Chapter 1 : (Apa itu cinta?)

29 4 2
                                        

Tanganya gesit menyambar nampan kosong di meja kemudian membawanya ke dapur. Bernafas sejenak mencari celah untuk kabur.

"Mayumi, antarkan ini ke meja nomor 4" teriak seorang pria kekar sambil terus sibuk memasak.

"Sebentar" jawab gadis itu menghembuskan napas kasar.

"Cepat mayumi pelanggan kita banyak" teriak pria itu kembali.

"Baiklah.. sebentar" jawabnya malas. Menepuk pelan pipinya dan tersenyum tipis.

Ia kembali dengan membawa dua nampan besar berisikan sup dan beberapa makanan lainnya. Berjalan gontai hampir saja kehilangan keseimbangan.

"Mayumi sebelah sini" seorang pria yang cukup akrab dengan mayumi memberi kode dengan suara pelan dari kejauhan.

Mayumi mengedipkan matanya mengisyaratkan sebentar lagi dia akan kesana. Setelah mengantar nampan itu di meja 4. Mayumi menyelundup di balik badan orang-orang yang datang di kedainya menuju pintu depan.

Mayumi membuang napas lega setelah sampai di depan pintu. Menatap belakang was was menautkan alisnya

"MAYUMII!!!!!" Teriak pria yang berbadan besar seraya menatap tajam ke arah Mayumi yang sudah berada di pintu keluar kedai.

"Aku pergi dulu Bear, hehe..." pamit mayumi. Melambaikan tangan pelan dan segera melesat lari.

Mayumi menghampiri seorang pria tak jauh dari kedainya berdiri di dekat air mancur kota. Mayumi tersenyum tipis menghampiri nya. Menepuk keras pundak orang di depannya.
" Yo kenapa mencari ku?"
" Mayumi... Suka banget ya kamu ngagetin huh.." kata pria di depannya menengok belakang.
" Ada yang mau aku bicarain sama kamu " kata pria itu dan mulai berjalan pelan.
" Mau kemana, hey" Mayumi heran tapi tetap mengikuti pria di depannya.

Orang di depan mayumi seraya meloncat melewati atap-atap rumah tanpa kode.
Mayumi mengikuti dari belakang sesekali menyeimbangkan badannya agar tidak terjatuh.

Mereka sampai di tempat tujuan yaitu sebuah telaga. Warnanya hijau menyejukkaan mata, pantulan pepohonan yang lebat membuat bayangan di danau itu. Hari yang indah untuk bersantai. Diantara sela sela ranting pohon burung burung berkicau.

Mayumi yang mengikuti orang di depannya. Sesekali melihat sekeliling. Hanya untuk menikmati hari kaburnya.

Napasnya memburu perlahan di netralkan pemiliknya. Mereka berdua kemudian menghempaskan badan di rerumputan. Menghirup udara sebanyak-banyaknya.

"Jadi apa yang mau kamu omongin?" Tanya mayumi menatap pria di sampingnya.

Pria di sampingnya adalah sahabat Mayumi sejak kecil. Hidup di kota yang sama. Rumahnya bahkan di samping Mayumi. Mereka sering bercengkerama antar jendela kamar masing-masing.

"Kok.. aku kayaknya... Hmm"

"Hemm apaa.. Hamm hemmm.." potong mayumi jengah dengan sahabat satunya ini. Nampak aneh.

"Dengerin dulu cih" sergahnya.

"Hee .. cah cih gamau lah aku dengerin" jawab mayumi membuang muka kesamping kesal.

"Iya.. iya .. mayumi yang baik hati,cantik, plus plus lahh   maapin aku yaa .. dengerin bentar deh" sesalnya yang jelas dibuat-buat. Karena wajahnya terlihat menyebalkan.

"Hmm.. dih.  Emang apa sih?"
Tanya mayumi menatap malas sahabatnya itu.

"Gatau kenapa aku kayak hmm ... Suka gitu sama cewe yang kutemui waktu itu" Jelasnya pelan namun ada kesungguhan disana.

"Hah ... seorang cowo nyebelin kayak kamu gitu bisa jatuh cinta.. palingan juga dia engga suka kamu. Dengerin yah, ditolak itu sakit mendingan kamu nggak usah main cinta-cinta apaan aku aja engg pernah tuh jatuh cinta" jawab mayumi, panjang lebar menerocos kayak mercon.

Você leu todos os capítulos publicados.

⏰ Última atualização: Jul 23, 2022 ⏰

Adicione esta história à sua Biblioteca e seja notificado quando novos capítulos chegarem!

ONE SHOOT ONE KILLHistórias para pegar e não largar. Descubra agora