Cintailah seseorang sekedarnya saja, karna bisa jadi suatu hari nanti engkau membencinya dan bencilah seseorang sekedarnya saja, karna bisa jadi suatu hari nanti engkau mencintainya
~Ali bin abu Thalib
Alesha berjalan cepat meninggalkan cafe. Namun karna terlalu terburu buru, Alesha tak sengaja menabrak seorang lelaki yang menyebabkan ponsel lelaki tersebut jatuh
"Astaghfirullahal'azim, maaf mas saya ga sengaja" Alesha segera mengambil ponsel lelaki itu dan menyerahkannya
Lelaki itu mengambil ponselnya dan melenggang pergi tanpa meninggalkan satu katapun
Alesha memutar tubuhnya menatap punggung lelaki itu dengan tatapan kesal
"Heh Mas!" Teriakan Alesha membuat lelaki itu menghentikam langkahnya
"Saya tau saya salah, tapi bisa ga sih menghargai orang lain dikit aja? Kalo emang hp masnya lecet, saya bisa ganti kok!"
Ujar Alesha menggebu gebu
Lelaki itu hanya diam dan melenggang pergi tanpa menoleh pada Alesha
Alesha menggeram kesal
" Dasar manusia aneh!"
Alesha menatap tajam punggung yang mulai menjauh itu.
💫💫
"Astaghfirullah, aku telattt" teriak Alesha histeris ketika melihat jam dinding yang ada di kamarnya, dia segera berlari ke kamar mandi dan bersiap untuk berangkat ke kampus.
Alesha menuruni anak tangga dengan tergesa gesa
"Abi mana kak?"
Tanya Alesha saat tak menemukan Zildan sang ayah
"abi sama ummi lagi ke rumah sakit, jagain bundanya Zahra" jelas Davin kakak sulung Alesha
"yahhh.. Eca udah telat nih. Kakak anterin eca ya?" Pinta Alesha dengan wajah memelasnya
Davin mengangguk sebagai jawaban bahwa ia mau mengantar Alesha ke kampus
Alesha tersenyum manis
"yeay! makasih kakak ku yang tampan"
Davin tersenyum geli karna Alesha yang sangat pandai memuji disaat ada maunya.
💫💫
Jam sudah menunjukkan pukul 7.15, itu artinya kelas Alesha sudah mulai 15 menit yang lalu.
Alesha sampai didepan kelasnya, dia mulai membuka pintu kelas dengan sangat pelan dan saat pintu sudah terbuka ia mendapati seseorang dari arah samping yang tengah menjelaskan materi.
Perlahan tapi pasti, Alesha mulai memasuki kelas dengan mengendap endap layaknya seorang maling yang tengah masuk kerumah targetnya
Alesha duduk dikursi kosong yang dekat dengan pintu
"pssttt..psst" panggilan itu berasal dari seseorang yang ada di belakang samping kanannya, Alesha menoleh
"kok bisa telat??" tanya orang itu melalui gerakan bibirnya tanpa mengeluarkan suara
Alesha melayangkan jari telunjuknya ke depan bibir dan meminta sahabatnya yang bernama Mauliza itu untuk 'diam'
Mauliza mengangguk mengerti, membuat Alesha kembali menghadap depan.
Dan diwaktu bersamaan, dosen yang tadi menjelaskan materi membalikkan badannya menghadap mereka
Dengan segera Alesha mengambil sembarang buku yang ada dimejanya dan menutupi wajahnya dengan buku itu, membuat posisinya seperti orang yang sedang membaca buku,
Namun alesha merasa ada yang aneh, dia merasa ada sesuatu yang menarik buku yang berada di tangannya,
Alesha sedikit menurunkan bukunya.
Mata Alesha membulat sempurna melihat seseorang yang ada dihadapannya
BINABASA MO ANG
Destiny
SpiritualDikala masa lalu mengiringi takdir . . . "hmm.. pak, boleh saya tanya sesuatu" Fadhlan menatap alesha sekilas, kemudian menganggukkan kepalanya "silahkan" Alesha menggigit bibir bawahnya, ada keraguan dalam dirinya untuk menanyakan hal ini "Apa b...
