" Duduk !! Cepet ngga usah banyak nanya ya!" ucap Uska .
"Hello sorry ya salah gue apa! Semena - mena banget , emang disini Lo itu siapa !! berani-beraninya nyuruh gue ! ." balas siswi kelas XII IPA 5 dengan gemetar.
"Udahlah Uska dia emang gitu, Ga tau DIRI! belagu emang , ambilin cermin tuh btw kaya Laverna" Ucap Putri dengan tertawa hambar
Plak!! Satu tamparan mengenai pipi Putri . Putri melihat sekililingnya kantin lumayan ramai . Putri mengusap pipinya dengan santai. Dia tersenyum . Dia tau pelakunya , Dia tidak terkejut. Tanpa basa - basi Putri meninggalkan kerumunan kantin menuju kelasnya.
Disisi lain, dikerumunan kantin guru memarahi siswanya habis - habisan.
"Ini akibatnya jika kalian berteman dengan Putri Sopan Santun tidak punya. Selalu melanggar tata tertib! " Ucap Guru .
"Anda suci Bu, Kami penuh dosa! " balas Alvia .
Belum sempat Bu Nani menjawab.
Uska dan Alvia pergi meninggalkan kantin menuju kelas.
Putri duduk dikursi paling belakang, Dia menelungkupkan kepalanya di meja, Dia tidak marah dengan kejadian tadi. Dia sedang berfikir mengapa kejadian ini terjadi setelah memasuki awal kelas 12 semester 2 . Bukannya satu sekolah takut dengan Devil's ( Geng Kejam) . Siapa yang berani melaporkan ini. Yang membuat penasaran Putri Mengapa pelapor tersebut melapor kepada tantenya? . Tanpa berbuat salahpun tantenya memang membenci Putri, apalagi berbuat salah coba. Dan parahnya hari ini Devil's membully sepupu Putri , Lebih tepatnya anak dari tantenya. Mendengar suara temannya Dia langsung berpindah di kursinya dan tersenyum , seolah tidak terjadi apa - apa .
"Put?? are you okay?? Pipi kamu merah banget?. " Ucap Uska dengan khawatir .
"Lebay . Kena tampar berkali - kali ngga buat gue mati deh . " balas Putri dengan tersenyum .
"Hmm.. Ini bukan kejadian pertama, kalian sadar ngga sih? Setiap kita bully orang pasti Bu Nani datang terus nampar Putri , aneh ngga sih? " balas Alvia .
"Kejadian kegini ada awal kita masuk kelas 12 semester 2 " balas Uska .
" Iya Uska, padahal kita yang bully tapi kenapa Putri yang kena tampar? , Putri baru dua kali bully orang sampe ngomong biasanya mah Putri cuma diem ngliatin kita heeh? Aneh kan " balas Alvia .
"Ih Put malah bengong doang " balas Uska .
"Lagi mikir Anjir! Kalian inget terakhir kita bully tanpa adegan kena tampar? "
tanya Putri kepada dua temannya .
"Gue Inget!! " balas Uska dengan girang .
"Kapan?? " balas Putri dan Alvia serentak .
"Seleksi FLS2N , waktu Lo mau nyanyi Put! Waktu itu gitar Lo dipinjem sama adek kelas, Pas dibalikin senarnya putus semua " balas Uska .
Putri mengangguk-anggukan kepalanya, Dia ingat kejadian tersebut yang membuat nya gagal mengikuti lomba tersebut. Sejak memasuki SMA impiannya adalah mengikuti lomba bergengsi tersebut, Ayahnya sangat berharap kepada dirinya karena itu kejadian tersebut membuatnya sangat kecewa , Tapi ia tidak mempermasalahkan kejadian itu, Ia berfikir mungkin Tuhan belum mengizinkan. Ia berusaha menahan kecewa dan memendam semuanya selama satu setengah tahun, hingga kejadian tersebut terulang kembali ketika ada Audisi Vokal untuk band sekolah. Anak tersebut membuatnya kembali gagal mengikuti Audisi tersebut. Pada saat Class meeting tiba Putri membully Anak tersebut di ruang kesenian. Ia kalap dan membuat anak tersebut tak sadarkan diri. Ia menyesal, ia berniat meminta maaf kepada anak tersebut tetapi saat memasuki awal semester dua kelas 12 . Ia meminta maaf kepada anak tersebut tetapi anak tersebut tidak memaafkannya.
"Atau jangan - jangan ini ada hubungannya sama Hanna? " balas Alvia.
"Udahlah ngga usah difikir, lupain aja. PR kalian udah dikerjakan belum, ada Bu Novi tuh " balas Putri .
"Anjir! belum! Pinjam PR-nya Put ? " balas Uska .
"Itu dipinjem Alvia " balas Putri.
"Anjir!! Keduluan, PR-nya bawa sini nggak?! " balas Uska .
Putri hanya melihatnya dan tersenyum, padahal sudah jelas-jelas di papan tulis tertulis "Hari ini sosiologi kosong gaess" .
YOU ARE READING
Putra Dan Putri
Teen FictionMemasuki awal kelas 12 semester dua kehidupan Putri berubah. Putri adalah salah satu anggota Geng Devil's . Geng Devil's adalah Geng Kejam di Sekolah Merah Putih. Pekerjaan sehari - harinya membully dan membully. Semua orang menganggapnya seperti i...
