1. Esai

320 34 7
                                        


"ASTAGA! AKU LUPA BELUM MENYELESAIKAN ESAI KU!"

Teriak Jeonghan menggebrak meja membuat Seungkwan yang tengah duduk dihadapannya jatuh terjungkal.

"Yak! Hyung, kau mengagetkanku tau!"

Kali ini giliran Boo Seungkwan memprotes kesal tapi sayang Jeonghan tampak tidak peduli. Dia terlalu sibuk mencari buku catatan miliknya. Hari ini ada tugas yang harus dikumpulkan dan Jeonghan lupa. Sekali lagi, Jeonghan hanya LUPA bukannya malas mengerjakan.

"Deskripsikan 10 hal tentang seseorang? Topik macam apa ini?! Kalau membuat alasan sih mudah tapi mendeskripsikan seseorang bukanlah keahlianku!"

Jeonghan mengacak rambutnya frustasi. Otaknya seakan tiba-tiba saja berhenti berfungsi.

'Ayolah Yoon Jeonghan tenangkan dirimu, Mengarang indah bukanlah hal yang sulit, Kau kan biasa mencari alasan masa begini saja tidak bisa!'

Jeonghan berusaha menyemangati diri sendiri. Matanya memindai sekeliling mencari siapa pun yang bisa dijadikan bahan untuk esainya.

'Siapa yang harus ku tulis? Seungkwan? Kami teman dekat pasti mudah mendeskripsikannya, tapi... bisa repot kalau kwannie minta bayaran karena sudah menggunakan namanya untuk bahan tugasku, dia kan perhitungan. Seokmin? Dia kelihatan bodoh dan sedikit aneh, Wonwoo? Err... Aku bahkan tidak bisa membaca ekspresi wajahnya. Kalau ku tulis Mingyu bisa besar kepala dia nanti. Atau ku tulis namaku sendiri saja? Toh Park Saem tidak menjelaskan secara spesifik-- AARRGHHH... BISA GILA AKU! MATI SAJA KAU YOON JEONGHAN'

batinnya berteriak putus asa sembari membeturkan kepalanya berkali-kali ke meja.

"Hyung? Hyung? OI YOON BABO JEONGHAN!" Seungkwan berteriak persis ditelinga Jeonghan. "Kau kenapa? Ayo temani aku ke kantin" Ajak Seungkwan mencoba menghibur Jeonghan yang tampak kacau memikirkan esainya.

"Pergilah duluan aku tidak lapar"

Jeonghan bangkit dari kursinya, mendorong Seungkwan keluar dari kelas. Saat ini yang dia butuhkan bukan makanan tapi ide dan ketenangan. dia butuh waktu sendiri, berkonsentrasi penuh demi kelangsungan nilai tugasnya. Jeonghan menatap ke arah langit. berharap Tuhan berbaik hati memberinya seseorang yang bisa membantu mengerjakan tugasnya atau setidaknya sebuah ide.

'ini bukan waktunya untuk mengeluh bodoh' rutuk Jeonghan menyeret kakinya malas kembali ke Kelas namun langkahnya terhenti ketika manik hazelnya menangkap sosok seseorang yang ia kenal.

***

- ➶♡+ : Author Corner : ➶♡+ -

Ssup! Akhirnya setelah bersemedi selama sekian dekade memutuskan terjun ke wattpad juga 😣✊

This is my first Jihan Fic. Pendek ya? Sementara segini dulu kalo ada yg minat baca baru dilanjut hehe
Mohon maap kalo aneh/gaje dsb. Feel free to komen apalagi kalo ada yg berbaik hati mau kasih masukan 😆

Akhir kata Hope u like it! Happy reading ➶♡+

It's All About YouWhere stories live. Discover now