1

30 2 0
                                        

Apa yg terjadi saat kamu tidak bisa mengontrol perasaan mu sendiri.

Saat kamu terjebak di dalam suasana yg tidak bisa di tebak bagaimana arti nya,

Cinta, satu kata dengan berjuta makna.

-kanza

-rasyid

_______________

"Bagaimana di sana"

Pertanyaan itu terlontar dari bibir manis seorang gadis remaja, dia Kanza.

Kanza Audeora rizka

Gadis bertubuh kecil itu tengah menatap seseorang yg ia rindukan beberapa tahun belakangan ini.

"Seperti biasa, bangun pagi buta. Tadarus Al-qur'an dan menjalankan kegiatan Pondok pesantren lain nya yg sangat menguras pikiran."

Jawab laki-laki remaja di hadapan Kanza sambil memikirkan jawaban yg tengah ia sanggahkan.

Rasyid Audeora iqbal

Kemudian menatap gadis itu, Sungguh!
Ia merindukan gadis kecil yg dulu sering bergelayut di lengan nya kemudian menangis saat diri nya tidak mengizinkan gadis itu membeli permen kapas.

"Apa kanza masih suka membeli permen kapas diam-diam?"

Rasyid memecahkan keheningan, ia sangat membenci rasa canggung ini.

"Tidak lagi. Gigi kanza sehari setelah Aa Rasyid berangkat keTareem,patah."

Rasyid tidak bisa menahan senyum yg terukir di bibir nya, Alhasil menampakkan gigi yg mendongak gagah nan manis di deretan gigi yg berbaris rata itu.

"Rupanya kanza tidak bisa tanpa Aa?"

Rasyid menahan tawa nya yg tersegal-segal, dilihat nya wajah murung gadis di hadapan nya yg sudah melipat kedua tangan di atas dada,marah.

"Sekalipun nggak bisa! Kanza harus tetap tanpa Aa! Aa niat banget ninggalin kanza?! Lama tau. Aa fikir kanza seneng? Kanza nangis terus sampai mata kanza bengkak. Dan apa Aa ingat kanza di sana? Enggak kan?! Aa nggak pernah telepon ataupun kabarin kanza di sini, Tiga tahun A' jahat!"

Hati Rasyid menciut setelah mendengar penjelasan gadis itu, rasanya sakit.

Ia begitu bodoh sampai melupakan gadis se ceria kanza, ia berjanji akan membahagiakan kanza sekarang.

"Maafin Aa ya Kanza, Aa udah ninggalin kanza. Tapi percaya deh Aa di sana nggak pernah sama sekali lupain kanza, Dan soal Aa gak pernah kasih kabar ke kanza itu karena di larang nya memegang Handphone."

Jelas Rasyid sambil memegang kedua tangan gadis itu, lalu mengelus-elus nya dengan sayang.

Kanza, gadis itu menatap manik milik Rasyid begitu dalam.

Seperti itu lah cara kanza mencari tahu kebenaran pada kaka sepupu nya itu, menurut nya mata lah organ yg tidak bisa berbohong sedikit pun.

Tiba-tiba handphone yg di pegang Rasyid bergetar, mata kanza ikut melirik nama yg tertera di layar persegi itu.

Sebuah panggilan Video call,

Rasyid menerima panggilan tersebut.

Namun dengan lekas kanza meraih handphone di genggaman rasyid,dilihat nya lagi.

Dan ternyata benar, nama 'Khusnul hotimah'.

Kanza sudah memasang wajah ketus, ia bergantian menatap layar handphone yg sudah menampakkan wajah gadis yg kanza fikir seusia Rasyid.

RETURN||✔Stories to obsess over. Discover now