Okamura Hiiro menganalisis apa yang sedang terjadi dengan tenang. Di sekitar, dia melihat orang-orang yang belum pernah dia lihat.
Dia melihat ada beberapa laki-laki berpakaian seperti priest yang ada dalam game RPG dan satu orang gadis dengan gaun berwarna merah muda.
Lalu dia pun memeriksa sekelilingnya. Dia pun menyadari kalau dia sedang ada di sebuah atrium yang memiliki banyak jendela sehingga dia dapat melihat ke arah luar dengan jelas.
Dia merasa kalau ruangan tersebut berada di sebuah menara. Langit-langit ruangan tempat dia berada saat ini disangga dengan pilar yang memiliki gambar-gambar aneh seperti gambar misterius dari zaman kuno.
Setelah mengamati seluruh ruangan, dia menyadari kalau ada 4 orang dengan seragam yang sama berada di dekatnya.
Mereka berempat adalah teman satu kelasnya tapi belum pernah berbicara dengannya.
(Jadi mengapa dia berada di sini dengan mereka?)
Dia menanyakan dalam hati.
Di bawah kakinya terdapat lingkaran sihir seperti yang ada di dalam game.
Orang asing, pemandangan yang tidak familiar, dan lingkaran sihir. Hiiro pun menyimpilkan sesuatu.
Dia bisa menebak apa yang terjadi padanya sekarang.
Kemudian gadis yang mengenakan gaun merah muda itu, seolah-olah dapat memahami pikiran Hiiro, pun berkata.
"Se-Sel-Selamat datang, Pahlawan!"
Ya, ini adalah apa yang disebut dengan dunia lain.
Baru saja, sejauh apa yang dia ingat, dia masih berada di sekolah. Membolos pelajaran sambil tiduran sepanjang waktu di atap sekolah, lalu sepulang sekolah dia kembali ke kelas untuk mengambil tasnya. Sesampainya di kelas, dia bertemu dengan 4 orang disana.
Seperti biasa, dia langsung menuju ke mejanya tanpa melihatke arah mereka. Muka mereka mengerut saat melihatnya, tapi dia mengabaikannya.
Tapi, kemudian cahaya menyilaukan tiba-tiba muncul dari bawah kakinya. Mereka berempat, kemudian Hiiro, diam ditempat karena terkejut.
Semua terlihat putih di depan matanya, dan beberapa saat kemudian setelah penglihatannya kembali jelas, dia menemukan dirinya di tempat aneh ini.
Priest-priest di sekitarnya bersorak "YA!" dan "INI SUKSES!!", mereka bersorak mengabaikan mereka berlima yang masih kebingungan dengan apa yang terjadi.
Tetapi, para priest yang sedang bersorak itu, terlihat kelelahan dan berkeringat seperti baru saja melakukan marathon.
Di sisi lain, gadis yangmengenakan gaun tadi memiliki rambut panjang hingga ke pinggang berwarna orange seperti jeruk, dan sudah pasti bukan orang Jepang. Dia sangat cantik, memiliki mata besar dan wajah yang menarik.
Dia sudahpasti gadis, yang dengan kecantikannya, bisa membuat pria jatuh cinta pada pandangan pertama.
Sama dengan para lelaki yang mengenakan pakaian priest tadi, gadis itu juga tersenyum. Tidak perlu diragukan lagi, mereka berlima telah dipanggil, ke dunia ini oleh mereka.
Hiiro tidak pernah menyangka kalau dia akan mengalaminya. Lagipula Hiiro selalu berpikiran logis, jadi ada beberapa bagian dalam dirinya yang masih menilak keadaan sekarang.
Empat orang di sekitarnya juga merasakan perasaan yang sama dengan Hiiro, wajah mereka menunjukkan bahwa mereka masih tidak mengerti apa yang terjadi. Lalu, salah satu di antara mereka berempat akhirnya berbicara.
"Pahlawan? Maksudmu apa?"
Laki-laki yang baru saja berbicara itu bernama Aoyama Taishi, rambutnya diwarnai, tapi dia memiliki aura lemah lembut.
YOU ARE READING
Konjiki no Wordmaster Bahasa Indonesia
FantasyLima orang yang dipanggil ke dunia lain untuk melawan iblis jahat yang mengancam dunia itu. Namun, hanya ada empat pahlawan yang dipanggil, dan satu orang yang lain berjuluk pengamat tidak bersalah (Innocent Bystander). Apa yang akan pengamat tidak...
