Prolog..

456 18 1
                                        

Keheningan itu terasa sangat mencekam ketika Annisa di paksakan untuk menikah dengan pilihan sang Ayah, "Ayah tak mau tahu, kamu harus menikah dengan lelaki pilihan Ayah." Ujar sang Ayah tanpa melihat Nissa yang sudah bederai air mata.

"Tapi, Nissa sudah punya calon sendiri, yah.." ujarnya di tengah tangisannya.

"Ayah tak perduli, kamu harus menikah dengan pilihan yang sudah di tentukan oleh Ayah dan Bunda." Setelah mengatakan hal itu, sang Ayah meninggalkan Annisa yang masih sesenggukan karena tangisannya.

"Bunda, Nissa harus bagaimana??" Tanyanya kepada sang Bunda yang kini telah memeluknya. "Nissa mencintai lelaki lain, yang sudah Nissa pacari Tiga tahun ini, Bun??"

Ifa sang Bunda tak bisa berkata apapun. Dia hanya bisa mengelus punggung anaknya yang bergetar dengan sayang. Bibir Ifa seolah terkunci rapat, tanpa tahu jalan tengah mana yang akan dia beri ke Anak perempuan. Satu satunya itu.

****

"Pertunangan apa lagi yang Papa maksud?? Irfan sudah besar, Pa. Irfan juga sudah mempunyai wanita yang Irfan pilih untuk menjadi istri Irfan." Tegas Irfan ketika Papanya memberitahu jika dia harus bertunangan dengan wanita yang sudah di tentukan olehnya.

"Papa tak mau tahu, kau harus bertunangan dengan wanita itu. Jika kau menolak, maka angkat kaki dari perusahaan Papa, dan pergi tanpa membawa apapun."

Klik

Irfan meremas ponselnya, dia tak tahan dengan semua perlakuan Papanya, tapi, dia anak tunggal yang tak bisa meninggalkan kedua orang tuanya hanya karena masalah wanita. "Baiklah, jika ini pilihanmu, Pa.. Tapi, jangan salahkan aku jika aku tidak bisa mencintainya." Desis Irfan sambil meremas rambutnya.

*****
01-Mei-2019
Hallo,, aku datang lagi dengan kisah yang baru,, semoga suka. Jika ada saran dan kritik kasih masukan yya....

AnnisaStories to obsess over. Discover now