Kalaulah tenggorokanku ini di bongkar paksa. Akan banyak nama-nama yang berhamburan keluar. Sayangnya semua nama itu sama, KAMU..
Adalah berlian di antara berlian. Tidak pernah terbayangkan dari jutaan wanita kamulah yang selalu ada di rongga pikiranku. Yang menetap tak mampu beranjak sedikitpun. Menggapaimu serupa menggapai air terjun yang jatuh dari atas dan aku berada di sebrang jalan. Hanya mampu melihat tanpa bisa mengenang keindahan yang bisa berada tepat di depanku.
Tengah mencari jalan keluar untuk menujumu, barangkali akan ada kertas kusam yang bisa mengajak aku terbang langsung kepelukanmu. Tapi dimana ? Tanah ini basah disapu air darimu. Membilang kesedihanku yang tak kalah jika di sandingkan dengan ketabahanmu untik terus membasahi bumi. Aku kalah, tak mampu menemukanmu di kehidupanku. Sendiri berjalan tanpa ada yang menemani, pergi dan pulang. Selalu berbicara dengan diri ini. Akankah ada yang mau menemani perjalanan ini ? Ada ! Hanya saja, lebih baik mencari sahabat sebanyak-banyaknya daripada sibuk mencari satu kunci pintu hatinya. Sebab sahabat akan selalu ada disaat kita bahagia ataupun bersedih. Kemudian urusan tautan hati ? Dekatilah yang menciptakannya. Seperti cerita Zulaikha, ketika Zulaikha mengejar cinta Nabi Yusuf, makin jauh Nabi Yusuf darinya. Namun ketika Zulaikha mengejar cinta Allah, Allah datangkan Nabi Yusuf untuknya.
Mengejar yang tak pasti ? Boleh, asalkan kau ingat sejauh mana ? Jika kau keluar dari jalur tujuan yang sudah di tetapkan, sudahi. Layaknya menulis tanpa cahaya. Tulisan yang kadang hanya bisa di baca oleh dirimu sendiri menjadi tidak bisa. Kau tidak dapat mengenali diri sendiri lagi. Kejarlah ia dengan tepat, dekati ia dengan cara yang hebat. Niscaya kamu akan selalu menjadi pribadimu sendiri selama kamu mengejarnya. Hingga ketidakpastian itu kan menjadi kepastian yang di tetapkanNya.
ESTÁS LEYENDO
KETETAPAN
De TodoKadang logika akan kalah dengan semua ketetapan yang sudah seharusnya kamu lewati
