Gay :
orang homoseksual, umumnya laki-laki
Gay adalah sebuah istilah yang umumnya digunakan untuk merujuk orang homoseksual atau sifat-sifat homoseksual. Istilah ini awalnya digunakan untuk mengungkapkan perasaan "bebas/ tidak terikat", "bahagia" atau "cerah dan menyolok". Kata ini mulai digunakan untuk menyebut homoseksualitas mungkin semenjak akhir abad ke-19 M, tetapi menjadi lebih umum pada abad ke-20. Dalam bahasa Inggris modern, gay digunakan sebagai kata sifat dan kata benda, merujuk pada orang -terutama pria gay- dan aktivitasnya, serta budaya yang diasosiasikan dengan homoseksualitas.
Pada akhir abad ke-20, istilah "gay" telah direkomendasikan oleh kelompok-kelompok besar LGBT dan paduan gaya penulisan untuk menggambarkan orang-orang yang tertarik dengan orang lain yang berkelamin sama dengannya. Pada waktu yang hampir bersamaan, penggunaan menurut istilah barunya dan penggunaannya secara peyoratif menjadi umum pada beberapa bagian dunia. Di Anglosfer, konotasi ini digunakan kaum muda untuk menyebut "sampah" atau "bodoh" (misalnya pada kalimat: "Hal tersebut sangat gay"). Dalam konteks ini, kata gay tidak memiliki arti "homoseksual" sehingga bisa digunakan untuk merujuk benda tak bergerak atau konsepsi abstrak yang tidak disukai. Dalam konteks yang sama, kata "gay" juga digunakan untuk merujuk kelemahan atau ketidak jantanan. Namun, saat digunakan dalam konteks ini, apakah istilah gay masih memiliki konotasi terhadap homoseksualitas, masih diperdebatkan dan dikritik dengan kasar.
~wikipedia~
.
.
Philophobia berasal dari bahasa yunani "Philo" yang berarti cinta dan "phobia" yang berarti takut. Philophobia adalah satu penyakit mental dalam diri seseorang yang takut untuk jatuh cinta dan dicintai. Penghidap penyakit ini biasanya pernah melalui sendiri atau pengalaman orang lain hal-hal yang tidak menyenangkan dalam percintaan. Kesannya, pengidap Philophobia akan merasa takut, gelisah dan menunjukkan permusuhan, kebencian, diskriminasi dan berprasangka buruk terhadap apa saja yang berkaitan dengan cinta sama ada sesuatu objek, orang atau situasi.
Philaphobia terjadi disebabkan penderita pernah mengalami ketakutan, kekecewaan atau patah hati yang mendalam sehingga mengakibatkan perasaan malu, sakit, kecewa, sedih yang teramat sangat dimana semuanya terrekam ke dalam alam bawah sadar.
Hal-hal penyebab Philophobia :
- Orang yang pernah merasakan perlakuan yang tidak menyenangkan dalam percintaan
- Orang yang melihat orang lain yang tersiksa karena percintaan, sehingga dia tidak ingin hal itu terjadi terhadap dirinya
- Pergaulan yang salah pada masa kecil
- Karena keluarga yang tidak harmonis & lingkungan yang kacau
- Karena optimis membayangkan sesuatu yang diinginkan, tidak akan tercapai
- Tidak Percaya diri pada diri sendiri dan orang lain
- Pernah mengalami patah hati yang mendalam atau dikhianati oleh orang yang dia cinta
- Menjalin hubungan dengan orang lain tidak berhasil,dst.
Tanda-tanda pengidap Philophobia :
- Takut untuk memikirkan semua hal tentang cinta
- Menjauhkan diri dari segala macam potensi cinta
- Bila berhampiran dengan potensi cinta, penderita akan mengalami gejala-gejala phobia yang biasa seperti panik, resah, gugup, takut, melarikan diri, benci, berpeluh, pening, dll.
- Ada keadaan tertentu penderita akan merasakan dirinya akan mati jika jatuh cinta.
- Penderita akan mengelakkan diri dari segala macam yang difikirkan berkaitan dengan cinta.
~kompasiana~
.
.
Zero
YOU ARE READING
ZERO
Teen FictionGen: sorry kalau cerita ini pernah up' terus saya tenggelamkan kembali. Hiburan semata karena, ya... Well, selamat membaca aja lah. Gay. Kata itu sering mengudara di telingaku. Bahkan beberapa cerita atau berita membahas tentangnya. Awalnya aku jug...
