah mendengar game itu sebelumnya. Nama emailnya 'Dia yang Tak Boleh Disebut'. Siapa itu?

@JustAPotatoDeb :
"Dare or Dare? Aku pernah mendengarnya. Game itu dirilis pada tahun 1993."

@SweetBanana :
"Oh, bagaimana bisa kau mendapatkan game itu? Yang aku tau pemerintah sudah memberhentikan distribusi game itu satu tahun setelah dirilis, karena setelah game itu ada, banyak terjadi kasus bunuh diri."

@TheDarkGita :
"Oh my, sepertinya aku harus menolak pengiriman game ini."

@JustAPotatoDeb :
"Apa kau takut? Haha, aku menantangmu untuk memainkannya. Aku lihat di internet, game nya seru juga."

Pfftt.. takut? Kata itu tidak ada di dalam kamusku. Setelah berbagai game horror yang kumainkan, mengapa aku harus takut? Orang ini menantangku. Baik, kita terima.

@TheDarkGita :
"Sembarangan. Aku tidak takut. Baik, aku terima tantanganmu."

@Shiyochan23 :
"Benar sekali. Untuk apa takut? Aku rasa ini triknya pemerintah untuk menakut-nakuti kita agar bocah-bocah zaman sekarang tidak terlena dengan game."

@JustAPotatoDeb :
"Kalau aku jadi kau, aku juga akan menerima video game itu. Siapa juga yang menolak video game secara gratis? Hahaha."

@Tika092737 :
"Benar juga, hahaha. Aku juga akan menerimanya kalau aku jadi kau, Git."

Gratis? Aku kira ini berbayar. Benar juga. Tidak ada nominal harga yang tercantum di email ini. Bagaimana dia bisa tau?

@TheDarkGita :
"Bagaimana kau bisa tau ini gratis? Aku bahkan tidak menyadarinya."

@JustAPotatoDeb :
"Aku hanya menebak. Tebakanku benar? Aku hebat sekali, hehe.

Dare Or DareStories to obsess over. Discover now