Hai, masa laluku. Yang pernah singgah di hati, meskipun hanya sementara. Bukan apa-apa, aku hanya ingin menyapa tanpa menanyakan kabarmu. Karena ku tahu kau sudah bahagia ketika tak bersamaku lagi. Aku ingin mengatakan sesuatu, dan ini mungkin cukup penting. Kala itu aku cukup terkejut dengan keputusan mu yang memilih untuk pergi, dimana aku sangat mencintaimu namun kau tidak lagi. Mendengar keputusan mu begitu, aku sakit, hatiku remuk, hancur, sulit untuk dirakit kembali. Itu hal yang biasa dirasakan seorang pujangga ketika baru putus cinta.
Bahkan pepatah bilang "Jika kau jatuh cinta, kau harus siap patah hati" namun aku menghiraukannya, karena aku hanya berfikir 'Kita akan bahagia'. Aku merasa telah di khianati olehmu, tanpa sadar mungkin kau memilih pergi karena kesalahan ku sendiri. Aku selalu merasa 'akulah yang paling tersakiti', merasa semua adalah kesalahan mu yang membuat aku tersiksa, aku yang di sakiti olehmu, tanpa berfikir bahwa kau pun tersakiti olehku.
Aku sadari sekarang, tak hanya aku yang tersakiti, kau juga. Aku merasakan sakit ketika hubungan kita berakhir. Sementara, kau merasa tersakiti ketika kita masih bersama. Benar, pergi adalah cara terbaikmu untuk berhenti merasakan sakit terus menerus. Kini giliran ku, yang harus mencari cara untuk berhenti merasakan sakit yang kurasa.
Maaf, ini yang ingin kusampaikan padamu. Atas segala luka yang pernah ku beri padamu. Aku selalu memikirkan diriku sendiri, hanya berfikir akulah yang terluka dan kamu tidak. Aku tak meminta untuk kita kembali bersama, mengulang kembali kisah dengan cerita baru. Tidak.
Aku ingin tetap kita seperti ini, berjalan di jalan yang berbeda dan mempunyai kebahagian masing-masing. Biar luka ku yang belum sembuh ini aku yang menyelesaikannya sendiri, karena ini salahku dan tentunya kau juga takkan peduli lagi. Karena luka ku ini aku belajar dari segala kesalahan yang kubuat, dan hingga aku bisa menulis semua ini.
Sampai jumpa, aku harap kita bertemu ketika aku sudah sembuh dari sakit ini. Dan aku meminta padamu, Ingatlah aku sebagai orang baik. Hati-hati dalam perjalananmu menggapai segala impian mu. Namun, apabila kita dipertemukan kembali sebagai jodoh. Semoga semesta mempertemukan kita dengan cara yang baik tanpa mengungkit masa lalu. Namun tetap, jodoh hanya Tuhan yang tau.
Aku pamit.
