"Maafkan mama Barbara, mama tak punya pilihan lain!"
.
"Mama?" Mata biru Barbara terbuka perlahan.
"Nyonya, ini susunya!" Seorang pelayan menyerahkan sebotol susu kepada Ny. Schaeffer.
.
16 TAHUN KEMUDIAN...
UNIVERSITAS BRUNEL, LONDON, BRITANIA RAYA
"Barbara, ini kubawakan sandwich-mu!" Stacie menyodorkan sepiring sandwich kepada Barbara yang sedari tadi melamun.
"Barbara?" Panggil Stacie sekali lagi.
"Ohh, Stacie! Maafkan aku!" Seketika Barbara mengalihkan pandangannya ke ponsel yang ia pegang.
"Ehmm... Tidak sopan! Aku membawakan sandwich-mu tapi kau malah.... Oh my God!!! Bukankah ini iPhone terbaru? You're so lucky, lahir di keluarga yang very, very, very rich." Pandangan Stacie teralihkan ke arah ponsel yang dipengang Barbara.
"Yah, kadang aku menganggap kehidupanku itu sebagai berkat, kadang aku menganggap kehidupanku sebagai kutukan." Barbara segera memakan sandwich miliknya.
.
"Stacie, ada apa itu?" Barbara menunjuk kepada kerumunan yang dilihatnya.
"Kudengar ada mahasiswa asal Perancis datang, dan kata mereka dia sangat tampan! Aku jadi penasaran bagaimana rupanya! Ayo kita lihat!" Stacie langsung menarik tangan Barbara ke arah kerumunan.
"Aku tidak mau, kebanyakan pria Perancis dengan wajah tampan merupakan gay!" Barbara segera menarik tangannya.
"Tepat sekali katamu!" Seseorang memotong pembicaraan.
"José?" Barbara dan Stacie kompak membalas.
"Pria tampan Perancis kebanyakan homo. Jadi untuk para ladies-ladies seperti kalian, lebih baik buang harapan, karena mungkin dia lebih tertarik padaku!" Ucap José dengan gaya kemayunya.
"So, mungkin dia tidak suka pada wanita, tetapi kebanyakan pria Perancis lebih memilih pria macho dibandingkan pria lembek seperti kau!" Ucapan Stacie membuat José kesal.
"Baiklah, kita lihat saja nanti, apa dia tertarik pada wanita seperti kalian, atau pria tampan keturunan Spanyol sepertiku!" Segera Edward meninggalkan Barbara dan Stacie.
"Barbara, sekali saja ikut bersamaku melihat pria Perancis tampan. Siapa tahu kau akan suka padanya!" Stacie membujuk Barbara untuk ikut dengannya. "Aku curiga kau ini lesbian!"
"Shut up Stacie! Baiklah, aku akan ikut denganmu!"
.
"Lihat Barbara, dia akan keluar dari mobilnya!"
"Oh my God, so handsome!"
CZYTASZ
THE BEAUTY AND THE SEXY
Romans18+ Quentin yang merupakan pecandu seks, berubah saat bertemu Barbara dan lebih mementingkan cinta. Sementara, tanpa disadari, umur Barbara tak akan lebih panjang dari sumbu lilin.
