1- Him

13 1 0
                                        

Aku melirik lelaki yang duduk disampingku. Ia jelas sekali bosan dengan pelajaran Sejarah yang dibawakan oleh Mr. Park. Sesekali kepalanya menunduk lalu dia akan mengangkat kepalanya lagi dengan mata yang terpejam.

Lelah sekaligus merasa lucu melihatnya seperti itu,aku senggol bahunya.

"Tidur saja. Nanti aku bangunkan kalau diberi tugas." bisikku pelan.

Ia menoleh. Kemudian mengangguk dan menenggelamkan wajahnya ke dalam lipatan tangannya di atas meja.

Aku tidak tau apa yang dia lakukan ketika malam hari yang membuatnya harus mengantuk di pagi hari. Aku mencatat beberapa hal penting yang juga di catat oleh Mr. Park dipapan tulis. Jam pelajarannya tidak lama lagi akan berakhir. Dia merapikan bukunya ajarnya. Setelah itu pandangannya tertuju pada seluruh penjuru kelas.

"Aku beri kalian tugas kelompok. Dengan teman sebangku saja,kerjakan halaman 63,beri penjelasan yang rinci. Kumpulkan padaku 3 hari setelah hari ini."

Teman-temanku mengeluh dengan menghela nafas. Kalau aku,tidak terlalu keberatan. Lelaki disampingku ini,dia memang bukan orang yang begitu asik,namun otaknya benar-benar sangat membantu. Dia sangat pengingat,hal sekecil apapun akan diingatnya berbeda denganku. Jujur saja,aku pribadi yang ceroboh dan pelupa. Dia akan mengantisipasi apapun yang aku perlukan saat aku lupa. Kami sudah berteman sejak kecil dan sampai sekarang,seakan takdir tidak ingin kami terpisahkan.

"Kookie." panggilku pelan. Dia bergumam kecil sebagai sahutan. "Kau mendengar apa yang dikatakan oleh Mr. Park tadi?"

"Nanti aku kerjakan... Kau sediakan saja bahannya." dia kembali pada alam mimpinya. Aku menganggukkan kepalaku. Membuka laptop yang aku bawa dan mencari bahan yang diperlukan.

"Jungkook-ah,pc ku terkena virus... Salah masuk website." keluhku saat tiba-tiba saja tanda panah di layar laptopku tidak bisa digerakkan.

Kulihat Jungkook bergerak,dengan mata sayunya ia mengambil alih laptopku. Kemudian entah apa saja yang telah ia lakukan,membuat laptopku tidak error lagi.

Dia mengembalikan laptopku. Matanya menatapku kesal. Aku terkekeh pelan. "Gomawo." kataku.

"Kau harus memasakkan aku sesuatu hari ini. Eomma sedang pergi kerumah halmeoni." Jungkook kembali tidur sebelum aku sempat protes.

Baiklah,untuk balas budi.

Seseorang mendekat kepadaku. Dia juga temanku,namanya Kang Naera. Selain Jungkook,tentu saja aku butuh teman yang lainnya. Dan aku cukup dekat dengan Naera. Dia memiliki kepribadian yang luar biasa baik serta ramah. Ia juga sangat supel dan mudah bergaul. Berbeda denganku.

"Hyejin-ah,pulang sekolah temani aku ke toko buku. Aku ingin cari referensi yang bagus."

Naera juga memiliki otak yang luar biasa cerdas. Dia dan Jungkook itu bersaing,walau selalu di nomor 2 kan oleh Jungkook. Lelaki itu juara bertahan di posisi nomor 1.

"Ten--"

"Tidak boleh."

Baik aku maupun Naera menoleh untuk memandangi Jungkook.

"Wae? Aku tidak mengajaknya ke suatu tempat yang tidak baik. Kalau kau mau ikut,aku juga tak masalah." Naera mengerucutkan bibirnya.

"Ah baiklah."

Kadang aku juga bingung dengan Jungkook. Dia bisa tiba-tiba melarangku untuk melakukan sesuatu,dia sering mengomeliku jika aku berada pada mode ceroboh. Ia hampir mirip dengan Eomma ku. Aku juga perlu izin padanya jika kemana-mana. Entahlah,dia memang seperti itu.

Tak lama kemudian,guru mata pelajaran setelah Mr. Park datang. Semuanya kembali ke tempat duduk. Dan Jungkook tetap pada posisi tidur ternyamannya.

Aish... Lelaki ini.[]

Only ThenWhere stories live. Discover now