pt.1

53 4 0
                                        

Harta dan mempunyai segala yang di inginkan adalah hal yang selalu di inginkan oleh setiap orang, baik orang dewasa, lansia, remaja, bahkan balita sekalipun.

Florencia Nada Alexander, ia memiliki segalanya, bahkan wajahnya-pun akan menunjukan seberapa beruntungnya ia.

Kekayaan yang tak ada habis-nya,

dia bukan seorang bangsawan hanya putri dari orang kaya raya

sudah cantik, kaya, ah tidak lupa ia cukup cerdas diusianya yang jalan 17 itu..beberapa orang akan merasa bahwa dia putri yang sangat beruntung

kehidupannya hampir sempurna,


satu kekurangannya ia tuli.


tak bisa mendengar, bahkan hampir bisu karena tidak pernah diajari caranya berbicara..tidak bukan tidak pernah tapi tak ada yang mau mengajaknya bicara

keluarga Alexander begitu tersohor, tentu orang-orang mengenal siapa Florencia

ia dijuluki sebagai putri yang gagal, ayah-nya yang sangat sayang dulu padanya kini berbalik memeranginya hanya karena pandangan orang lain.

bahkan sang ibu ingin membunuhnya. tetapi, Florencia dapat bertahan sampai saat ini.

sungguh bersyukur sekali ia masih di perbolehkan tinggal dirumahnya, mendapatkan pendidikan, walau keberadaannya tak dianggap bukankah orang tuanya tetap menginginkannya pintar?


saat ini florencia berumur 16, ia mempunyai seorang adik perempuan yang manis, ia juga mempunyai seorang kakak yang juga teramat cantik

--------

Florencia diajak makan bersama oleh sang kakak, Ia sedikit gembira

salah satu keinginannya adalah makan bersama-sama dimeja makan, selama ini dia hanya melihat mereka (keluarganya) dari jauh

tetapi yang gembira disini hanya Florencia, ibunya sudah memasang wajah kusut ketika melihatnya..ayahnya yang dingin tidak pernah mau melihat kearahnya

Aura yang dingin itu sampai kepada Florencia, tak lagi Ia merasa gembira

" Apa yang kau lakukan! " teriak Ibu-nya

Florencia tidak sengaja menjatuhkan gelasnya yang saat ini sudah pecah,

tentu tidak ada jawaban dari Florencia, kalian lupa dia hampir bisu

dia hanya mengeluarkan tangannya dan melakukan sebuah gerakan gerakan yang kita ketahui itu adalah bahasa isyarat

" maaf mama, aku tidak sengaja "

florencia pun membereskan pecahan gelas

" kenapa kakak mengajaknya?, apa tidak cukup kita saja " ujar Cellyn, si bungsu keluarga Alexander

" huh, memang tidak boleh membawanya ke mari untuk makan bersama, bukan-kah ia masih bagian keluarga kita? " jawab Elisabeth, tertua di keluarga Alexander

FlorenciaWhere stories live. Discover now