Di bawah lembayung senja, angin menyapu deretan genting. Klotak-klotek suara loteng terinjak oleh kaki-kaki nakal hewan pengerat yang mulai banyak. Mereka beranak, mencuri angguran makanan yang bergeletak tanpa ada perlindungan dari tudung saji. Namun ketika terlihat oleh mata. Bejo tidak segan untuk memukul mereka pakai batang kayu besar.
Tetapi kali ini Bejo sedang duduk bersama Kaswari. Di beranda rumah bersama kopi dan biskuit atau bahkan puisi? Tidak. Mereka sadar puisi hanya kebohongan, begitupun politik. Pencitraan, pemanis lambang kemunafikkan.
Sedetik setelah Bejo memandang Kaswari dia mulai bercakap, “kita cuman pion. Tak lebih.”
“Masa iya?”
“Kita cuman pion kubilang!” Kaswari menyeruput kopi hitamnya sembari mendengarkan Bejo menggumam.
“Kau tak ada buktilah. Kita cuman membela, nasionalis dan memiliki satu hal untuk diperjuangkan.”
“Tak ada yang mampu kita perjuangkan. Saya kini tak peduli lagi.”
Kaswari mencelupkan biskuitnya pada kopi. Merasakan setiap sensasi antara biskuit kelapa dan kopi. Kombinasi yang tidak masuk akal bagi Bejo. Dia lebih menikmati celupan biskuit dan teh ketimbang kopi.
“Kau tidak mengerti. Itu saja, tidak ada yang kau tahu. Sehingga kau memilih mundur.”
“Betul. Aku dan banyak orang. Mereka semua tak tahu untuk apa mereka disana."
“Aku tahu,” Kaswari menggigit biskuitnya.
"Aku mana tahu. Kau tahu tapi tak memberi tahu.”
“Karena itulah. Kau seharusnya tahu. Panggung itu layak hanya untuk orang yang tahu.”
“Sementara yang tidak tahu cuman ikut perintah yang tahu. Itupun sebagai pion di lapangan.”
Bejo menggigit biskuit terakhir dan masuk lalu mengunci pintu rumahnya. Sementara Kaswari tersenyum dan mengambil tas koper berisi puluhan buku. Dia melihat jam, senyumnya merekah. Dalam hatinya dia bertanya-tanya. Apa saja keuntungan yang akan dia dapat dan apa yang akan terjadi selanjutnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Paradigma
Mystery / ThrillerPerkumpulan muda-mudi online. Menulis cerita saku penuh teka-teki. Mengasah pola pikir agar tercipta suatu inovasi tulisan dalam bentuk misteri. Tebak-tebakan, ayo cari artinya dan gunakan pikiranmu.
