Bagaimana menurutmu tentang cinta pandangan pertama? Lalu apa yang akan kamu lakukan jika semua kenangan yang dibuat hanya tercipta dari imajinasinya sendiri. Kenyataan bahwa mereka belum pernah bertemu secara langsung, hanya bertemu melalui mimpi.
...
Terkadang cinta tidak membutuhkan banyak waktu untuk datang. Ia datang kapan saja ia mau. Bahkan pertemuan sekilas sekalipun. —Deskystar
Auristella shaenette wajah nya tampak gelisah, ia berlari kesana dan kemari. Merunduk di bawah bangku serta mendongak menatap dahan pohon. Ia menyusuri taman tak se-inchi pun ia lewatkan. Langit mulai redup namun Jennie belum ia temukan. Pikiran-pikiran negatif mulai berkeliaran di otaknya.
Apa mungkin Jennie di culik?
Apa mungkin terjadi sesuatu yang buruk terhadap Jennie?
Stella menggelengkan kepalanya, ia tak habis pikir kenapa Jennie bisa dengan sangat mudah kabur ketika ia sedikit lengah. Jennie memang sangat aktif dan lincah membuat Stella sempat merasa kewalahan mengurusnya. Meskipun begitu Jennie lah yang menjadi teman serumahnya.
Stella tinggal bersama Jennie disebuah apartemen milik ayahnya. Ia memilih tinggal terpisah jauh dari orangtuanya. Ia belajar mandiri dan merasakan kerasnya dunia luar.
Ngomong-ngomong soal Jennie, Jennie adalah seekor kucing Persia yang masih berumur 19 bulan. Bulu nya panjang dan lembut, berwarna cokelat tua dan pada bagian depan berwarna putih. Wajah dan matanya bulat serta hidung dan telinganya sangat kecil.
Stella berhenti mencari ketika sesosok pria berjalan menghampirinya. Ditangannya terdapat tali yang menghubungkannya ke sebuah kalung yang bertuliskan Jennie Shae. Bukan tali maupun kalungnya yang menjadi perhatian Stella akan tetapi kucing bulat berwarna cokelat yang terlihat sedikit gemetaran lah yang ia perhatikan.
"Dari tadi aku melihat mu seperti mencari sesuatu, aku ingin mengejar mu namun tidak berhasil. Lalu ketika aku hendak pulang. Aku melihat seekor kucing yang tersudut oleh seekor anjing. Aku pikir kau mencari ini?" Jelas pria tersebut. Stella berjongkok tersenyum penuh kelegaan. Ia harus mengucapkan banyak terimakasih.
"Ah terimakasih banyak sudah menyelamatkan Jennie dan mengembalikannya padaku" Stella segera berdiri dan menerima tali kucingnya. Ia tersenyum tulus sebagai ucapan terimakasih.
Pria tersebut mengangkat sebelah alis nya tampak keheranan. "Ah maafkan aku, aku pikir Jennie Shae adalah namamu" ia tersenyum kikuk sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Kalau begitu mari kita berkenalan, nama ku Auristella Shaenette, kamu bisa memanggilku Stella. Dan Jennie adalah kucingku. Senang berkenalan dengan mu" Stella mengulurkan tangannya dan langsung dibalas oleh pria tersebut.
"Nick panggil aku Nick saja. Dan bolehkah aku memanggil mu Aster? Namamu sangat mirip dengan bunga Aster. Dan pertemuan di bulan September bukankah menurut mu ini takdir?" Stella terdiam mencerna kalimat pria yang baru beberapa detik ia kenal. Perlakuannya sangat manis, ditambah jika dilihat-lihat wajahnya juga tampan bahkan sangat tampan.
Sebuah jentikan jari di wajah Stella membuyarkan lamunannya. Entah kenapa pipinya terasa panas. Ia tidak bisa menyembunyikan rasa aneh dan bahagia yang menyelimuti hatinya.
"Bisakah kau lepaskan genggamanmu? Itu membuat tanganku sebentar lagi remuk" Stella tersadar, ia buru-buru menarik tangannya.
"Ah-aku suka bunga aster. Bukankah warna nya sangat hidup dan ceria?" Stella balik bertanya. sedikit gugup, ia mengutuk dirinya yang mudah jatuh akan perkataan manis Nick.
"Kamu benar, kamu terlihat sosok yang ceria" Stella bungkam. Ia kehabisan kata-kata, ia hanya bisa membalas Nick dengan senyuman.
"Hari sudah mulai gelap, kau bawalah Jennie dan jangan sampai lepas lagi. Semoga kita bisa bertemu dikemudian hari" Stella terpanah ia terus menatap punggung tersebut yang semakin menjauh sangat jauh bahkan akan sangat sulit untuk bertemu dengannya lagi, ia memegangi dadanya. Senyum tak hilang dari wajah Stella.
Bagaimana bisa ia mencintai seseorang yang hanya bertemu sekilas? Hanya karena perkataan dan perlakuan manisnya? Semoga saja, semoga saja seperti yang dia katakan. Bertemu di kemudian hari.