Happy membaca😋 Jangan lupa Voment ya😉
💤
"YA AMPUN TARAAAA!!"
"Duhh, ribut banget !" protes gadis bernama Tara itu. Tamara Farisha Anastesi, salah satu cool girl di SMA Kharisma Bangsa. Pemalas, dan suka tidur. Keras kepala dan tidak suka dinasehati. Itulah Tara.
"Tara, ini masih jam 8, dan Lo udah ngantuk?" sentak sahabat Tara, Cindy Aurelia Aldiva. Satu satunya orang yang paling sabar menghadapi sifat keras kepala Tara. Berparas cantik, berhati baik, sungguh membuat kaum adam tergila gila akan Cindy.
"Bu Erna datang, gue bangun."
"Bener, ya? Gue balik dulu, bye!"
Cindy meninggalkan ruang kelas Tara dan kembali ke kelasnya. Kegiatan membangunkan Tara, memang sudah menjadi kewajibannya. Setiap pagi Cindy rela pergi ke kelas Tara, yang berada di lantai dua demi membangunkannya. Mereka memang seangkatan, bedanya hanya Tara yang mengambil IPA dan Cindy yang mengambil IPS.
Cindy berlari menuruni tangga, ia takut, kalau guru yang masuk ke kelasnya pagi ini sudah datang. Dengan tergesa gesa, Cindy berlari dan langsung mengetuk pintu kelasnya.
"Permisi, Bu!" salam Cindy, ada guru baru yang masih muda, guru itu pun menyuruh Cindy untuk masuk, dan mulai mengajar kembali. Untunglah pagi ini keberuntungan berpihak kepadanya, kalau tidak bisa saja dia terkena hukuman hanya karena tugasnya setiap pagi membangunkan Tara.
💤
Pelajaran pagi ini berlangsung tenang, di kelas XI IPA 2. Belum ada teguran untuk Tara. Efek menonton film sampai dini hari tadi, tidak henti-hentinya Tara menguap, di kelas.
Tara sudah tidak tahan lagi untuk menahan rasa kantuknya. Dan akhirnya, Tara tertidur dengan melekukkan kedua tangannya sebagai tumpuan kepalanya.
"TAMARA FARISHA ANASTESI! KELUAR SEKARANG!" Tara tersentak dan mengerjapkan matanya beberapa kali. Tara berdiri dan mulai berjalan mendekati pintu kelasnya.
"Tara, mau ke mana kamu?" tanya Bu Erna.
"Ya keluar, Bu. Ibu, kan, yang nyuruh?"
"Saya tidak ada menyuruh kamu keluar," Tara melihat kebelakang. Seorang pria menertawakan dirinya.
Oh God!
"Maaf, Bu."
"Duduk!" perintah Bu Erna dengan nada yang cukup tinggi. Tara berbalik dan kembali ke kursinya.
"Ryan! Lo, tuh, ya. Argghh.." Tara langsung saja memukul sebangkunya, Ryan alias Febryan Rafassya,Cowok humoris yang banyak diidam-idamkan oleh siswi siswi SMA Kharisma Bangsa. Sifat jahilnya, membuat Tara tidak betah sebangku dengan dia.
"Baiklah kita lanjutkan..."
💤
Kringg... Kringg...
Bel istirahat sudah berbunyi, seluruh siswa-siswi SMA Kharisma Bangsa bersorak senang, dari ruang kelas masing-masing.
Lantas, semua guru mengakhiri pelajaran dan keluar dari ruang kelas yang mereka masuki.
Cindy berlari kencang hanya untuk menemui sahabatnya. Dia berlari, sampai sampai tidak melihat anak tangga terakhir, yang mengakibatkan dia tersandung.
"Duhh," ringis Cindy, kesakitan. Sebuah tangan kekar, terulur di depannya. Tanpa pikir panjang, Cindy menerima tangan itu dan berdiri.
"Makasih, ya," ucap Cindy berterima kasih. Pria yang membantu Cindy itu hanya tersenyum dan pergi. Cindi tidak mengalihkan tatapannya sampai pria itu benar-benar menghilang dari balik tangga.
Cindy tersenyum sepanjang perjalanan menuju kelas Tara. Sesampainya ia di kelas Tara, Cindy langsung menjumpai Tara dan berteriak, "TARAAAA!!"
"Duuuuhhhh, Cindy Aurelia Aldiva, gue Tamara Farisha Anastesi, ngantuk!" tegas Tara, yang merasa sangat terganggu oleh kehadiran Cindy.
Cindy mendekat dan duduk di sebelah Tara. "Tar, lo tau ga-"
"Gak tau dan gak peduli." potong Tara cepat.
"Denger dulu! Tadi, kan, gue jatuh, trus ada laki laki, ganteng banget, nolongin gue," curhat Cindy sambil tersenyum.
"Terus?"
"Kayaknya gue suka sama dia!"
"Oh," Tara kembali menelungkupkan kepalanya, di atas meja.
"Eh, Tar Tar Tar Tar!"
"Apalagi, sih, Cin?!"
"Dia ngikutin gue, dia dateng dia dateng. Ke arah gue. Oh my God!" Tara mendongak, ia melihat pria yang kini berjalan mendekati mejanya, dan tertawa.
"Kenapa ketawa?" bisik Cindy, cemberut.
"Lo suka Ryan?" Tara malah bertanya balik.
"Permisi, gue mau duduk," ucap Ryan.
"Ka-kalian? Se-meja?"
"Udah, mending lo balik." Cindy berdiri dan mempersilahkan Ryan untuk duduk.
"Ya udah, Tar, gue balik dulu, ya. Bye!" Cindy berbalik dan melangkah dengan senang. Bersamaan dengan menghilangnya Cindy dari balik pintu, Ryan menatap Tara, meminta penjelasan. Tara hanya mengedikkan bahunya acuh, memulai tidurnya kembali.
"Dia siapa? Kenapa liatin gue aneh kayak gitu?" Tara tidak menjawab.
"Tara! Jawab!" Sama saja Tara tak menjawab, menoleh pun tidak.
"Dasar perempuan!"
— - - - - - - - - - - - - - - - - - —
Hei Hei!!!!!!!
Kabar gembira untuk kita semua.
Bela hadir dengan cerita barunya.
Wkswkswks,,,oke gaisss..
Part 1 ny Bela pendekin dulu, ehe.
Part selanjutnya? Pasti bakalan panjang panjang kok.
Baca yaa.. Jangan lupa klik bintang..
This is my first story, jadi maafkan kesalahan penulisan atau typo-nya. Okeyyy,jadi readers yg setia yaaaa😋
Only Mine! bakalan fast update, ok sip, thankyou bye.
Salam Bela♡
27 Maret 2019
YOU ARE READING
Only Mine!
Teen FictionPernah gak sih, suka sama cowok, dan dia pacar sahabat kita sendiri? Ya, suka karena dia adalah pacar sahabat kita. Padahal sebelumnya, gak ada rasa sama sekali. Itu juga yang dirasakan oleh Tara, membenci Ryan adalah pilihannya, tetapi saat Ryan m...
