CEMEN itu mungkin kata yang tepat buat ku sekarang.
Ya, mengakuimu dari dasar hatiku yang paling dalam kalau aku menginginkanmu.
Tapi aku cukup waras untuk menyadari bahwa dirimu terlampau jauh untuk ku,
bahkan lengkingan suaramu hanya terdengar samar di telingaku,
Gerak bibirmu bahkan kadang tak terbaca olehku,
Siapalah aku?
Apa artianku?
Apakah aku terlihat olehmu?
"Hahh" helaan nafas panjangku membangunkanku,
Ada dinding yang tak kasat mata berdiri kokoh mengelilingmu,
Dinding pemisah yang memberikan batas aman untukmu dan mungkin juga sebenarnya untukku,
Aku ingin sekali merobohkannya dan menyatu bersamamu,
Namun akhirnya aku menyerah,
Menyerah dalam artian aku hanya mampu memandangmu dari kejauhan,
Mengamatimu dalam kebisuan,
............
8 April 2019
YOU ARE READING
Dunia Imagiku
RandomCinta semu ku yang terus membayangiku. Untuk kamu yang pernah dengan tulus menyapa hatiku dengan tutur hangatmu, maaf udah jadiin kamu tokoh utama tulisan ku ini. Karena, hanya di wattpad aku bisa menceritakan tentangku dan kegilaanku padamu. Tapi...
