Menatap diri di pantulan cermin, yang menunjukan diri dengan balutan gaun pengantin yang begitu indah, membayangkan sosok dirinya yang akan menjadi milik seseorang yang tidak di kenalnya. Meratapi apa yang akan terjadi dikemudian hari, hanya karna tidak ada rasa cinta di hatinya.
Lamunan itu mengembalikannya ketika suara pintu terbuka yang menampakan sosok wanita paruh baya yang begitu bahagia melihat putri kesayangannya akan menikah dengan pria pilihannya.
"Sayang apa kau telah selesai?" Yoora menjawab dengan sebuah senyuman yang indah dan hangat kepada sosok yang sangat ia sayangi. Bahwa di balik senyuman itu ada rasa getir yang menyambar hatinya saat ini.
"putri kesayanganku sangat cantik mengenakan gaun yang begitu indah seperti ini, dan aku sangat mirip dengan ku saat menikah dengan appa mu" senyum manis itu terukir di sudut bibirnya, ia begitu sangat menyayangi anaknya. Putrinya yang tidak pernah membantah akan perkataannya.
Yoora hanya mengikuti arahan untuk menuju altar dimana ia akan mengakhiri masa lajangnya dengan pria yang tidak ia kenal sama sekali dari mana dan seperti apa dia.
Pemandangannya tertuju pada wanita yang berbalut gaun indah dan mewah yang dihiasi oleh mahkota di bagian kepalanya. Yang mampu membuat ribuan undangan melihatnya seakan-akan ialah putri mahkota sebenarnya.
Terhenti di sebuah titik sudut tengah perjalanan, sesosok yang tidak dikenal dan akan menjadi pendamping hidupnya berjalan menuju dimana ia harus menjemput permaisurinya di sudut sana.
Jalan mendekatinya, dan menuntun calon pendamping hidupnya untuk menuju pendeta untuk mengucapkan janji suci mereka dihadapan tamu bahwa mereka akan menjadi suami istri yang sah di mata hukum.
Pria itu sangat lantang mengucapkan janji sucinya untuk menjaga istrinya. Sama halnya dengan Yoora ia mengucapkan janji suci yang telah ia siapkan akan menjadi istri yang berbakti dan mengerti disituasi apapun untuk selalu mencintai suaminya.
"Kim seok-jin dan Park yoora detik ini kalian telah resmi menjadi sepasang suami istri, dan di berkatilah kalian" dengan lantangnya pendeta mengucapkan bahwa mereka telah resmi menjadi sepasang suami istri yang sah, suara bising tepuk tangan para undangan bergemuruh di dalam 1 ruangan, dan tidak kalah heboh saat pendeta meminta kedua pembelai bisa saling berciuman.
Jam terus berjalan hingga pada di hunjung acara, para undangan satu persatu telah meninggalkan. Dan meninggalkan 2 keluarga di tempat acara yang sekarang telah sepi.
"nak, aku harap kau bisa menjaga anak kesayanganku. Ajarkan dia menjadi sosok istri yang baik untukmu, bisa menjaga dan menjadi satu-satunya untukmu" ucapan yang penuh kekhawatiran terhadap anak kesayangannya.
Dengan senyuman yang begitu khas di sudut bibir terukir bahwa ia mengerti akan ibu mertuanya itu yang sangat menyayangi anaknya. "aku akan menjaganya, aku tidak akan membuatnya terluka sedikitpun. Aku akan tetap mencintai dan menyayanginya" detik itu juga wanita itu yang sudah menjadi status ibu mertuanya memeluk erat sang menantunya, mampu menuangkan rasa kekhawatirannya menjadi lebih baik.
"Yoora, jaga suamimu. Cintai dia beridia kasih sayang janga pernah mengecewakannya. Eomma yakin kamu bisa mencitainya dan memahaminya perlahan" pelukan hangat yang di berikan oleh ibunya bahwa ia harus menerima takdir, bagaimanapun. Ia tidsk bisa membantah keputusan orangtuanya.
"malam ini kalian bisa tinggal terlebih dahulu di hotel dekat sini, karna tidak mungkin untuk melakukan perjalanan ke rumah kalian yang jauh dari tempat pernikahan kalian" kini tuan Kim bersuara agar putra dan istrinya lebih baik beristirahat terlebih dahulu karna memang acara yang megah nan mewah ini menghabiskan energi yang cukup banyak.
Hanya sebuah anggukan kecil dari putranya bahwa ia mengerti akan perintah ayahnya.
.
Hanya hening, tak ada yang berani bergeming untuk membicarakan sesuatu yang telah mereka lakukan, apa yang harus di lakukan. Menjatuhkan tubuhnya ketika sesampainya di kamar hotel yang telah di pesannya terlebih dahulu sebelum melakukan acara pernikahan.
"aku akan membersihkan diriku terlebih dahulu, lalu setelah itu kau bisa membersihkan dirimu" Yoora hanya bungkam dan hanya sebuah keheningan untuk sebuah jawaban ia mengerti akan semua penjelasannya.
Setelah usai membersihkan diri, ia langsung tertuju pada sosok wanita yang tengah duduk melamun entah apa yang sedang ada dalam pikirannya. Berusaha untuk menyadarkannya, seok-jin duduk di samping istrinya. "apa kau tidak bisa menerima pernikahan ini?" tanyanya dan mampu menyadarkan sosok Yoora yang terhentak akan pertanyaan tersebut.
"aku akan membersihkan diriku terlebih dahulu" nafas berat yang di hembuskan dan rasa sesal ada di dalam hatinya seok-jin.
Cukup lama Yoora berdiam diri di dalam sana, hanya ada suara air yang mengalir. Isak tangis yang amat kecil dan tidak akan bisa di dengar hingga keluar sana, meratapi cintanya dengan Park Jimin berakhir kandas atas perjodohan yang menurutnya sangat konyol dan tidak masuk akal. Tidak, ia tidak bisa membantah apa yang di perintahkan ibunya. Karna ia tau ibunya dari dulu tidak pernah menuntut dirinya melakukan apapun, hingga akhirnya sang ibu meminta dirinya menikah dengan orang yang tidak tau menau tentangnya. Hanya sebuah penyesalan, dan ia harus mengikuti takdir yang membawanya hingga pada sosok yang benar-benar tidak ia kenal baik atau tidaknya orang tersebut.
_____________
15 mei 2019
"kembali dimana takdir harus diubah bukan diikuti"
Happy reading ...
Dan jangan lupa tinggalkan jejak di bawah ya😊
ESTÁS LEYENDO
REMEMBER ME?
Fantasía"bahagialah bersamanya, kabarkan jika dia berani membuat mu menangis aku tak segan-segan akan membunuhnya" -Park Jimin "bisakah kita menjalanj ini dengan baik, sehingga kau bisa mencintaiku dengan tulus" -Kim Seok-Jin "mungkin cara ini lebih baik un...
