HAI SELAMAT DATANG DI CERITA PERTAMAKU.
KALIAN TAU CERITA BETWEEN THE LINES DARI MANA?
Cerita bakal di revisi setelah end ya. Jadi maaf kalau masi banyak yang salah.
SELAMAT MEMBACA🌻
_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _
Garis itu tak kasat mata, tapi ia ada, membekas di dalam hati.
~Larisa Aurebella~
Ada garis-garis yang mudah terlihat, putih yang membagi lapangan, hitam yang membelah jalanan, atau merah yang melingkar di tangan seorang anak kecil yang terluka. Tapi bagi Risa, garis paling tajam adalah yang tak terlihat-yang menembus hati, memisahkan apa yang ia rasakan dan apa yang ia yakini benar.
Malam itu, ia berdiri di depan jendela kamarnya. Langit penuh bintang, tapi pikirannya gelap, penuh bayangan yang tak ia mengerti. Sejak kapan ia mulai merindukan sosok dingin itu? Sejak kapan senyumnya terasa seperti rumah, padahal rumah mereka jelas tak sama?
Ia menutup tirai jendela dengan cepat, seolah menutup pemandangan bisa menghapus pikirannya. Tapi langkahnya terhenti ketika lampu depan rumah menyala. Dari sela-sela tirai, Risa melihat Angel turun dari motor.
Bukan motor biasa. Ia mengenalinya dengan baik-motor itu milik yang baru saja mengisi pikirannya.
Arayyan turun sesaat, melindungi Angel dengan jaketnya dari embusan angin malam yang dingin. Habis dari mana Mereka? pikirnya, mereka tertawa kecil, suara yang terlalu lembut untuk sampai ke telinga Risa, tapi cukup untuk menusuk hatinya. Tak ada yang aneh sebenarnya, hanya sebuah kebaikan biasa. Tapi bagi Risa, kebaikan itu terasa seperti pengkhianatan.
Ia hendak berpaling, namun tatapannya bertemu dengan mata milik Arayyan. Sesaat itu terasa seperti keabadian. Mata mereka terkunci, seperti dua sisi dunia yang tak seharusnya bertemu. Wajah Arayyan berubah kaku, seolah baru menyadari apa yang telah ia lakukan-atau mungkin baru menyadari siapa yang melihatnya.
Angel sudah masuk ke dalam rumah, tak menyadari apa yang telah terjadi dan apa yang akan terjadi. Tapi Arayyan tetap berdiri di sana, bingung antara pergi atau menjelaskan sesuatu yang tak bisa dijelaskan. Akhirnya ia memilih berbalik, memutuskan kontak mata sebelah pihak, menyalakan motornya, dan pergi tanpa sepatah kata.
Melihat itu Risa tersenyum kecut, Ia menjatuhkan tubuhnya di kursi, mencoba menenangkan hatinya yang bergetar. Memang ia berharap apa? Ia tahu ini bukan salah siapa-siapa, tapi mengapa rasanya seperti ada yang patah dalam dirinya?
Dan di tikungan jalan, Arayyan berhenti sejenak, mematikan mesin motornya. Hujan mulai turun rintik-rintik, menetes pelan di jaketnya. Ia menghela napas panjang, menatap ke langit yang sama yang dilihat Risa dari jendela.
"Maaf," gumamnya pelan, meski ia tahu kata itu tak akan pernah sampai ke telinga Risa.
Sebuah keputusan menunggu di kejauhan, seperti garis di cakrawala. Risa tahu, cepat atau lambat, ia harus melangkah. Dan ia tak yakin apakah garis itu akan memisahkan atau justru menyatukan.
H
A
Y
Oooooooooo
Gimana menurut kalian? Semoga kalian suka ya :)
Semoga cerita ini sesuai sama ekspetasi kalian
Btw ini cerita pertama aku.
Maap nih kalau masi ada typo
Yuk next ~~
YOU ARE READING
Between The Lines
Romance[UPDATE GIMANA MOOD] "Jadi gimana, udah suka sama gue?" Cowok itu tersenyum tipis, melangkah pelan mendekat dengan kedua tangan masuk ke saku celana. "Kayaknya... udah." _________________________________________ Risa cuma pengen hidupnya biasa aja-l...
