Ketaksaan.
n perihal taksa; kekaburan; keraguan (tentang makna); ambiguitas
•
•
•
•
Kamu adalah sebuah keraguan yang tercipta disengaja untuk menguji perasaan
Pagi itu tak sengaja tuhan mempertemukan aku dan kamu, tepatnya di halte bus biasa aku menunggu. Kamulah yang memulai percakapan sekaligus pertemuan ini.
"Ngampus ya?" tanyanya dengan suara berat.
"Saya?" jawabku sambil menoleh kesamping dan kebelakang yang ternyata hanya ada ibu-ibu dan suaminya.
"Tentu, hehe" dia mengeluarkan senyum yang tidak seharusnya diberikan kepada orang asing sepertiku, atau memang orangnya sebaik itu aku tak tau.
"Oh iya mas" jawabku singkat dan kembali mendengarkan lagu yang kuputar di earphoneku.
"Kampusnya mana mbak?" tanyanya lagi tanpa melihat wajah yang sengaja kutampakkan malas mengobrol.
"Usakti mas" singkat, dan dia mulai merasa kalau aku tidak berniat menjawab.
"Ohh gitu" setelahnya dia tidak lagi bertanya ataupun mengajakku berbicara, terkesan jahat. Tapi di kota metropolitan seperti ini memang harus bersikap begitu bukan?
***
Dia adalah orang asing, benar benar orang asing, setidaknya 4 tahun lalu di tempat ini. Kalau diungkapkan, mungkin ada 3 kata yang pantas diberikan untukku "tidak tahu malu". Bisa jatuh kepada orang asing itu, setelah pertemuan ke sekian kalinya di tempat yang tak terduga.
Aku kangen...
Saat ini kita belum bisa untuk bertemu kembali apalagi untuk saling memberi perhatian. Rasanya untuk melakukan itu rinduku terkalahkan oleh gengsiku.
Kamu baik-baik kan? Aku harap kamu tidak menjadi terlalu baik yang akhirnya membuat orang kalau tidak murka ya suka. Kita ini awalnya juga dua orang asing yang akhirnya belum jelas menjadi apa, pun kamu dengan orang-orang yang kamu temui nantinya.
Yang merindu,
Micca. Usakti 2013.
