"hujan sampai kan rindu ini kepada nya"yang jauh disana
Hujanyang membawa rindu ku kepada nya, yang tak tau dia dimana.terkadang setelah gelap nya hujan ada pelangi yang sangat indah
Hujan juga mengingatkan ku kepada dia yang tak tau dimana, tapi ha...
Pada hari ini dan tanggal ini aku mengingat sejuta kenangan kenangan indah yang pernah kita lewati bersama sama. Aku teringat saat hujan Rainy (hujan di bawah kenangan) Pada hari ini dan tanggal ini aku mengingat sejuta kenangan kenangan indah yang pernah kita lewati bersama sama. Aku teringat saat hujan kita berlarian dan bergembira mengikuti jalur air hujan dari atas bukit menuju bawah bukit. Pada saat berlarian kau memegang tangan ku dengan sangat erat menuju bawah bukit, kau menguatkanku untuk mengikuti jalur air yang turun walaupun tangan ku sangat dingin dan penuh kerutan karena sangat dingin pada saat itu. Namun sekarang hanyalah sebuah kenangan, namun kenangan itu sangat berharga bagiku.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Hujan sampai kan rindu ku kepada nya yang telah menanti ku disana "
Aku teringat perkataan itu, saat kami berteduh di pondok bawah tebing untuk sesaat, karena petir bersautan sangat besar. Petir pun sudah tak terdengar lagi ia menarik tanganku kembali untuk pergi ke pinggir pantai, namun saat itu aku tak berdaya karena sangat kedinginan. Dengan sekuat tenaga nya ia menggendong ku sekuat tenaga nya ke rumah ku, namun aku menolak nya karena aku takut dia juga akan sakit dan kedinginan. Tapi ia sangat gigih untuk menggendong ku dari belakang menuju rumah ku karena ia takut jika orang yang ia sayang sakit karena kedinginan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Aku, Aulia Aku mempunyai sahabat laki laki-laki yang bernama Rafif prayata, bagi ku prayata adalah sahabat yang sangat istimewa. Aku sangat bangga mempunyai sahabat seperti prayata dia selalu berusaha membuat ku tersenyum di sepanjang hari hari ku.
"Prayata aku takut ketinggian", aku sambil teriak ketakutan, tapi yata selalu mendorong ku untuk melihat keindahan pantai dari atas tebing. " Aulia mau lihat keindahan bumi Pertiwi nggak? "Di saat itu yata mengajak ku, namun aku tolak karena dia sering membohongi ku dia mengajak ku ketebing tinggi yang curam, namun kali ini aku tak mau lagi.
" Aulia tutup mata kamu deh ",prayata menyuruh ku untuk menutup mata.
" Ya, udah tapi jangan bohongin aku lagi ya? "Aku pun mengikuti perkataan prayata
Saat aku menutup mataku prayata menyuruh ku untuk maju 8 langkah kedepan, setelah itu prayata menyuruh ku untuk membuka mata ku. Pelan pelan aku merasakan kencang nya angin yang meniupku dan rambut ku yang panjang rasanya aku sedang terbang di waktu senja ini. Aku merasakan keindahan bumi Pertiwi itu dari atas tebing pantai yang tinggi sambil berpegang dengan tangan yata, aku menangis yata yang selalu mengajarkan ku untuk menjadi pemberani, dan yata juga yang selalu mendukung ku dalam keadaan apapun.
Namun di waktu senja itu tiba-tiba turun rintik rintik hujan yang membasahi ku, aku pun mengajak yata untuk turun ke bawah sebelum hujannya semakin lebat dan petir bermunculan, karena aku sangat takut dengan petir dan kilat. Namun yata tetap berdiri di lebat nya hujan
" Aku ingin bermain hujan dengan mu, agar kamu merasakan giman seru nya bermain hujan bagi ku hujan sangat menyimpan banyak kenangan indah,seperti kita sekarang "kata prayata.
" Mengapa hujan menyimpan banyak kenangan ", jawab ku yang bingung
" Karena di saat turun hujan kita merasakan kebahagiaan tersendiri, dan disaat hujan juga kita dapat mengingat kenangan yang pernah ada", kata yata yang berbicara sambil memejamkan mata nya sambil tersenyum manis
Aku pun mencoba apa yang dikatakan yata, di saat lebat nya hujan aku membayangkan kenangan kenangan yang pernah aku alami sambil berteriak melampiaskan semua isi hati ku.Angin yang sangat kencang menerapa rambut ku yang panjang namun aku tak menghiraukan nya aku tetap memejamkan mata ku sambil menikmati deras nya hujan dan kencang nya angin senja.
Saat aku membuka mata ku, prayata M
enarik tangan ku dengan sangat erat. Dari atas tebing kami berlarian menuju bawah tebing, kata yata ia suka mengikuti kemana jalur air yang mengalir dari atas tebing menuju bawah tebing. Ketika itu tangan ku sangat dingin, tapi yata tetap menarik dan mengenggam tangan ku sangat erat, di bawah tebing aku menyuruh yata untuk istirahat sebentar di pondok bawah tebing karena petir bersautan sangat besar. Setelah suara petir tak terdengar lagi yata menarik tangan ku kembali ke pinggir pantai, namun aku...