Memulai hari baru dengan perasaan lama memang agak sulit dilakukan jika tidak dengan sepenuh hati, ada yang perlahan memudar namun tetap
meninggalkan jejak.
Sesekali duduk menikmati angin sepoi-sepoi khas pantai dengan nyiur melambai seperti ini cukup membuat pikiran merasa sedikit lebih baik.
Lili kembali menyeruput es teh nya sambil memandangi hamparan air berwarna biru muda yang ada dihadapannya. Berharap akan merasa sedikit tenang.
"Ah, sudahlah lagian kan itu sudah lama berlalu." Gumamnya.
Seolah mengabaikan semua harapannya, bukannya tenang pikirannya malah kembali memutar memori lama dirinya dengan seseorang yang dulu pernah ada untuknya meski hanya sebagai teman, atau sahabat? Entahlah.
Mereka memang saling mengenal sejak berseragam putih dan merah.
Lili menarik napas dalam-dalam. Ayolah lii, sekarang nikmati dulu alam ini. Jangan fikirkan tentangnya, apapun.
Berniat untuk mencari keberadaan temannya yang berkata akan menyusul, Lili mencoba mengalihkan pandangan nya dari lautan kearah daratan. Dan tentu saja sekaligus berharap orang yang baru saja mengganggu pikirannya tidak akan menampakkan diri tanpa di undang.
Ya, Lili dan orang itu memang berada di kota yang sama. Bukan di sengaja,dan tentu saja bukan Ia yang mau.
Deg. Pertahanannya runtuh seketika bersamaan dengan berjalannya seseorang yang membawa dua buah kelapa ditangan kearahnya sambil tersenyum dan berkata
"Lil, kok kamu gak ngasih tau kalau lagi disini juga?"
Ingin rasanya Lili berkata, lo pikir gue tau kalau lo ada disini?, tapi apa? Ia hanya mampu tersenyum tipis kearah orang tadi, tipiss sekali.
Dan seorang Lili gagal lagi, dan lagi.
Kadang semesta memintaku untuk menjauhimu, tapi kini semesta pula yang membuatku kembali bertemu dengan mu
-Aurora Emilia syan-
Yang mau tau kelanjutan cerita Lili dan seseorang jangan lupa klik 🌟 yaa...
YOU ARE READING
Pergi
Teen FictionSaling mengenal dalam waktu yang lama tidak cukup untuk saling mengerti satu sama lain.
