Prolog

28 1 0
                                        

Kisah tentang seorang gadis yang bertemu dengan seorang pria tampan bak dewa. Dia sangat tampan, hidung nya mancung, bulu mata lentik serta rahang yang kokoh membuat para gadis menggilainya. Namun sayang, sifat dingin dan juga kejam nya membuat sang gadis ketakutan.

Jack Eartvarn. Pria tampan dengan tatapan dingin nya. Hidup dilingkungan manusia membuat Pangeran Kalajengking itu harus bersikap ramah. Tapi siapa sangka dibalik keramahannya itu dia mempunyai maksud jahat yang berarti siapa saja yang berani mengajak nya berbicara bisa dipastikan besok seseorang itu akan hanya tinggal nama.

Pangeran Kalajengking dari kerajaan Eartnos ini memang sangat pintar untuk mengelabuhi musuh musuh nya. Entah itu tua atau muda, jika berani mengusik ketenangan nya, Jack tidak akan tinggal diam. Dirga-- Ayah nya bahkan sampai menggelengkan kepala melihat tingkah laku putra sulung nya. Kekuatan nya hampir keseluruhan menurun pada Jack.

"Apakah kau mencintai nya?" tanya Queen Veronica, Ibunda Jack.

Ketiga orang itu berkumpul didalam suatu rungan yang terletak di bagian timur kerajaan. Dengan desaign serba hitam yang berpadu dengan merah darah.

"Aku tidak tau." jawab Jack singkat.

Beberapa hari ini ia dihantui perasaan yang entah perasaan apa itu. Saat ia baru saja menyelesaikan misi ia bertemu dengan seorang gadis cantik yang mengenakan dress selutut.

Vera Putri Vernan. Nama gadis yang Jack temui beberapa hari yang lalu. Irish mata cokelat, pipi kedua nya bulat ah betapa cantik juga lucu nya gadis itu saat menatap Jack.

"Kau putera ku satu satu nya. Aku tidak mau jika dengan kau bersama manusia itu kau nanti nya sengsara." kali ini Dirga yang berucap. Memandang Putra Sulung nya dengan tatapan seolah mengintimidasi.

"Tapi didalam mimpiku, gadis itu sama seperti kita Ayah." ujar Jack dingin, menatap sengit ke-arah Dirga.

"Sama seperti kita? Dari keluarga mana dia berasal?" tanya Dirga membuat Queen Veronica menutup mulutnya padahal baru saja wanita itu akan bersuara.

"Aku tidak tau. Yang jelas aroma tubuh gadis itu sama seperti kita, bahkan aku yakin jika dia adalah pasangan ku." Jack berdiri dari duduk nya. Melangkah keluar tanpa berpamit pada kedua orang tua nya. Dia sangat benci jika dalam keadaan sepert ini, ditanya namun ia tidak tau jawabannya.

Hey! Siapa juga yang tau dari keluarga mana gadis itu berasal? Bertemu saja baru sehari. Eh berapa menit saja!

"Kau siapa?" tanya gadis itu dengan gampang polos. Mata nya menatap Jack lekat seolah tengah mengamati mainan baru.

Hening

Jack tidak menjawab melainkan melengos begitu saja. Membuat gadis ini-Vera mengejar nya.

"Hey, aku bertanya mengapa kau pergi. Apa aku ada salah?" pertanyaan nya hanya dua namun bagi Jack itu sangat banyak sebab Vera berbicara terlalu cepat.

"Berisik!" sentak Jack pada Vera, membuat gadis itu berjingkrak mundur ketakutan, terlihat dari tubuh nya yang bergetar.

"Dasar manusia bodoh." gumam Jack berlalu meninggalkan Vera yang masih saja ketakutan.

Baru saja 10 Jack melangkah, pria itu merasa tangan nya dicekal dengan tangan yang lebih kecil dari tangannya.

"Maafkan aku jika aku salah." mata nya menyiratkan ketenangan. Wajah nya begitu damai dan pipi nya argh! Membuat Jack ingin menggigit nya.

Wush

Sekelebat angin hitam yang cukup kencang lewat dari arah depan membelah jarak Jack juga Vera.

Grep

Bruk

"Kau tidak apa?" tanya Jack pada Vera yang kini berada dalam dekapan nya. Kalau bukan karena angin sialan itu mungkin Vera tidak akan terjungkal kebelakang dan berakhir didada nya kini.

"Tidak apa. Itu tadi apa?" tanya Vera melepas tangan nya dari bahu Jack. Baik baik saja? Wajah nya saja pucat, pikir Jack.

"Tadi hanya angin." bukan. Bukan angin melainkan rekan Jack yang melesat secepat angin. Bukan hanya rekan nya, dia juga bisa seperti itu.

"Emm mungkin. Terimakasih sudah menolong ku." ucap Vera tersenyum. Bahkan disaat wajah nya pucat, senyuman nya masih saja terlihat manis.

"Nama ku Vera Putri Vernan. Dan siapa nama mu?" Vera menyodorkan tangan kanan nya bermaksud untuk berkenalan namun Jack diam tidak membalas, ditarik nya tangan nya lagi.

"Yasudah. Kalau begitu ingat nama ku ya. Aku harus pulang, sampai jumpa!" pekik Vera senang. Entah senang sebab apa, mungkin dapat teman baru.

Entah ada dorongan apa. Jack mengangguk membuat Vera tersenyum setelah itu dia berlari seperti anak kecil hingga punggung mungil nya menghilang.

"Seperti nya aku pernah bertemu gadis itu. Tapi dimana?" tanya Jack pada dirinya sendiri. Bibir nya menyunggingkan senyum.

"Siapa pun dia. Gadis itu cantik"

Singkat cerita itu lah pertemuan Jack dengan Vera. Hanya beberapa menit namun kenangan nya bisa berefek sampai beberapa hari.

Kalajengking berukuran besar itu menggerayap ke arah figura yang sedang tuan nya pegang. Hewan itu ikut mengamati nya sama seperti tuan nya, yang sepertinya terpukau dengan foto gadis didalam nya.

"Apakah kau sama seperti ku Lard, tertarik dengan gadis itu?" tanya Jack pada Lard, Kalajengking kesayangan nya.

Lard mengangguk dan kembali mengamati foto itu. Lard tidak berbicara namun hewan itu dapat mencerna apa yang tuan nya bicarakan.

"Entah kau untuk ku atau tidak, tapi yang pasti aku akan membawa mu kesini. Vera Putri Vernan." ujar Jack dengan seringaiannya menatap foto gadis yang ia ucap kan.

Tunggu saja aku, lanjut Jack dalam hati.

Bersambung...

Hay salam kenal, ini cerita pertama yang aku tulis di sini. Semoga kalian suka❤:)

Power Of My BoyStories to obsess over. Discover now