BIODATA
Nama Panjang : Havaaaaaaaaaaaaaaaaaa
Nama Lengkap : Hava Alasya
Nama Panggilan : Sayang
Alamat : Planet Mars
Tempat, Tanggal Lahir : Kasur bidan, Malam hari saat Ganteng-Ganteng berevolusi jadi Serigala. Jadilah Ganteng-Ganteng Serigala ( GGS )
Umur : Masih panjang
Hobby : Nafas, Makan, Tidur, Main Handphone, Stalk Doi, Ngumpulin Harvest
Cita-Cita : Jadi perempuan yang memiliki laki-laki tampan.
Motto Hidup : Minum molto biar wangi:)
***
7.00
" HAVAA!!!!!! " suara yang sangat Familiar di telinga perempuan itu sudah mulai bergema dengan kekuatan yang dapat mengguncang dunia.
Yup, Maria, perempuan paruh baya yang sudah membesarkan Hava sejak 5 tahun tanpa seorang laki-laki di samping nya. Maria adalah single parent yang harus membesarkan kedua anak nya dengan tangan nya sendiri.
Arina Rubi dan Hava Alasya, seorang adik-kaka. Anak yang hebat dan kuat. Sejak umur 10 tahun Arina sudah tidak lagi bisa berjumpa dengan Ayah nya, berbeda dengan teman-teman nya yang selalu di antar-jemput oleh ayah nya. Namun Arina sudah tidak lagi merasakan hangat nya kasih dari seorang ayah.
Sejak umur 5 tahun, Hava sudah tidak lagi bermanja ria kepada sosok yang ia sebut Ayah. Robi meninggal pada kecelakaan kereta api, saat itu Robi memiliki tugas sebagai relawan bencana alam di suatu daerah yang mengharuskan Robi menaiki Kereta Api. Namun niat baik dan tulus Robi tidak bisa mengubah takdir yang harus ia alami.
" I-iya mah " suara parau Hava setengah sadar
" UDAH JAM BERAPA INI HAVA? UDAH JAM 7! KAMU KAN HARUS SEKOLAH! "
Hava membulatkan mata nya, nyawa nya seperempat sadar saat Maria memberi tahu bahwa kini sudah jam 7 pagi, sedangkan, sekolah Hava sudah memulai pelajaran tepat pukul 7.15.
" aaaaaaaaa.. Mamah kenapa gak bangunin Hava dari tadi sih?! Hava jadi kesiangan kan?! " Hava berlari secepat mungkin untuk menuju kamar mandi, tidak untuk mandi, hanya membasuh wajah dan menyikat gigi, lalu memakai seragam, sepatu lengkap.
" Kamu dari tadi udah di bangunin sama Arin, tapi masih gak bangun sampe jam 7 gini. " ucap Maria santai sembari menyiapkan sarapan untuk kedua gadis cantik nya.
" Ah udah, aku berangkat ya. Assalam- "
" Eh, eh. Sarapan dulu sini! " tegas Maria memotong ucapan Hava.
" Udah telat, Mah. Gak keburu. Aku berangkat. Assalammualaikum. " Hava mencium punggung tangan Maria dan bergegas pergi.
Perasaan Hava sudah kacau, pasti ia akan telat datang ke sekolah dan mendapatkan pembinaan. Pembinaan biasa nya di perkenankan untuk anak-anak yang melanggar aturan sekolah, ditambah harus dihukum saat pembinaan. Biasanya, saat pembinaan siswa yang melanggar akan mendapatkan hukuman yang beragam, terkadang membersihkan halaman sekolah, menyiram bunga dan pepohonan, membaca ayat Al-Qur'an, atau menjawab pertanyaan-pertanyaan dari guru piket masing-masing.
Hava berangkat menuju sekolah menggunakan sepeda kesayangan nya, berbeda dari anak lainnya yang lebih suka menuju sekolah menggunakan motor, angkutan umum, bahkan mobil pribadi. Namun entah mengapa, Hava selalu suka berpergian menggunakan sepeda nya.
