Prolog

71 4 0
                                        

Tanyakan pada rumput yang bergoyang

Apa disini hanya diriku yang pernah melakukannya? Sebenarnya, asyik juga loh. Semakin seru saat rumput itu menjawab dengan tarian yang dibantu oleh tiupan angin yang kuat namun masih tenang di setiap helainya.

Ingin sekali kuceriktakan semua apa saja yang sudah ku lakukan dan ku usahakan saat ini hanya untuk membuatmu mengerti apa yang sebenarnya ku rasakan selama ini di sini. Lewat sekumpulan rangkaian kata ini. Mulai dari saat belajar berjalan sampai belajar memahami dan sadar diri bahwa semesta menolak diriku dan dirimu untuk bersatu.

Haha...

Akan tetapi, bukan itu tujuanku sebenarnya. Jauh ku inginkan lebih daripada itu. Aku ingin kita seakan berada pada 1 set meja berhadapan dengan 2 cangkir kopi panas di hadapan kita. Meskipun tidak akan benar benar terjadi, setidaknya kita bisa merasakan suasana seperti itu. Saat kita saling memahami, saat kita saling menanggapi. Sampai akhirnya semua problema dapat kita genggam dengan kuat. Kita berdua, bersama - sama.

Ingatkah saat awal kita berjumpa?

Jujur saja aku tak dapat mengingat pasti pada pikiranku. Hanya saja, aku merasa dulu kau dan aku duduk di bangku taman sekolah ditemani oleh nyanyian burung terbang berputar di sekitar kita yang menyejukkan hati. Ku harap tujuanku tersampai padamu sama seperti cahaya fajar yang berusaha dan berhasil menembus sela sela daun hijau dan kemudian menciptakan bayangan berwarna jingga khas yang membuat siapapun berkata indah saat melihatnya.

Aku juga tidak tahu apakah detik ini adalah waktu yang pas untuk membuka segala isi hati dan pikiranku dan menunjukkannya padamu.

Melihat di luar dari itu, diriku merasa sangat yakin kau akan dapat memahamiku. Tenang saja, aku tak memaksamu. Tapi akan sangat membuatku senang sampai tersenyum tak sadar saat kau memiliki tujuan dan pikiran yang sama sepertiku.

Sayangnya itu hanya harapan kecil yang sering kutulis pada selembar kertas putih lalu ku remas dan kubuang di tempat sampah. Karena aku sadar semua sia - sia sampai kau tahu yang sebenarnya.

Baiklah, aku siap mengerahkan segalanya. Dan kau, jaga kedipan dan kemampuan membacamu untuk memahami segalanya.

Besok.

PHOENIXWo Geschichten leben. Entdecke jetzt