Nama : Kendra Vionna
Umur : 17 Tahun
Status : Single
Sekolah : Sman 47 Jakarta
Kelas : 11 Mipa
Aku mengambil fanta float mcd yang berada diatas meja sambil menghela nafas , sambil memikirkan apalagi yang harus aku tulis dihalaman web kencan buta untuk profilku
" Apaan sih lo, udah punya pacar masih ikutan kencan buta kan kasian pacar lo si Yon "
Aril menggeser laptop dihadapanku lalu memutarnya agar dia dapat melihat apa yang ada dilayar
" Anjir vio lu nulis profil kaya lagi nulis data buat lu kumpulin ke sekolah tau ga sih. 11 Mipa? Siapa yang peduli lu jurusan apa . Sumpah fix aneh ini orang " kata Aril sambil terus memandangi layar laptop
Sebenarnya aku hanya iseng ikut kencan buta, ini semua akibat adanya kejenuhan diantara aku dan Yon .
Yon orang yang baik hanya saja dia terlalu ambisius, selalu mementingkan kuliahnya dan berharap bisa menjadi seorang pengusaha melebihi ayahnya.
Yon juga orangnya sangat royal dan tidak pelit. Selain itu , soal tampang dia memang pria idaman . Tapi yang aku butuh bukan itu, aku cuma butuh orang yang bener bener ada disamping aku dan bisa menghibur sewaktu aku sedih . Semua rasa kekecewaan sudah tidak bisa digambarkan lagi lewat kata kata, Yon tidak pernah mengerti perasaan aku yang selalu was was . Jakarta Bandung terasa sangat jauh sampai sampai tiga bulan sekalipun dia tidak pernah menyempatkan untuk bertemu.
" udah gausah galau lah, abisin tuh fanta float nanti ice creamnya keburu nyampur "
Ucap Jani yang duduk tepat disamping kananku.
Suara getaran handphone membuatku berhenti menikmati ice cream dibagian atas fanta float yang dari tadi sudah mencair .
" halo, kenapa ? "
" Vio kamu dimana ? "
" Di Mcd , sama Aril sama Jani "
" Udah jam 5 , jangan pulang malem malem yah sayang "
Ucapan Yon sangat lembut membuatku sedikit heran karena biasanya dia tidak seperti itu
" Eh ko tumben ? Kenapa ? "
" Malem ini aku harus belajar, besok ada quiz jadi aku gabisa temenin kamu chat gapapa ? "
" lagi ? "
" Maaf ya vio, nanti kalo udah selesai aku kabarin "
" Yaudah gapapa, udah dulu ya ga enak sama Aril sama Jani "
Aril dan Jani menatapku bersamaan , sorot matanya seperti meminta penjelasan tentang apa yang sudah terjadi
" biasalah belajar "
" yaelah belajar mulu, lama lama pala si Yon botak pada rontok tu otak keberatan "
Kami bertiga tertawa kecil mendengar celotehan dari Aril.
Aril selalu menghibur aku dan Jani , dia adalah mood booster kami .
" Jani udah belum downloadnya? Drakor mulu , buruan balik udah mau magrib " Kataku sambil membereskan laptop dan menggulung kabel chargernya.
" iya udah, awas lo malem2 ganggu gua! Mau nonton bebep lee jong suk dulu ah "
" Yeuh, ngayal teros buruan pesen grab car " Ucap Aril sambil menjulurkan tangan untuk meminta Jani mengambilkan tas yang ditaruh disebelahnya .
——————————————
Malam ini begitu sunyi
Tidak ada chat atau telepon dari Yon, Jani sibuk dengan Lee jong suk dan pastinya cuma Aril yang tidak ada kerjaan
Ya habisnya Aril jomblo
Aku terus memandangi langit langit kamar sambil membayangkan apa yang harus aku lakukan agar tidak bosan, hanya saja tidak ada ide apapun yang melintas dan hasilnya aku terus memandangi langit langit seperti orang kesambet.
Aku memalingkan pandanganku , getaran handphone dan sinarnya menjadi pusat perhatianku ditengah tengah lamunan
" woi " Ini Aril, dia selalu tau kalau aku sedang bosan
" apaan? "
" besok nonton pesta rakyat ga ? "
" kan besok sekolah ? "
" balik cepet ko , kan katanya jam 12 jalan udah ditutup , udah ikut aja dari pada lu nungguin kabar Yon terus "
" iyee bawel "
" udah pegatin aja cari yang baru "
" asli bacot banget dah "
" ih vio kasar "
Itu bukan kali pertama Aril menyuruhku mengakhiri hubungan dengan Yon , aku tau dia sangat peduli padaku.
Walaupun banyak sakitnya, aku masih sayang sama Yon dan tidak mungkin dengan gampangnya mengakhiri hubungan yang sudah kami jalani selama 2 tahun lebih.
Malam berganti pagi dengan cepat
Aku kehilangan 15menit berharga untuk mandi pagi ini karena alarm tidak berbunyi.
Basuh wajah, gosok gigi, pakai seragam dan yang tidak kalah penting yaitu pakai dry shampoo
Biarpun tidak mandi, rambut tetap harus harum dan on point hehehe
Sedikit taburan bedak bayi diwajah dan sedikit olesan liptint dibibir membuatku tidak terlalu pucat
" anjir lupa ga beresin jadwal, bodo amatlah balik cepet ini "
Aku berangkat dengan tas yang berisikan buku pelajaran hari kemarin .
Buku kosong memang selalu jadi solusi dari setiap permasalahan kesiangan dan lupa bawa buku
Aku turun dari motor dan segera membayar ongkosnya pada supir ojek online yang aku tumpangi, tapi seperti ada yang kurang .
Aku mendengar bel berbunyi dan menghiraukan perasaanku dan benar saja...
" eehhh mba helmnya "
Mendengar perkataan supir ojek online itu membuatku sadar, helm hijau masih terpasang dikepalaku. Aku kembali menghampiri motornya dan mengembalikan helmnya.
Hanya senyum malu yang bisa aku perlihatkan kepada supir ojek online itu sambil meminta maaf karena tidak menyadarinya . Aku berjalan cepat untuk memasuki kelas
" anying malu banget anying " teriakku dalam hati sambil menunduk.
Hari ini belajar seperti biasanya , tidak ada jam pelajaran kosong ataupun jam pelajaran dimajukan. Hari ini seperti tidak menunjukan tanda tanda akan pulang cepat.
" Aril katanya pulang cepet ? "
Tanya Jani sambil mengambil kipas elektrik diatas mejaku.
" Cabut mau ga ? " pernyataan Aril membuat aku dan Jani saling bertatapan. Kaget ? tidak sama sekali. Memang ini yang kami mau.
Bel sekolah berbunyi, menunjukan waktu istirahat kedua. Para siswa dan siswi disibukan dengan shalat berjamaah dimasjid.
Berbeda dengan aku, Aril, dan Jani.
Kami bersiap membereskan tas dan perlahan membawanya kedepan.
Aku berusaha sebisa mungkin memasang wajah yang tidak tegang. Aril dan Jani sudah berjalan jauh didepanku melewati gerbang.
Sekolah kami memang gerbangnya sering dibuka karena kelas 12 sedang uji coba Unbk yang membuatnya masuk pagi dan siang sehingga satpam dan guru piket sulit mengontrol siswa siswi yang keluar masuk sekolah.
Aku membuka tasku dan mengeluarkan masker wajah untuk menutupinya. Aku memang sedikit terkenal disekolah ini, bukan karena cantik ataupun prestasi. Semua mengenal aku sebagai manusia yang jutek dan super ketus, ya walaupun aku sama sekali tidak merasa .
Pelan pelan aku menyusul langkah Jani dan Aril.
" mau kemana kamu ? "
Suara berat laki laki dibelakang membuat langkahku terhenti dan membuat aku panas dingin takut ketahuan .
" kelas 12 emang udah bubar yah ? "
" eh iya pak udah bubar, saya duluan yah "
Aku bergegas menjauhi satpam yang super galak itu, murid disini biasanya memanggil dia doraemon.
Aril dan Jani langsung menggandeng tanganku, mereka tau aku sangat takut kalau sudah berhadapan dengan satpam yang satu itu. Galak, garang, ketus, apapun selalu dilaporkan ke guru piket.
" Yaudah yu mending nonton pesta rakyat siapa tau gua dapet cowo, Vio dapet pengganti Yon " ucap Aril sambil merangkul pundakku.
" Semoga gua ketemu Lee jong suk! " kata Jani sambil senyum senyum sendiri .
Aku dan Aril hanya tertawa melihat Jani yang terus halu sepanjang jalan.
Aku berharap bisa terus bersama mereka setiap hari ~
Makasih yang udah baca :)
Jangan lupa vote + comment + follow .
~anyaaa
YOU ARE READING
Pulang
RomanceAku adalah rumah Rumah yang kehilangan pemiliknya Kosong dan rapuh karena terlalu lama ditinggal Tidak ada lagi tawa dan kehangatan di dalamnya Setiap dari kamu yang singgah selalu memberi harapan untuk menetap , hanya saja aku ditakdirkan untuk me...
