"Non sarapannya udah siap"-ajak pembantu rumah Riena
" oke bi tunggu aja dibawah"-jawab Riena
"Baik non"-balas bi tinah dengan sopan
.
.
.
.
.
.
Saat sampai dimeja makan...
" morning mom"-sapa Riena kepada mamanya sambil mencium pipinya
"Morning sayang duduk"-balas mama sambik menyuruh untuk duduk
" dad nggak disapa?"-perotes papa Riena
"Owh sorry , morning dad"-sapa Riena setelah diprotes oleh papa bawel nya itu
" morning"-balas papa singkat karena baru disapa setelah diprotes
"Dad marah yaaa, cuman gara gara lupa disapa?"-tebak Riena sambil mencolek lengan papa nya itu karena ia sudah bisa menebak bahwa papa nya itu sedang marah padanya karena ia tidak disapa
" nggak kok siapa juga yang marah sama kamu cuman gara gara nggak disapa hehehe"-kata papa sambil tertawa kecil untuk menutupi kebohongannya
"Oke deh kalau gitu"-kata Riena santai sambil memakan roti selai blubery kesukaannya
Setelah beberapa saat hening akhir nya Riena membuka suara untuk mengusir keheningan setelah selesai makan karena Riena tak suka keheningan
" bi tinah kak devan nggak dipanggil untuk sarapan?"-tanya Riena karena kakak kesayangannya itu belum juga turun untuk menyantap sarapannya
"Tadi sudah saya panggil non tapi katanya nanti turun sendiri non"-jelas bi tinah sambil menundukkan kepalanya agar tanda ia menghormati majikannya walaupun majikannya lebih mudah jauh darinya
" yaudah kalau gitu..., tapi pintu kamarnya kak devan terbuka atau tertutup?"-tanya Riena pada bi tinah dengan ucapan yang sopan
"Terbuka non"-jawab bi tinah yang lagi lagi menundukkan wajahnya
" oke kalau gitu, Riena udah selesai makannya Riena kekamar kak devan dulu yaaa byee dad, mom"-ucap Riena perpisahan pada mama dan papa jika tidak papa akan marah seperti tadi kan gawat bisa bisa uang saku ku dikurangi nih
"Bye"-ucap papa dan mama singkat, jelas, dan padat sambil terus memakan roti selai kacang mereka
Setelah itu Riena menuju kamar kak devan yang letaknya di lantai 3 sama seperti Riena tapi kamar kak devan dikamar paling pojok sedangkan Riena berada ditengah
Saat sampai dikamar kak devan
Tok tok tok
Riena mengetuk pintu kamar kak devan yang berwarna coklat yang didominasi batik abu abu dan tulisan devan menggunakan warna putih
" kak devan Riena boleh masuk"-ucap Riena sebelum masuk kekamar kak devan karena dari dulu ia sering diajari untuk mengetuk pintu dulu sebelum masuk kamar orang lain
"Hmm"-jawab kak devan sambil terus menatap laptop nya
Setelah diijinkan Riena langsung masuk dan memeluk kakak nya itu
" ngapa sih Ri"-tanya kak devan karena Riena terus memeluknya
"Makan sana"-ajak Riena sambil melepaskan pelukan
" yah ternyata cuman ngajak makan"-jawab kak devan kecewa karena ia hanya diajak makan
"Terus mau diajak kemana?, ke mall gitu?"-tanya Riena karena ia sangat tau kakaknya ini pasti ingin sesuatu
" yap"-jawab kak devan singkat sambil menengok ke Riena
"Hish makan dulu sana aku siap siap dulu dikamar"- ucap ku kesal karena kak devan pasti seperti itu dari dulu sampai sekarang
" oke oke kakak turun sekarang"-setelah kak devan berbicara ia turun dari kasur dan turun kelantai satu untuk makan atau sarapan
Setelah kak devan turun Riena pun pergi kekamarnya sendiri untuk bersiap siap
Dikamar Riena.....
Setelah sampai di kamar nya Riena membuka grup nya dengan teman teman nya
Grup Cantik...
Rinia
Kita main yuk:-) !
Rizna
Ayuk!!!
Kemana girls?
Rinia
Kemana aja nurut aku
Tata
Jam berapa nih?
Rizna
8
Tapi aku jalan
Rinia
Sama siapa?
Kak devan
Rizna
Kita ikuuut!!
Aku tanya
Kak devan dulu
Tata
Okeeee
Halo hallo selamat datang ..... Tolong jangan dihapus dan aku tunggu vote dan komennya.... Okeee
YOU ARE READING
what does this mean?
Teen FictionSLOW PUBLISH kisah hidup tentang seorang perempuan yang bernama Riena calista putri biasa dipanggil Riena dia memiliki kekayaan dan teman teman yang sama sepertinya yaitu kaya raya Dan devano putra arlando kakak dari Riena yang sangat tampan dan ter...
