Kenalan dulu bray!

192 8 1
                                        

Yuda's POV.

Halo guys, kenalin, nama gue Yuda. Panjangnya Yudhistira Pramono. Bungsu dari tiga bersaudara, umur hampir 31 tahun dan lagi bosen-bosennya sama kehidupan. Jangan salah paham ya, gue bukan sultan kok apalagi anak konglomerat. Sama sekali bukan. Tapi gue juga bukan pengangguran. BIG NO.

Setelah lulus kuliah, gue yang multitalenta ini memutuskan kerja jadi koki di Jepang. Kuliah bisnis tapi kerjanya jadi koki, udah pasti keluarga besar maki-maki. Setelah tau gaji gue sebagai koki lumayan gede, mereka langsung kicep. Emang dasar. Selain kerja, gue jadi belajar banyak hal disana.

Gimana pun juga Jepang bukan tanah kelahiran gue, walaupun rutin pulang tapi tetep aja sering ngerasa homesick sama tanah air dan mulai jenuh sama rutinitas disana. Yang gue kangenin bukan pemerintah, ya kali ah, tapi keluarga. Akhirnya setelah lima tahun kerja, gue memutuskan pulang ke Indonesia dan mendirikan coffe shop yang ada di kota ini. Nggak besar sih, tapi cukup ramai. Ya, bisalah buat pesan menu Omakase seminggu tiga kali kalau gue lagi pengen dimanjain chef lain.

Punya pengalaman kerja di Jepang dan background bisnis dari kuliah nggak membuat gue kesulitan saat mengelola coffe shop. Justru sekarang gue bisa ongkang-ongkang di rumah sendiri atau jalan-jalan kemana pun gue mau. Nggak kerasa usaha gue udah berjalan dua tahun. Dan disitu lah masalahnya.

Gue mulai bosen.

Beberapa bulan lalu gue yang iseng ini mencoba ikut audisi Master Chef. Pokoknya never let anyone know your next move. Dan yap, gue lolos. Seru juga bisa ketemu orang dengan latar belakang yang bermacam-macam disana. Selalu degdegan tiap masakan buatan gue dicobain sama Chef Juna, beuh. Sayangnya gue nggak pulang sebagai juara alias tereliminasi. Nggak masalah sih. Dari awal ikut acara itu gue emang nggak berharap menang. Cuma sekedar iseng aja, nggak lebih.

Dan kalian semua harus tau. Sekarang gue udah ditahap jengah banget tiap nyokap gue telfon. Kenapa? Ya karena beliau ngeburu-buru gue buat nikah mulu. Entah udah keberapa puluh kali gue menolak. Alasannya yang gue pake masih sama, belum siap mental. Lagian juga gue ngerasa masih belum selesai sama diri gue sendiri. Masih ada sesuatu yang pengen gue lakuin, tapi nggak tau itu apa. Menikah itu sekali untuk selamanya, gue nggak mau pasangan gue atau gue sendiri nggak bahagia nantinya.

I came here to drop some money, dropping all my money~
Drop some money, all this bread so yummy, yeah~

Gue yang lagi scroll youtube shorts spontan melempar hp saat nada dering telepon gue bunyi. Kaget soalnya, kenceng banget macem toa. Btw jangan salfok sama lagunya, kerjaan karyawan gue. Layar hp gue memperlihatkan sebuah nama yang rutin muncul disana. Ya, siapa lagi kalo bukan kanjeng mami. Udah pasti mau nanyain kapan nikah, lagi.

"​Ma... udah berapa kali Yuda bilang kalau belum siap nikah?" gue langsung menjawab tanpa salam, bahkan sebelum itu benda benar-benar nempel di telinga. Saking hafalnya sama urutan omongan beliau.

​"Ish, dengerin dulu," protes Mama. "Kalau terima warisan, kamu udah siap belum?"

​Suara Mama di seberang sana terdengar tenang, berbanding terbalik sama jantung gue yang mendadak kayak disengat listrik.

"Warisan?" gue memekik pelan, nyaris tersedak ludah sendiri. "HAH, WARISAN?! MAMA SAMA PAPA DI MANA SEKARANG? BAIK-BAIK AJA KAN?! NGAKU MA, SIAPA YANG SAKIT?!"

​"Yuda, ih! Nggak usah teriak-teriak dong, kuping Mama sakit tau!" omel Mama, mungkin sekarang beliau lagi menjauhkan ponsel dari telinganya sambil ngelus dada.

​Gue memijat pelipis, isi kepala udah traveling ke mana-mana. "Lagian Mama apa-apaan sih tiba-tiba bahas warisan. Jangan-jangan... ini alasan Mama nyuruh Yuda cepet nikah? Karena Papa sama Mama udah nggak kuatー"

​"Bukー"

​"Maaa, maafin Yuda, Ma! Yuda janji bakal lebih sering pulang, tiap hari deh kalo perlu. Tapi jangan kasih warisan sekarang please, Yuda nggak mau jadi yatー"

​"Heh, ngawur! Kamu tuh kebanyakan nonton sinetron ya?" Suara Mama naik satu oktav. "Mending cepetan kamu ke rumah sekarang. Papa udah nunggu di ruang tamu, biar dia yang jelasin semuanya sebelum kamu makin ngaco."




ーtbc.

lemme present to you

Deze afbeelding leeft onze inhoudsrichtlijnen niet na. Verwijder de afbeelding of upload een andere om verder te gaan met publiceren.

lemme present to you...

Yudhistira Pramono

Yudhistira Pramono

Deze afbeelding leeft onze inhoudsrichtlijnen niet na. Verwijder de afbeelding of upload een andere om verder te gaan met publiceren.

or Bang Yuda

⚠️⚠️⚠️

Welcome to my first local fiction! Cerita ini murni imajinasiku, kalau ada kemiripan dengan cerita lain mungkin cuma ketidaksengajaan. Aku nggak pernah berniat buat plagiat cerita siapa pun, dan nggak mau juga kalau ceritaku di plagiat.

Aku harap kalian nggak bawa karakter dan plot di cerita ini ke akun official, semua tokoh disini nggak ada sangkut pautnya sama kehidupan pribadi para idol, so... be wise dalam menjadi pembaca ya^^

thank you, enjoy reading~



📌 lilfo.

Kos Bang Yuda [&TEAM]Verhalen om door geobsedeerd te raken. Ontdek het nu