Prolog

20 2 0
                                        

Pagi ini andira bangun lebih pagi dari biasanya karena mendengar gedoran pintu kamarnya dan suara dhania ibunya yang sudah memanggil-manggil namanya berulang kali. Jam dinding baru menunjukkan pukul setengah lima pagi namun ibunya sudah berisik.

" Andira.... dira bangun ayo sholat subuh dulu!" Suara dhania sambil mengetok pintu kamar andira. Dhania sudah lama menunggu dira bangun namun hasilnya sudah diketok berulang kali tidak ada jawaban.

Andira membuka matanya, menurunkan selimut yang menutupi tubuhnya. Walaupun sangat berat rasanya untuk bangun pagi-pagi, namun untuk menghindari ceramahan ibunya ia akan memilih untuk bangun. Dengan langkah gontainya andira membuka pintu kamarnya.

" Ini udah bangun buk." Berdiri didepan pintu sambil mengucek matanya.

Dhania sudah memakai mukenanya sambil menenteng sajada miliknya. Dengan wajah tersenyum ia menyuruh dira untuk segera berwudhu dan langsung keruang sholat.

Setelah menyelesaikan kewajibanya dira memilih untuk meneruskan tidurnya. Karena sedang cuti dira selalu memanfaatkanya untuk istirahat dirumah dan berkumpul dengan keluarga serta sahabat-sahabatnya.

(Rumah keluarga andira)

Siang ini andira ada janji dengan sahabat-sahabatnya untuk berkumpul dirumah risa salah satu sahabatnya dan juga satu-satunya sahabatnya yang sudah menikah. Dari ketiga sahabatnya risa memang yang paling tua, dia lebih tua dua tahun dengan yang lainnya termasuk andira. Jadi sudah sepantasnya dia sudah menikah.

Andira turun dari kamarnya dengan memakai pakaian casualnya. Celana kulot panjang berwarna hitam dengan blouse bunga-bunga berwarna biru muda. Dira menghampiri kedua orang tuanya yang tengah makan siang diruang makan.

" Ibuk, Dira mau kerumah risa ya." Pamitnya sambil mencium punggung tangan dhania dengan membungkuk.

" Pulang sore ?" Dhania melihat kearah andira posisi duduk ditempatnya sambil memegang sendok.

" Iya. Udah lama engga kumpul, jadi lama nanti pulangnya." Menengok kearah dhania sambil berjalan kearah hanafi ayahnya yang tengah duduk dengan meminum kopi.
" Ayah, dira pamit ya!" Mencium punggung tangan hanafi.

" Ya udah hati-hati." Hanafi menjawabnya dengan tersenyum.
" Dira, mau pakai mobil ayah?"

Dira melihat kebelakang kearah sumber suara karena ia sudah berjalan menuju pintu depan rumahnya.

" Engga yah. Pakai mobil dira sendiri aja."
" Assalammualaikum."

" Waalaikumsalam."

***

( rumah risa)

Tiba didepan rumah risa, dira langsung memarkirkan mobilnya tepat disamping honda jazz berwarna putih milik mika, didepan mobilnya ada honda brio warna merah milik bela. Mungkin dira telat karena semuanya sudah berkumpul diruang tv. Dira masuk kedalam rumah.

" Assalammualaikum." Dira melangkah masuk sambil menjinjing tas berisi buah yang sempat ia beli disuper market sebelum kerumah risa.

" Waalaikumsalam. Ibu pramugari yang sukanya telat!" Jawab bela langsung melihat kearah andira dengan senyum jahil diwajahnya.

" Iya. Iya, maaf tadi bangunnya kesiangan ibu-ibu sekalian." Dira langsung duduk disebelah mika, tidak lupa menaruh buah yang dia bawa diatas meja.

JodohkuWhere stories live. Discover now