Kringgg kringgg kringgg
Terlihat siswa siswi dari sekolah SMA Permata terburu buru memasuki gerbang sekolah.
terkecuali seorang gadis yang berjalan dengan Santai meskipun posisinya masih berada jauh dari gerbang sekolah.
Gadis tersebut bahkan tidak mengindahkan teriakan dari satpam sekolah yang menyuruhnya untuk cepat memasuki gerbang Karna akan segera ditutup.
Melihat itu satpam hanya bisa menghela nafas melihat kelakuan gadis tersebut sudah terlampau hafal dengan gadis tersebut.
Gadis tersebut bernama Natasha hanindi Sanjaya biasa dipanggil hanin. Berusia 17 tahun duduk dikelas XI ips3,
hidup dikeluarga yang berkecukupan namun kurang kasih sayang dari orangtua.
Orangtua hanin adalah orang yang gila kerja.karna itu kelakuan hanin seperti itu.
Hanin memasuki kelasnya yang terletak dilantai 2 gedung sekolah. Untung Saja belum ada guru yang mengajar, tapi Hanin mana peduli?!
Dia duduk urutan terakhir paling pojok bersama temannya yang bernama Karina Salsabilla yang sedang melihatnya dengan tatapan tajamnya.
Hanin yang melihat itu menjadi risih pun bertanya.
" ngapa lo ngeliatin gue kaya gitu?! " Karina yang mendapat pertanyaan seperti itu pun berdecak.
" ck, harusnya gue yang nanya ke lu, lo ngapa dateng telat?!, udah baju dikeluarin! Ketemu guru bk baru tau rasa lu "
heran melihat kelakuan temannya yang kelakuannya tidak berubah dari dulu.
"ck, biarin aja udah biasa gini " jawab Hanin.
Karina memutar bola matanya, temannya ini kalau dikasih tau ada saja balasannya.
Tak lama kemudian guru yang mengajar masuk kekelas.
" Selamat pagi anak-anak, maaf Ibu terlambat, tadi ada urusan sebentar ".
Dan kegiatan belajar mengajar pun dimulai dengan Hanin yang tertidur dan Karin yang menggerutu melihat kelakuan temannya.
Skippp
Kringgg kringgg
"kita akhiri pelajaran hari ini, sampai jumpa anak anak"
Bel sudah berbunyi, murid dikelas XI ips3 berhamburan keluar kelas sesaat setelah guru mengatakan hal tersebut.
"nin, ago kantin jangan tidur mulu lo" Karina membangunkan Hanin yang masih tidur.
Tak lama kemudian hanin terbangun dengan wajah bengkaknya.
"iya ayo, anterin gue ketoilet dulu mau cuci muka". Mereka pun pergi ketoilet.
Skipp
Sampai dikantin mereka mencari tempat yang kosong, hingga mata Karin melihat bangku kosong ditengah Kantin.
"itu! Ayo kesana"
Karin menyeret Hanin untuk duduk dibangku tersebut.
"mau makan apa lo? Biar gue pesenin" Tanya Karin.
"terserah, samain aja kaya lo" jawab hanin.
Karin pun pergi untuk memesan makanannya.
Sembari menunggu Karin datang, Hanin memainkan hpnya untuk mengusir bosan.
Tak lama kemudian, Karin datang dengan membawa 2 porsi nasi goreng dan 2 es teh.
Mereka makan makanan tersebut dalam diam.
Sampai mereka tidak sengaja mendengar siswi disamping nya tengah bergosip dengan temannya.
"eh, lo tau gak? Besok katanya ada anak baru disekolah ini loh"
"iyatah? Kata sapa lo?"
"gue tadi gak sengaja denger kepala sekolah ngobrol sama ibu2 gitu. Katanya dia mau daftarin anaknya sekolah disini"
Hanin yang mendengar itu hanya memutar bola matanya malas, dan Karin yang melihat itu menyernyit heran.
"ngapa lo, kaya gitu amat cuma denger ada murid baru disini? "
Hanin menghela nafas sebelum menjawab.
"gapapa, cuma gue heran aja, kenapa anak2 disini suka banget ngegosipin hal yang gak penting"
Hanin Berbicara sengaja suaranya dikerasin sambil melirik sinis.
Siswi yang sedang bergosip ria pun menoleh kesumber suara.
"lo ngomongin Kita?! " sinis siswi tersebut"
"geer amat gue ngomongin kalian, manfaatnya apa coba?! "
Hanin menjawab ketus pertanyaan tersebut.
Dan sebelum keributan itu terjadi Karin menyeret paksa hanin keluar dari kantin menuju kelasnya sesaat setelah menggumamkan kata maaf kepada siswi tersebut.
"heh bego! Lo kenapa sih gue perhatiin dari pagi kayaknya badmood Terus" tanya karin
"gapapa" jawab singkat Hanin.
Saat ini mereka sedang berada dikoridor menuju kelas mereka.
"lo lagi ada masalah? Hm cerita sama gue" Tanya lembut Karin.
Ya! Karin adalah sahabat pertama hanin yang tau masalah keluarganya.
Setiap ada masalah pasti hanin selalu curhat ke karin.
"gue gapapa beneran" hanin menjawab dengan senyum paksanya.
"huft, yaudah kalo lo belum mau cerita kegue gapapa gue gak maksa kok" mungkin sahabatnya ini belum mau cerita dan Karin memahami itu.
"udah ayo masuk kelas, sebentar lagi masuk"
Mereka memasuki kelas yang sudah ada di depan mata.
Vomment juseyo
VOUS LISEZ
Them
Roman pour AdolescentsKarna aku itu bukan tuhan yang selalu tau isi hati kamu. Karna aku bukan embun yang menyegarkan pagi kamu. Karna aku bukan matahari yang menyinari hari kamu. But, I just your mind our always on the your brain
