"Aku memintanya untuk tinggal, tapi ia bersikeras meninggalkanku.
Aku memintanya untuk menggenggam tanganku, tapi ia melepaskan tautannya.
Aku memintanya untuk tetap memandang ke arahku, tapi ia tetap berpaling bertemankan udara kosong dan isak kecil yang menghujam jiwaku."
Aku tidak tahu jika melihatnya membuat diriku menjadi terpengaruh akan afeksi kehangatan darinya. Sering aku mengutuk diri sendiri karena dia melarangku untuk mengkhawatirkannya. Tak pernah sekalipun ia membiarkanku terbenam dan menunggu untuk waktu yang lama. Ia tak pernah tahu, jika ia menanggungnya sendiri, membuatku seperti tak memiliki daya apapun. Bahkan, mungkin aku akan lebih mengkhawatirkannya.
Hanya masalah waktu, awal akan bertemu dengan akhir. Perjumpaan akan bertemu dengan perpisahan. Sampai jumpa dirasa lagu paling tak ingin dinanti jika alunan selamat datang telah terngiang.
Namun bodohnya aku, tak bisa memahami situasi hingga ia mengalah dan memilih pergi. Akulah manusia paling bodoh, yang mempertahankan ego dan melepaskan sesuatu yang seharusnya erat kupeluk.
Malam itu, dalam guyuran hujan deras, dengan kursi kosong di sebelahku, di balkon apartemen berhiaskan lampu neon keemasan nun jauh di sana, ia meninggalkanku dengan tanda tanya tak terhingga.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Notes :
(I NEED YOUR ATTENTION, FROM BOTH OF YOU)
1. Jangan panggil thor, aku punya nama, bisa panggil Ra. Ato aku lebih suka dipanggil teteh, hehe.
2. Budayakan memahami setelah membaca.
3. Setelah paham, bisa dong kasih vote sama komentar biar aku semangat nulis biar ga kayak di work satunya, hehe.
Baiklah, setelah sekian lama hiatus, aku kembali dan insyaallah akan fokus sama work ini dulu. Oiya, Me After You sama The Way We Fall itu berhubungan loh hehe, *kok udah ngasih clue sih? Emang gada yg nanya sih.* Cerita ini spesial, karena idenya berjalan bersamaan bareng sama si penyemangat aku. Semoga ga gampang stuck lagi, hehe.
Kok kebanyakan ngomong sih? Hmmm
Jadi, mau ga kalian nunggu part selanjutnya?
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
YOU ARE READING
ME AFTER YOU
FanfictionTeruntuk kau dan aku yang akan menjadi kita, dulu.. Tentang kau dan aku yang ingin kembali berjalan sambil meniti masa depan yang sempurna terajut dengan benang kusut masa lalu. Tentang kau dan aku yang sama-sama pergi dan menghilang dari bumi. Te...
