part 1

4 2 0
                                        

Pluto Gate,Turki

Keadaan disana akan baik-baik saja jikalau tidak muncul makhluk besar, seperti Dino kurus yang memakan makhluk apapun yang dilihat oleh mata miliknya.

"TEMBAK!!!"
*DOR!DOR!

Para tentara yang diutus melepaskan beberapa tembakan, namun tak satupun dapat melukai monster tersebut.

"Hahaha,payah,senjata biasa tak dapat melukai karya kesayanganku"

Siluet seorang pria terlihat tengah duduk di pohon kapuk.

Jendral yang mendengarnya langsung mengubah perintah.

"Lupakan monsternya,fokus tembak orang itu!"

*DOR!DOR!DOR!
*drrrrrrttt!!

Puluhan tembakan dilepaskan,namun tidak dapat melukai dirinya.

"Ckckck,dasar orang-orang yang tidak belajar"

Pria itu menyeringai,ia mengangkat tangan.

*Ctik!

dalam sekali jentik,puluhan monster yang serupa mengepung para tentara.

*JRASH!JRASH

"AAAAAAAAARGH!"

seluruhnya tewas terkoyak,namun jendral mereka berhasil selamat,dengan luka ringan,anak buahnya berhasil mengalihkan perhatian demi menyelamatkan nyawa sang jendral.

Sang Jendral berhasil kabur dengan selamat,matanya berkaca-kaca,di hadapannya berdiri seekor merak

"Terimakasih anak buahku..."ucapnya dalam hati

Merak itu menambahkan"Sudah selesai memperkuat Rartashoun mu!"

Orang itu mengangguk"terimakasih atas bantuannya"

"Kurasa kita harus memanggil Artiler dari negara lain untuk urusan ini"Merak menambahkan.

Dua Minggu kemudian......

Palembang, Sumatera Selatan,Indonesia

Sekelompok preman dengan muka sangar tampak bertengkar dengan seorang anak laki-laki.

"Maaf ya"

Anak tersebut tersenyum

"Hei bocah!kenapa kau berani sekali heh? setelah menubruk bos kami dan cuma minta maaf?

Bos dari geng preman pun turut angkat bicara

"AYO BAYAR BIAYA PENGOBATANKU!!"

*Grep
Dia mencengkeram baju anak laki-laki tersebut dengan kasar.

"Heeh,bos preman tapi disenggol sedikit saja langsung merengek minta diobati?bahkan balita saja tidak akan melakukan hal itu...payah banget!HAHAAHA!"

para preman menatap anak itu dengan tatapan kaget campur takut,belum pernah ada yang mengejek bos mereka,salah bicara sedikit saja bisa masuk ugd.

muka si bos sudah sangat merah,siap menghantamkan tinju.
"BOCAH INI......KAU BENAR-BENAR!"

*DUAG!BUG!JTAK!DUG!

Darah berhamburan,suara pukulan demi pukulan terdengar keras, seseorang tersungkur ke tanah,bukan anak kecil melainkan bos preman.

Gerombolan preman itu nampak sangat ketakutan....bahkan ada yang ngompol di celana.

"B-bos........."

"Bocah itu menghabisi nya sendirian.."

"Kau...anak setan!!"

Anak itu tertawa

"Hahaha!anak setan?ya...aku sudah biasa disebut begitu"

Dia mengangkat kuas ke arah gerombolan tersebut,seketika nyali mereka makin ciut.

"Paman-paman ini tahu tidak?jika tidak berusaha untuk mencapai kesejahteraan,mereka akan tewas tanpa tercatat berbuat apapun,namun itu akan menjadi pelajaran bagi rakyat lainnya,agar lebih giat dalam berusaha, seperti mencari jalan keluar di atas darah rakyat yang gagal untuk selamat,atau...harus berjuang untuk selamat sekalipun harus menumpahkan banyak darah,darah ini seakan membentuk jalur mencapai kesejahteraan.

"Lalu?apa hubungannya dengan kami heh!?"

Anak itu tersenyum
"Kalian hanyalah sampah masyarakat, menjalankan kehidupan kotor jauh dari kesejahteraan,matipun kalian tidak akan membawa nama baik dari diri sendiri maupun negara ini,namun bagi siapapun yang melihat kematian kalian akan berpikir untuk tidak hidup seperti kalian,dan berusaha menjalani kehidupan lebih baik untuk kesejahteraan diri sendiri.

"Ka-kau...."

"Lalu,mencari jalan diatas darah yang gagal...."anak itu mengayunkan kuasnya,simbol segi sepuluh mengitari kuasnya.

"Jika aku menghabisi kalian,yang menyusahkan masyarakat,akan mengurangi beban masyarakat,jalan ketentraman masyarakat berada pada kalian!!"
.
.
.
"Tapi...itu terjadi jika kalian lenyap"

RartashounWhere stories live. Discover now