Guk... guk... suara itu begitu mengganggu tidurku.
Kriingg...kriingg... suara alarm menggema dan mengganggu tidurku yang entah kenapa rasanya berat untuk buka mata.
"Hari ini Senin." gumamku dan aku segera bangkit untuk siap-siap ke sekolah. Setelah, aku menggunakan baju kebanggaan sekolah, aku segera meninggalkan tempat tinggalku. Setelah, aku mengunci pintu flatku.
"Selamat pagi, Nek." sapaku kepada tetangga sebelah.
"Pagi, Nak Rain. Mau berangkat sekolah?" tanya Nenek Mira. Meskipun sudah berusia 60-an tahun tetapi tubuhnya tetap sehat.
"Iya, Nek. Rain berangkat dulu." balasku dan salaman dengan Nenek Mira.
"Iya hati-hati, Nak." kata Nenek Mira.
Namaku Rainny. Aku tidak ingat dengan masa lalu karena tiba-tiba aku sudah terbangun di flat tersebut dan tidak tau apa yang terjadi sebelum terbangun. Untuk sekolah, tiba-tiba dapat undangan beasiswa SMA yang ada di meja kamarku, secara otomatis usiaku 16-17 tahun. Dari tempatku ke sekolah sangat dekat sehingga aku hanya berjalan kaki saja. Mungkin sekitar 50 meter. Sesampai di sekolah, aku menuju ke kelasku yang berada di lantai 3. Aku tidak mempunyai teman seakan-akan kehadiranku tidak ada. Padahal di absen selalu ada namaku. Ku lihat sekitar, kelas masih sepi dan aku segera menempati bangku yang ada di pojok depan. Satu-persatu, kelas mulai terisi penuh. Bel masuk telah berbunyi dan pelajaran telah di mulai.
Teeeettt....teeettt....teeettt.... bel istirahat telah berbunyi. Aku keluar kelas dan ke kantin membawa bekalku yang telah ku persiapkan dari rumah. Aku menempati salah satu bangku kosong.
"Eh kita duduk bangku disitu aja kosong." ujar salah satu dari mereka sambil menunjuk bangku yang ku duduki.
"Iya ayo" balas salah satu dari mereka. Mereka berdua duduk di sebrangku seakan-akan tidak ada orang. Daripada aku disini lebih baik aku segera pergi dan menuju kelas. Sesampai di kelas, aku membaca buku pelajaran selanjutnya.
Bel pulang telah berbunyi dari 10 menit yang lalu dan sebelum aku pulang, aku pergi ke perpustakaan. Dalam perjalanan menuju kesana, aku menoleh ke kiri dan melihat jendela yang diluarnya merupakan pandangan luar sekolah. Tubuhku terdorong ke arah jendela tersebut dan ku geser jendela tersebut. Ada dorongan kuat dari belakang dan tiba-tiba keseimbanganku menghilang. Ku lirik orang yang mendorongku, yang ku lihat hanyalah tangan pucat dengan yang begitu panjang tidak sesuai ukuran manusia pada umumnya. Semua terasa sakit dan gelap menghampiriku.
Semua merupakan awal yang terungkap.
Vote dan comment. Terima kasih.
YOU ARE READING
See You
HorrorRainny, hidup sebatang kara tanpa mengingat masa lalu. Di sekolah dia selalu tidak dianggap kehadirannya. Suatu hari, dia mengalami musibah yang membuat kehidupannya berubah dan mengungkapkan masa lalunya. There you, there me
