"Mah,aku boleh gak main ke luar sama anak tetangga?" kata allina sambil duduk di kursi dekat mira mamahnya.
"Jangan sayang,kamu kan gak pernah keluar sebelumnya,mamah jadi takut kamu ada apa apa,lagian rumah tetangga belum ada yang isi lagi",kata mira sambil membelai rambut panjang allina
"Ahh mamah kok gituu sihh lagian gak jauh kok,bosen di rumah terus gak ada temen" jawab allina sebal sambil melipat kan kedua tangan nya
"Mamah cuma takut kam-" jawab mira
"Kenapa sih mamah gak bisa ngerti aku?kapan ngerti perasaan aku mah" potong allina sambil beranjak dari duduk nya lalu pergi.
Mira yang melihat itu hanya menggeleng-geleng kan kepalanya.
Sesampai nya di kamar,allina hanya bisa kesal tak tertahan.Sampai-sampai dia hampir menangis
Dari kecil Allina memang jarang banget ke luar,dia hanya keluar bersama keluarga nya dan hanya kerja kelompok saja,itupun alina harus ditemani oleh bi ina,pembantunya di rumah.Dan sekarang allina sudah tumbuh menjadi gadis yang cantik,dan yang jelas pasti dia memiliki pikiran yang mulai dewasa.Kini allina sudah tidak tahan dengan sikap kedua orang tua nya itu,yang selalu melarang allina hidup bersosialisasi,allina selalu berfikir orang tua macam apa yang melarang anak nya untuk bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya,sekalipun hal itu tidak membahayakan alina,tetapi tetap tidak diijinkan oleh kedua orang tuanya.
Alina adalah anak dari seorang pengusaha sukses yaitu Farid raiyan wijaya papah nya alina.Sehingga alina dinamakan allina lavignie wijaya.
Jelas allina adalah orang yang kaya raya,tetapi dia tidak pernah sombong apa yang dimiliki dia kepada teman sekelas nya.Bahkan dia sangat ramah kepada semua teman teman kelas nya,dan hari inilah dia bisa sedikit membentak kepada mamah nya karena dia kesal selalu saja di kurung di rumahnya,padahal sebelumnya allina tidak pernah menbantah kepada yang lebih tua.
"Emang nya aku burung apa di kurung mulu di rumah.Burung aja ada yang bebas masa aku engga"
kata allina sedih sambil mengusap air matanya yang keluar dari matanya.
Hidup ini sangat tidak adil bagi allina,dia sangat sedih karena tidak bisa menjadi anak yang ada di luar sana yang bisa bermain dengan teman temannya.Orang tua allina sangat egois hanya bisa mengekang allina saja tanpa membahagiakan dia.
Allina pun berbaring di atas kasur empuk nya dan menatap langit langit dengan sendu.
'Hidup ini sangat membosankan' batin allina
Tak lama setelah itu allina pun tertidur...
Allina berhak bahagia selama hidup nya,tpi selama ini yang dia hanya inginkan hanya memiliki teman dekat,karena itu bisa membuat dia merasa bahagia karena kini ia tidak sendiri lagi.Entah apa yang membuat orang tua allina tidak menginginkan allina pergi sendirian keluar rumah walaupun jarak nya dekat.
Mungkin saja kini impian allina hanya memiliki teman yang istimewa yang bisa menemani nya selalu.
Tapi kini orang tua nya lah yang membunuh impian anak nya sendiri.
Mempertahan kan ego nya dari pada membahagiakan anak nya sendiri.
'Orang tua macam apa mereka' allina selalu mengatakan itu ketika sedang kesal.
•••
Oke guys makasih ya udah baca part pertama aku:)
Maaf kalo banyak kata yang kurang cocok sama gak nyambung,maklum masih belajar:b
Jangan lupa vote and comment ya guys:)
Terus baca sama tunggu update-annya yaa:b
Selamat membaca part selanjutnya💙😊
Instagram:@Ysmiinrn_
Follow yaa hhe😂
YOU ARE READING
Release if it hurt
Teen Fiction"Bukan rupanya yang aku ingat namun kenangan yang sengaja ia buat untuk aku ingat" Allina adalah perempuan cantik dan manis yang kini berusia 14 tahun,dia sekarang duduk di smp kelas 8.Allina sejak kecil dia jarang keluar rumah,dia tidak mempunyai t...
