[1]-Dia Arina

8 0 0
                                        

Dia Arina, seorang gadis biasa dengan style 'tomboyish'. Bukan siswi unggulan, hanya segumpal kentang yang suka duduk dipojokan belakang dekat jendela. Kesan pertama kali semua orang kepadanya pasti 'Cewek judes' tapi kalau sudah kenal pasti kaget karena Arina adalah seorang 'Otaku'; atau dia lebih senang diberi julukan 'Gadis yang menyukai anime tertentu, dengan pair tertentu, husbando tertentu, dan para aktor tertentu'.

Arina bukan tipikal hard-core fans, hanya saja kalau menyangkut hal favorit nya dia akan sedikit 'menggila'.

Siswi kelas 2 SMA di suatu kota yang tercukupi ini bukan #richpeople jadi rajin menabung dan tidak sombong- walau hasil nabungnya buat beli merch lalu foto, upload, pamer di sosmed. Walau tomboy tapi Arina tidak terlalu suka hal-hal berbau olahraga, apalagi olahraga yang dapat menurunkan image nya aka olahraga yang dia tidak bisa aka malas.

Seperti pagi ini, jam pertama di hari Senin selekas upacara langsung Olahraga. Dan bagian terburuknya adalah...

Senam

Lantai.

*Fyi, Arina bermasalah dengan backroll dan sikap lilin. Yang dimana karena ditonton anak laki-laki dikelas membuat dia merasa panik mendadak yang malah sering nya membuat dia berhasil melakukan backroll itu sendiri-iya aneh emang.

Well, bukan cuma Arina tapi seluruh siswi dikelasnya mengeluhkan hal yang sama.

"Aelaaah, mending lari sprint trus jatuh daripada roll depan trus nyungsep" teriak salah satu teman perempuannya, dilanjut sahutan teman-temannya yang lain.

"Bener! Atau ga bisa gitu dipisah cowok sendiri sama cewek sendiri? Ga nyaman tau diliatin"

"Cewek ribet banget sih, alay tau" salah satu anak cowok ikut membalas sahutan.

Seketika seluruh pandangan anak perempuan dikelas tertuju padanya dengan tatapan garang, semacam bilang "Kamu.Diam.atau.Saya.Jahit.Mulut.Kamu."

Arina masih duduk di bangkunya sambil menatap malas keributan sesaat tadi. Pandangannya beralih menuju jendela, menatap pemandangan diluar. Tepatnya ke lapangan.

"Mending lanjut nonton episode yang kemarin ah, sungguh"batinnya.

"Woy, langsung ke lapangan indoor! Udah ditunggu Pak Guru, anak cowok ayok! Disuruh nyiapin matras" Adit, ketua kelasnya berseru dari arah pintu kelas. Perawakannya tegap dengan gesture wajah ala-ala protagonis bijaksana kalau di anime/manga menurut Arina.

Tanpa protes, satu kelas langsung menuju lapangan indoor yang letaknya disamping gedung kelasnya. Setelah mereka pemanasan, mereka diberi contoh oleh Pak Guru dan dipersilahkan uji coba masing-masing sebelum dilakukan penilaian.

"Huh? Langsung dinilai?" ucapnya pelan, terheran.

"Minggu depan libur, tidak ada waktu lagi nanti. Kelas 12 kan sudah dekat mau ujian dan sebagainya nah kalian kena imbas sering BELAJAR DIRUMAH" jelas gurunya, sedikit menekan pada dua kata terakhir.

Serentak semuanya berseru girang, yang mereka dengar bukanlah 'belajar dirumah' melainkan 'Libur'. Dan yang membuat spesial adalah 'Libur di Hari Senin'. Hari sakral katanya.

Penilaian berlangsung cukup lancar, roll belakangnya bisa dibilang cukup sukses walau dia tidak bisa sikap akhiran dengan baik.

"Rin, ke kantin dulu yuh! Laper masa aku" ini Nita, bangkunya tepat didepan Arina dan termasuk dekat dengannya.

"Hmm, oke. Metabolismu gede juga ya, jam segini udah laper aja haha" candanya.

"Ish! Datangnya lapar itu tidak ada yang tau, kayak jodoh hehe"

"Alah, jodoh mulu. Kayak jodohmu juga lagi ngomongin kamu ha!"

Nita hanya membeli beberapa gorengan dan minuman botol, sedangkan Arina membeli beberapa snack dan permen untuk bekal 'anti-mengantuk' di pelajaran sejarah nanti.

"Udah Nit? Masih mau beli lagi? Ga sekali soto, siomay, nasi lengko sekalian?" goda Arina.

"Kamu kira aku apa makan sebanyak itu? Aku lapar terkondisikan yaaw!"mereka berdua tertawa, namun seketika Nita mengubah ekspresinya menjadi flat.

"Rin, tuh siapa yang datang" Nita menunjuk seseorang yang dimaksud dengan dagunya.

Arina terdiam, ikut membuat ekspresi flat seperti paham apa yang sedang dibicarakan Nita.

"Hah.." Arina menghela nafas,"Maaf ya Nit, kamu ke kelas sendiri dulu. Kalau tidak dihadapi nanti dia membuat keributan dikelas kita."

Nita mengangguk dan menyerukan semangat ke teman sekelasnya itu lalu berbalik badan pergi ke kelas meninggalkan Arina sendiri masih dengan wajah flat nya. Menghadapi *disaster hariannya.

"ARIIIIINAAAAAAA"seseorang itu berteriak cukup keras sambil lari-lari kecil kearahnya.

"Here we go again"ujarnya tanpa hati.

~>>Continued~>>

*fyi = for your information/perlu kamu ketahui

❀↡↡❀
Author's note :
Untuk mengawali aku pakai sudut pandang orang ketiga serba tahu, untuk selanjut-selanjutnya akan menyesuaikan dan bakal aku beri keterangan misal, Arin Pov.
Aku selalu mengapresiasi kritik dan saran selama bahasa yang digunakan sopan, dan akan berusaha membalas komentar kalian secepatnya/karena aku ga sering on wattpad/.
Kalau kalian suka cerita ini bisa like atau share ke teman-teman kalian yaa, update setiap hari sabtu setiap minggunya.
Oiya, panggil aja aku Jamur atau Masrom wkwk jangan 'Thor' nanti kena tuntut hak cipta/apasih ga lucu/

So, thank you!

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Mar 11, 2019 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

The Definition of MARUKStories to obsess over. Discover now