01

5 0 0
                                        

Ayra berjalan terburu melewati panasnya kota Jakarta siang ini. Sesekali ia memeriksa jam tangannya karna takut terlambat sampai tujuan, dan dicap sebagai orang yang tidak on-time.

Ayra Poetri Sastranegara. Anak sulung dari tiga bersaudara, ayahnya seorang pelatih bulu tangkis dan ibunya seorang wirausaha dibidang kuliner. Ayra dibesarkan dikeluarga yang hangat ia memiliki dua adik laki-laki yang kembar, namanya Fatha Poetra Sastranegara dan Fathi Poetra Sastranegara. Namun, Fatha memiliki kelainan dari saudaranya karna ada sedikit keterlambatan perkembangan pada tubuhnya.

"Mas Adam? Sorry-sorry ngaret ya mas, udah lama?"

"Lumayan, langsung aja ya gua jelasin poin-poinnya."

"Iya mas, jadi gimana."

"Jadi nanti lo tampil untuk pembukaan acara, bawain dua atau tiga lagu yang paling banyak viwesnya pas lo cover disosmed. Nanti untuk bayarannya langsung dibayar hari itu setelah lu manggung, gimana deal?"

"Oke deal mas."

"Ya udah, gua duluan ya masih ada urusan yang belum selesai."

"Oke mas."

***

Selamat Ulang tahun
Kami ucapkan
Selamat Panjang umur!
Kita 'kan doakan
Selamat
Sejahtera, sehat sentosa!!
Selamat panjang umur
dan bahagia!

Yeyyyyy......

"Happy sweet seventen Ayra, sebelum tiup lilin jangan lupa wishnya."

Ayra menundukan kepalanya sambil memanjatkan doa terbaiknya dihari ulantahunnya yang ke tujuh belas.

"Makasih ya Ca, duh jadi terhura aku hehehe." Sambil menghapus air matanya.

"Sama-sama Ayra sayang." Ucap Caca, Reska dan anka.

"Ayu dong potong kue-nya laper nih."

"Iya-iya potong aja."

Hari ini adalah hari ulang tahun Ayra Poetri, tidak ada yang berubah dari seorang Ayra menurutnya hidup ini sangat sepi yang diselimuti gelap, cahaya yang biasa meneranginya pergi. Pergi meninggalkannya sendiri diselimuti rasa takut.

"Ay, kenapa si ngelamun aja."

"Gapapa kok, oh ya makasih ya tar suprisenya."

"Iya sama-sama kaya sama siapa aja lo. Eh gimana tadi lo udah ketemu sama mas Adam?."

"Udah, nanti pas gua tampil dateng ya."

"Pastilah, raisa mau manggung masa gua gak nonton."

"Bisa aja lo kopi saset hahaha."

***

"Abis dari mana kak, kok baru pulang?."

"Abis dari rumah Caca Bu."

"Sini duduk Ibu mau bicara."

"Kamu hari ini sudah tujuh belas tahun, kamu harus belajar dewasa, harus bisa jadi contoh yang baik buat adik-adik kamu, Ibu selalu doain yang terbaik untuk anak-anak Ibu."

"Iya Bu, makasih ya untuk semua yang udah Ibu kasih ke Ayra. Ayra sayang Ibu." Sambil memeluk Ibunya.

"Ibu juga sayang sama Ayra. Ya udah sekarang kamu mandi, nanti kita tiup lilin ya sama adik kamu."

"Iya Bu, Love you Bu." Sambil mencium pipi ibunya.

"Love you to sayang."

"Cie ada yang ulantahun nih, traktir dong kak."

"Kado dulu sini, traktir belakangan."

"Pelit."

"Bodo udah ah, kakak mau mandi dulu."

"Pantes dari tadi kaya ada bau sampah, ternyata lu belum mandi."

"Eh kecebong aer songong banget lo ya, gua sirem air nih."
.
Halo semua sebenernya ga pede up cerita ini karna takut jelek dan ga jelas tapi gapapa namanya juga belajarkan???

Stay at home all tetep dirumah untuk diri kalian, keluarga kalian dan negara kita:)

Has llegado al final de las partes publicadas.

⏰ Última actualización: Apr 22, 2020 ⏰

¡Añade esta historia a tu biblioteca para recibir notificaciones sobre nuevas partes!

Berama JarakDonde viven las historias. Descúbrelo ahora