aku terlahir.

52 15 4
                                        

"Self injury adalah penyakit psikis yang diakibatkan oleh terganggu nya mental sejak dini,penyebab terganggunya mental antara lain karena kekangan keluarga,tuntutan,dan tekanan dari lingkungan sekitar"

++++++++++++

  Anra adalah seorang  wanita yang terlahir di negeri bornea,tepatnya di kota balikpapan...ia terlahir dari keluarga yang harmonis nan damai,konon katanya ia terlahir menjadi bayi yang prematur  dan usia kandungannya hanya tujuh bulan saja,tapi parasnya...sangat cantik.Amoy singkawang pun akan kalah kecantikannya oleh dia,
Keluarga nya utuh ketika ia terlahir kedunia melihat mentari terbit dari timur dan terbenam dari barat,
Ia adalah anak ketiga dari tiga bersaudara dan artinya ia adalah seorang anak bungsu,semua kakak nya seorang laki-laki ,tak ayal jika keluarga mereka sudah terbilang sempurna.keluarga yang utuh dan bergelimangan harta.

"Mamih,jaga anak ku baik-baik.Agar kelak menjadi wanita yang cantik"

"Iya Ayah,kan kujaga anak kita.semoga benar yah , yang dokter kata kalo bayi kita akan perempuan"timpal mamih selti.

"Amin yah mamih,yasudah aku berangkat kerja dulu yah,mamih jaga diri baik-baik"jawab  dan dengan lembutnya ia mengusap perut istrinya,sungguh tenang melihat interaksi antara ayah dan anak dalam kandungan ibunya.

"Baiklah,hati-hati ya, ayah"

Suasana sarapan pagi diakhiri dengan kepergian Renca  meninggalkan Salti dan calon bayi nya untuk segera bergegas pergi bekerja.

Renca bekerja di salah satu pertambangan terbesar di kalimantan,mangkanya tak ayal kalo harta mereka tak diragukan lagi .

Bekerja di pertambangan banyak sekali menguras waktu,tak heran kalau Renca akan pulang ke rumah dengan jangka waktu yang tak bisa di tentukan.Kadang tiga bulan sekali,atau enam bulan sekali,atau bahkan hanya ketika lebaran saja ia pulang.

Hal itu sudah menjadi beban yang harus Renca rasakan dan dijalankan itu semua karena untuk kesejateraan Salti dan anak-anaknya.

Apapun akan Renca lakukan demi keluarga yang di  cinta,dan Salti tak sekali keberatan dengan keadaan saat ini,benar-benar lapang dada.

Hari berganti minggu
Minggu berganti bulan...
Tak terasa Renca sudah meninggalkan keluarga kecilnya selama tiga bulan,dan tak terasa pula kandungan Salti mulai beranjak dewasa...

Suatu ketika Salti menemui kakek dari calon anaknya yang rumahnya berjarak dengan batas satu kota yaitu kota samarinda,sehingga harus ia berlama lama dalam mobil dan membuatnya sangat capek,ia bertujuan untuk meminta nama yang baik untuk anak nya kelak..
Seperti sudah menjadi kebiasaan orang dahulu,kakek akan menjadi sebuh acuan atau referensi untuk pembuatan nama ...
Konon katanya,nama dari kakek akan menjadi sebuah doa baik bagi kehidupan anaknya kelak.

"Kira-kira nama yang baik buat anak ku siapa yah ke?"

Tanya Salti kepada kakek.

"Aku sudah merencanakan sebelum kau menanyakan"

Timpal kakek nya dengan tegas.

"Oh gitu kek,terus siapa namanya?"tanya Salti lagi

"ANRA MAHENDRA"

"kok seperti cowok kek namanya?"

Tanya Salti sedikit terheran-heran dengan nama yang kakek nya berikan.

"Sudah,kamu jangan banyak tanya.kakek tau apa artinya"tegas kakek.

"Oh yasudah terserah kakek aja"

jawab Santi dengan nada lemas.
Setelah berbincang banyak dengan keluarga di samarinda,akhirnya Salti memutuskan untuk pulang,setelah senja tiada!

Jenjang dari tiga bulan menuju tujuh bulan amat terasa singkat,tak ada tanda-tanda kepulangan dari Renca,ayah kandung Bery dan Surey ,dan juga calon bayinya itu.Kalau sudah tujuh bulan tak pulang,bisa di pastikan ia akan pulang hanya ketika lebaran...itu sudah menjadi kebiasaan.

"Bery,Surey!.kapan ayah kalian pulang?ibu kamu sudah mulai kontraksi dini:"

Tanya nenek yang sedia menemani Salti di dalam ruang operasi ketika Salti terbaring lemah tak berdaya.

"Tidak tahu nek,kan nenek tau kalo ayah sangat sibuk"sikap kakak beradik itu cenderung cuek akan kehadiran adiknya nanti,tak ada yang di takutkan dan tak ada juga yang harus di istimewakan,pungkasnya!.

"Gimana sih,istri mau lahiran kok gak bisa cuti sama sekali"

"Ya Surey gak tau nek,!"

Jawab Surey dengan cuek.

Itu sesuai prediksi memang,kalau kandungan Salti akan menjadi prematur kelak,karena rahim Salti terbilang sangat lemah,tak heran jika jarak antara bayi dengan dua kakak laki-lakinya sangat jauh,hampir 13 tahun lamanya.

Dalam ruangan operasi sudah terdengar rintihan dan jeritan seorang ibu yang sedang berjuang melawan sakit demi seorang bidadari yang diimpikan.Terdengar sangat jelas ditelinga ketika Salti selalu memanggil nama suaminya di tambah rintihan dan kesakitan yang semakin mendalam di rasakannya.

Disitulah nyawa seorang ibu dipertaruhkan,tak ada banyak kecemasan di pikiran Bery dan surey,santai saja mereka memainkan handphone yang ayahnya belikan ketika Bery dan Surey akhirnya  berhasil naik kelas setelah sudah dua tahun mereka mandeg di kelas 2 SMP.

Namun,di sisi lain nenek nya sangat tegang menantikan kelahiran cucu ketiga dari anaknya,sembari membacakan komat kamit di mulutnya,doa dan sumpah serapah ia ucapkan tanpa henti.
Tiba-tiba suara hening,Salti di suntik sehingga supaya ia tak merasakan apa-apa...

Dan suasana semakin hening
Benar-benar tak ada tanda tanda kehadiran Renca disini.Apa ia tak berfikir ketika dokter memponis bahwa anaknya akan terlahir prematur,atau bahkan ia tak memperhatikan apa yang di ucapkan dokter ketika itu,memang...ia seorang yang sangat sibuk,ketika kedokterpun tak lepas dari satu menit telponnya terus berdering,jika tak diangkat,telpon itu benar benar tak ingin berhenti menyanyikan senandung nada dering.

Hening....

Dan tiba-tiba...

"Ea...eakhhhh..."
Suara tangisan bayi terdengar sangat kencang memecahkan keheninga.
Bergegas nenek menjumpai dokter yang sudah tegap berdiri didepan pintu masuk ruangan operasi.

"Gimana dok cucu saya"

Sangat excited sekali  nenek rasakan.Tangannya sedikit gemetar akibat ketegangan yang melanda...

"Alhamdulillah semuanya baik-baik saja nek,semuanya selamat,ibu nya dan bayi nya..dan bayinya berjenis kelamin perempuan,nek!"

Jawab dokter itu dengan senyum yang melebar dalam dua sisi.

"Alhamdulillah dok,terimakasih yah dok"tak terasa air mata menetes di pipi nenek.

"Iya ,sama-sama nek"

Sebenarnya sudah berbagai cara yang dilakukan keluarga untuk menghubungi Renca,tapi karena disiplin kerja di pertambangan yang tak boleh membawa alat komunikasi  membuat semuanya teramat sulit untuk di hubungi.

"Selamat yah anak ku!"Nenek langsung memeluk anak dan cucunya dan langsung menggendong cucunya dengan lembut.

"Iya bu,makasih ya bu!"Salti tersenyum menatap ibunya.

"Ada tiga jenis self injury,yaitu antara lain:
-self injury ringan
-self injury sedang
-self injury parah
...kira-kira self injury mana yang ada pada Anra mahendra?
Kisah Amoy (bukan singkawang) akan selalu menjadi misteri...

Self injury [kisah seorang Amoy ]Historias para obsesionarse. Descúbrelo ahora