[SEBAGIAN DIPRIVATE, FOLLOW SEBELUM BACA]
Untuk kehidupannya yang selanjutnya. Mencoba untuk bahagia, saling memahami satu sama lain, dan saling mencintai. Chenle berharap semuanya akan berubah. Meninggalkan masa lalu yang kelam dengan kenangan baru...
Selamat membaca para pendatang baru. Untuk chapter selanjutnya, maaf aku malas benerin. Jadi, selamat membaca dengan tidak nyaman. Awokawok.
💙
Haruskah aku sekolah? Tapi aku pasti dibully lagi ...
Jika Jisung yang meminta aku mau
~Zhong Chenle~
My Struggle
.
.
.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Tidak ada yang berubah dari sifat Chenle. Ia tetap menjadi namja manis yang baik. Tentu ia baik, sangat. Chenle selalu tampil apa adanya, tidak pernah bersikap sombong. Ia akan selalu merendah pada orang lain.
Sebelumnya tidak ada yang tau tentang penderitaan yang ia pikul sendiri. Ia pandai menyembunyikan, bahkan pada temannya sendiri. Sampai pada waktunya batas kesabarannya telah terkuras habis. Di mana sudah di ambang titik paling bawah. Terdalam dan hampir membuatnya gila.
Pertama kali ia menceritakan masalahnya sendiri pada sahabat dekannya. Hingga ia menjadi sedikit kuat karena dukungan yang mampu menguatkannya.
Itu dulu ...
Sekarang berbeda ...
Semua berubah ...
Bukannya itu luar biasa?
Tentu saja iya, itu yang ia harapkan. Sekarang kita lihat, apakah sudah benar-benar selesai ataukah tidak. Apakah ada masalah lain yang menanti.
Sejujurnya apa yang kita harapkan, kita manusia hanya bisa berserah diri pada tuhan. Pasrah, pasrah apa yang akan terjadi pada kedepannya. Dan itu adalah apa yang Chenle lakukan sekarang. Kembali menjadi namja yang kuat dan tetap terus tersenyum bahagia. Walaupun nyatanya ia sedang terluka dan hancur.
Chenle mencoba tidak akan cengeng, jika memang ia akan menangis maka ia akan menangis dengan diam. Ia tidak mau orang lain melihat ia sedang menangis. Karena hal itu akan membuat ia semakin menjadi lemah.
"Hahh ..."
Kini Chenle telah berbaring lemas di kamarnya setelah ibunya Jungwoo keluar setelah mengecup pipi Chenle. Hari ini menurutnya sangat melelahkan, padahal ia baru saja pulang dan sama sekali tidak melakukan apapun.
Ia masing bingung, sekolah lagi? Pertanyaan yang bagus. Ayahnya memang tidak memaksa tapi Chenle merasa ia ingin sekolah saat Ayahnya berkata ...
"Jisung akan menjemputmu besok."
Jisung ya, rasanya pasti sangat menyenangkan. Tapi bagaimana saat ia sampai di sekolah. Kesan terakhir Chenle sangat buruk saat itu. Ia belum siap masuk sekolah.