Teruntuk kamu,
Sampai saat ini, kenangan tentangmu masih tersimpan rapat dalam benakku. Setiap detiknya, masih dapat kurasakan bahwa ada sesuatu yang hilang dalam diriku dan menangis, meraung meminta pertolongan untuk segera ditemukan.
Aku menulis ini karena yakin, suatu saat kamu akan membaca tulisan ini. Biarkan keyakinanku memberiku harapan kalau kamu masih disana dan akan tetap disana.
Biarkan aku menyelesaikan tulisan ini, tolong baca dulu sampai habis. Aku terlalu berharap saat itu sampai aku sendiri tidak terlalu memperdulikan resikonya.
Cerita ini terlalu klise menurutku, tidak ada bedanya dengan cerita remaja zaman sekarang. Tapi, aku senang bisa terlibat dalam salah satu cerita hidupmu dan pernah menjadi bagian didalamnya, cukup menarik.
Bagaimana kabarmu sekarang ya? Apakah masih se-menyebalkan dulu, ketika kamu mulai bertanya, "Kamu El?". Bagaimana hati yang dahulu tempat seseorang bersinggah? Masih rapuh atau sudah sembuh? Apakah sudah memiliki penghuni baru? Kamu unik, pasti akan baik-baik saja.
Mungkin sekarang kamu sedang bingung dengan apa yang kutulis daritadi, gapapa. Sekarang akan ku permudah, akan kuceritakan dengan singkat supaya kamu lebih mudah memahami inti ceritaku ini. Supaya, tidak terlalu banyak pertanyaan dalam benakmu seperti, "Kamu nulis apa sih?"
Mungkin aku terlalu bodoh waktu itu, ketika aku dengan mudahnya berharap dengan segala keadaan dan bodohnya kamu adalah saat kamu dengan mudahnya terbawa pada alur itu. Aneh ya, semuanya terjadi tidak sesuai harapan kita. Bahkan, sampai saat ini Sang Pencipta dan semesta belum memberikan jawaban untuk kita yang jelas-jelas sedang menunggu. Maksudnya, aku.
Dunia dan jagat raya ini memang selalu bermain-main, kadang tertawa melihat manusia yang selalu membuat kesalahan dari yang terkecil sampai yang paling besar, bahkan terkadang masih suka mereka ulang, dasar manusia.
Tapi, yang harus kamu tahu sekarang, aku masih disini menunggu setiap jawaban semesta untukku dan untukmu, menunggu jawaban dari doa-doaku beberapa tahun lalu. Berharap, apakah kamu akan membaca tulisan ini dan menyadari inti dari tiap kalimatku barusan.
Pertanyaanku, apakah disana kamu juga sedang menunggu? Aku harap iya, karena kamu tahu kan menunggu sendirian itu tidak enak, hehe.
Kita sudahi saja ya surat ini, terima kasih jika sudah membaca sampai habis.
-Lunella Alkina
YOU ARE READING
Semestaku & Ar
Teen FictionCerita ini mengisahkan dua insan yang bertemu sebagai teman dekat. Tidak mengira akan bersama, namun semesta sudah memiliki rencananya sendiri. Mereka tidak tahu apa yang sedang mereka lakukan, hanya mengikuti alur kehidupan yang entah akan membawa...
