*1

54 16 4
                                        

Namanya Daniel, kang melviano Daniel

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Namanya Daniel, kang melviano Daniel.
Si pemilik senyum manis dan tawa indah.





Daniel kamu tampan, dan aku sudah mencintaimu. Ga tau kalo kamu.


Entah aku ini stalker atau bukan tapi yang pasti aku hafal semua tentang Daniel.
Tanggal lahir, tempat tinggal, keluarga, pelajaran dan olahraga favoritnya, bahkan makanan yang sering dia pesan di kantin.

Ah, bukan hanya itu. Kemarin aku mendapati diriku bahkan hafal dengan seragam yang biasa dia kenakan. Ada tanda titik kecil pada bagian lengan kanannya.

Saat itu...

"Lo pake seragam Daniel ya? " tanyaku pada orang yang tengah memakai seragam yang telah kuhafal itu. Seragam itu terlihat sangat janggal ketika terpasang di tubuh selain milik kang Daniel, sepertinya seragam itu memang tercipta hanya untuk seorang kang Daniel.

Orang itu hanya menatapku aneh.

"Badan lo krempeng, ga cocok. " ujarku sakras.

Saat aku tersadar aku langsung memukul kepalaku pelan, apa yang baru saja kau lakukan sial. Aku langsung buru-buru minta maaf, orang itu hanya tertawa pelan.

 Aku langsung buru-buru minta maaf, orang itu hanya tertawa pelan

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Tampan, tapi tidak semanis kang Daniel.

"Jangan bilang-bilang ke Daniel. " ujarku yang langsung berlari meninggalkannya.

Itu cerita sekitar satu minggu yang lalu. 

Krrrriiiiinnnngggg

Aku mempercepat langkahku saat bel masuk berbunyi. Tidak terlalu jauh dari tempatku berdiri, aku melihat tubuh tinggi menjulang Daniel dengan beberapa orang di sekitarnya. Dia berjalan kearahku, ah bukan, dia berjalan ke arah kelasnya yang kebetulan berada di belakangku.

Sial sekali tahun ini kelas kami terpisah, jika saja aku bisa menyadari perasaanku dengan cepat, aku takkan mungkin menyia-nyiakan waktu satu tahunku yang lalu.

Posisi Daniel semakin dekat denganku, sebisa mungkin aku berjalan seperrti biasanya.

"Tahun ini pokoknya lo harus masuk tim inti niel. "

"Bener cuy, biar bisa di KOin tuh anak-anak SMA 5 yang pada belagu. "

"Hahahaha... "

Dia tertawa, benar-benar suara tawa yang indah. Jika saja aku seorang juri ajang pencari bakat mungkin aku sudah akan langsung meloloskan Daniel hanya dengan suara tawanya saja.

Aku mendongakkan kepalaku saat dia tepat berada di sebelahku...

Deg!

Mungkin hanya perasaanku saja atau dia benar-benar menatapku barusan? Dan tunggu...

Seragam dia baru?

DANIELKUWhere stories live. Discover now