Prolog

33 6 0
                                        

"Yuk!"Ujar seorang cewek menaiki motor ninja seorang pria tinggi yang sudah siap di motornya.Si cowok tidak menjawab apa2 bahkan tidak bergeming sekalipun.Ia kemudian menyalakan motornya dan melesat membelah jalanan ibu kota.

Sesampainya di parkiran sekolah yang luas.Cowok itu memarkirkan motornya di sebelah pohon besar pojok parkiran.Si cewek turun maasih tetap menggunakan helmnya.Si cowok turun dan langsung melewati cewek itu tanpa berkata sepatah katapun sampai akhirnya tangan cewek itu menghentikan langkah si cowok.

"Apa?"Tanya si cowok datar.

"Lepasin dong"Ujar si cewek lembut sambil tersenyum ramah.Dan memberi aba-aba dengan matanya agar si cowok segera melepaskan helm yang masih terpakai di kepalanya.

"Gak"Ujar cowok itu singkat lalu berbalik hendak melangkah kembali meninggalkan gadis itu.Lalu di tahan lagi.

"Please!!"Rengek sang gadis dengan agyonya yang menggemaskan.Namun itu sama sekali tidak meluluhkan hati si cowok.Wajahnya kian datar.

"Lo bukan anak kecil lagi,gk usah manja!!Bisa lepas sendiri kan?"Ujarnya dengan sedikit nada tinggi lalu segera berbalik berlari meninggalkan gadis itu sendiri.

Satu tetes air mata berhasil lolos keluar dari matanya yang indah.Isakannya tak tertahankan walau tak terdengar keras.Ia melepaskan helm di kepalanya tanpa minat sedikitpun.Ia berlari tak berarah.Sekolah sudah mulai ramai dengan anak2 yang mulai berdatangan.Ia berlari mengusap pipinya yang basah dan matanya yang tek henti-hentinya mengeluarkan air mata.Ia tak peduli dengan tatapan heran banyak orang.Ia sedang hancur!!

Sampai akhirnya ia memasuki kamar mandi wanita yang sepi.Ia menutup pintu dengan keras dan terduduk di atas lantai depan pintu kamar mandi yang basah.Dia terisak dan kemudian tangisannya mengeras.Untung koridor itu maih sepi.Jadi tidak ada yang mendengar tangisan gadis itu.

"Hiks,hiks...kenapa?kenapa?kenapa?"Itu yang selalu ia katakan di tengah isakannya yang memburu.

"Kita pacaran.Tapi bahkan lo gk pernah bilang lo sayang sama gw.Kenapa??aaahhhh"Teriaknya meremas rambutnya keras menyisakan sisa2 rontokannya di tangan putihnya.Dia sedang hancur.
Sampai terdengar suara pintu kamar mandi di ketok.

"Diva,buka pintunya."

Hai Guys,this is my first story:)
I need your support untuk lebih baiknya karya ini🙂
Thnx:)Q udah bikin part 2nya silahkan langsung geser aja untuk tahu inti ceritanya:)Okay



Next.....

MungkinWhere stories live. Discover now