i want to be your light babe

7 2 0
                                        

So Yeon Pov

Pohon pohon sedang asyik menggugurkan dedaunan tanpa memiliki rasa bersalah, tapi apakah ia merasakan suatu hal mengenai melepaskan dedaunan tersebut, satu demi satu daunan itu lepas dari tangkainya dan tepat jatuh di kepala ku, aku mendongak ke atas untuk meliat  betapa sedihnya pohon itu melepaskan sesuatu yang sudah menjadi bagian dari hidupnya

"Kau lagi apa So Yeon-ah?" Suara itu tak asing bagiku, suara itu telah menemani ku setelah 3 bulan akhir ini setelah kami berdua mengikat sebuah tali pernikahan. Ia sedang berdiri disampingku sembari menatapku bingung serta membawa sebuah kunci mobilnya dan jangan lupakan bagaimana penampilannya pagi ini, ia memakai pakaian yang menurutku sangat casual, dia memakai sweater pemberianku saat dia ulang tahun bergambarkan sebuah 2 buah ceri berwarna biru, jeans abu-abu dan sepatu gu*ci kesayangannya itu *maaf , ada sensor, tkut di kira iklan wkwkwkwk*

"Eoh? Ani, aku hanya menikmati dedaunan yang gugur itu, lihatlah Jimin-ah bukankan sangat indah di pagi seperti ini aku masih bisa melihat dan menikmati musim ini" ucapku sembari menunjuk pohon yang berada disebrang rumah kediaman ku, ah bukan lebih tepatnya rumah kami berdua.

Jimin tersenyum dan langsung berjalan ke arah ku dan merangkul ku dari samping, dia berhasil membuatku tersenyum simpul meskipun perlakuannya hanya sekecil ini namun jika di artikan yang sebenarnya inilah rasa nyaman bagiku yang diberikan oleh Jimin

~~~
"Aigoo, kau harus bersyukur lebih banyak lagi So Yeon-ah" ucapnya sembari mengelus kepala ku dan posisi kami sekarang sudah berada di dalam mobil, merasa tak puas ia langsung menggegam tangan ku dengan erat, ada apa dengan Jimin hari ini?

"Yak! Aku kan selalu bersyukur" Bantahku dan langsung ku tatap wajahnya yang sangat lesu dan pucat hari ini, tadi pagi sepertinya baik baik saja, mengapa sekarang mendadak lesu dan pucat dan yang ku tatap malah menoleh ke arahku dan tersenyum

"Kau harus bersyukur karena di musim kali ini kau bersama ku" entah kenapa aku terdiam sejenak aku tersentuh oleh setiap kata kata manis yang di keluarkan oleh sosok Park Jimin yang sedang fokus menyetir mobil disamping

"Kau kenapa?" Pertanyaanya langsung menyadarkan lamunanku entah apa yang ku pikirkan aku merasa bahwa aku harus menjadi sangat berarti baginya

"E-eoh? Gwencanha Jimin-ah, tapi boleh kau jujur padaku?"

"Ne? Apakah selama ini aku berbohong kepada mu"

"Maksudku.... wajahmu terlihat lesu dan pucat, ayo ke rumah sakit saja , kita cancel aja jalan-jalannya ya" ucapku perlahan dan mengelus tangan jimin yang terlihat cukup keriput akibat suhu AC mobil yang sangat dingin

"Andwe, aku hanya punya 2 hari cuti dan aku ingin 2 hari penuh aku bersama mu  dan menemanimu..aku tau kalau kau sangat bosan terkurung di rumah maka dari itu kita lanjutkan saja" ucapnya seraya menggeleng di kata "Andwe" aigoo Jimin ku layaknya seorang bayo besarku dia sangat imut ditambah bibir yang ia poutkan seperti itu , tapi entah kenapa aku merasa sangat kesepian dan beginilah resiko jika menjadi teman hidup dalam sebuah pernikahan dengan seorang Idol terkenal dan jadwal mereka yang super super padat mau tak mau harus mau menerima kenyataan

"Jimin-ah dengarkan aku baik baik ya, pertama ayo kita pulang kerumah saja dan aku yang merawatmu, lagian dulu aku pernah menjadi anggota palang merah remaja kok hehe jadi aku masih bisa menangani kondisi sepertimu, kedua aku tak mau kau tambah sakit hanya karena ini dan lupakan soal jalan jalan kita bisa saja menggantinya di besok hari, kau pasti sudah sembuh besok hari kok, percaya padaku dan ketiga aku .....sangat mencintaimu" okey, aku mengucapkanya sangat perlahan dan hati hati agar Jimin paham akan maksudku, aku memberikan senyuman ku padanya agar ia merasa lebih tenang

"So Yeon-ah, gomawo" ia mengucapkan kata terimakasih kemudian memberhentikan mobilnya di pinggir jalan yang sepi

Greebb

Aku langsung menerima hangat pelukannya dan mengelus punggung nya dengan pelan agar ia merasa nyaman. Jimin selalu memelukku setelah aku menasehatinya. Jika seperti ini dia bukan seperti suamiku tapi seperti bayiku sendiri aigoo aku tak tau seperti apa jika aku memiliki anak dari Jimin dan apakah ia bertingkaj seperti appa nga juga ckckckck

"Baiklah, dan terimakasih banyak atas kalimatmu barusan, dan maaf..." Jimin melepaskan pelukannya dan kembali bersandar di kursi mobil tapi dengan posisi ia memiringkan badannha sehingga ia dapat memandangku dengan puas dan nyaman

"Maaf untuk? " Tanyaku , ia membuatku bingung sekarang, ia tak bersalah tapi ia juga bersalah sih sebenarnya meskipun sedikit

"Maaf karena aku terlalu memaksakan diriku sendiri, aku melupakan kesehatan ku sendiri dan bahkan aku jarang melihat kondisi istri ku sendiri, aah aku sangat merasa bersalah, aku pria yang tak bertanggung jawab, harusnya aku menghabiskan waktu ku bersamamu karena umur pernikahan kita baru baru saja tapi apa boleh buat jadwal ku sangat memenuhi jadwal kita berdua, aku sangat kecewa " ucapnya seraya memainkan jari jari ku dan ia tetap berusaha tersenyum dihadapanku, ayolah aku berani bertaruh bahwa Jimin sekarang sedang menahan kesedihannya serta air matanya yang ingin menetes kapan pun itu

"Aigooo,jangan menangis my chagi, aku tak apa, sudahlah semuanya akan baik baik saja percayalah.. jangan terlalu memaksa dirimu sekarang tersenyum dan lupakan masalah ini okeh, kita jalanin apa kedepannya nanti" ucapku penuh keyakinan berharap ini adalah sebuah kekuatan yang bisa ku berikan kepada Jimin

"Aaah ne, baiklah, terimakasih banyak So Yeon-ah atas setiap kalimatmu barusan, itulah mengapa aku menganggapmu sebagai harta karun ku, yang paling ku sayang yang paling ku jaga yang paling indah dan berarti untuk kehidupanku dan aku sangat ingin kau menjadi cahaya bagiku"

Ia tersenyum dan memelukku sebentar dan ia kembali menyalakan mesin mobilnya dan kami langsung berbalik arah untuk pulang kerumah dan merawatnya

Sehatlah terus Jimin-ah, aku lebih menyayangimu dan mulai sekarang im your light-Kim So Yeon-

Hai guys, gimana greget ga sih, pengen dilanjut ga sih? Oiya ku mohon dengan sangat besar untuk voment nya :') ini demi sebuah cerita agar aku semangat dalam mengetik kisah mereka berdua

I Love U BoyWhere stories live. Discover now