Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.

Rumah

59 2 0
                                        

Hmmm aku tak tau harus memulainya dari mana, ini agak rumit! Ini adalah sebuah kesalahan. Aku tidak akan mengatakan dimana, atau kapan. Aku hanya akan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi..

Saat itu pukul 01.45 aku dan tim ku akan melakukan riset kecil terhadap rumah kosong yang ada di kota kami, jadi kami berkumpul di alun-alun kota kecil kami. Jarak antara alun-alun dan rumah tersebut tidaklah jauh, hanya beberapa meter saja! Sekitar 8 atau 10 meter saja. Dengan bermodalkan 2 buah kamera perekam dan alat-alat yang akan kami butuhkan.

Dulunya rumah itu ditempati oleh seorang perempuan gipsi tua, dan dia agak aneh! Mungkin gila, aku tidak tau. Yang aku tau kata orang-orang tua kami dulu, sekitaran tahun 80-an mungkin pernah ada seorang anak dirumah itu, namun suatu hari anak itu menghilang secara misterius, kepolisian disini menganggap bahwa anak itu mati, tapi tidak menemukan mayatnya. Dia hilang begitu saja! Sejak hari itu menjadi semakin aneh, banyak anak-anak yang menghilang begitu saja. Yang tercatat katanya ada 13 anak hilang di kota kami secara bertahap atau pertahun, agak berlebihan atau kebetulan semua terhenti pada tahun 1999! Hal ini bertepatan dengan kematian perempuan tua itu. Tak lama kemudian rumah itu ditinggalkan begitu saja. Hanya itu yang aku ingat.

***

Well, kami bukan tim pencari hantu, hanya menikmati saja sebagai hiburan penghilang bosan. Saat itu kami bertiga, ya Aku, Dendy, dan Eva. Dengan berbekal kamera dan alat perekam yang kami bawa kami pun siap berpetualang ke rumah tersebut.

"Hey! Hey! Apa kita kan masuk sekarang?" Eva memecahkan keheningan

"Belum, ini masih jam 2 pagi. Tunggu lah sampai jam 3!" Jawab Dendy

"Mengapa harus jam 3? Bukankah lebih cepat lebib baik?" Sanggah Eva

"Kata orang jam 3 adalah detik-detik bagi para hantu dan segala aktivitas paranormal lainnya muncul, katanya para iblis, setan, dan hantu  akan melakukan aktivitasnya pada jam tersebut. Aku membaca salah satu artikel! Dan katanya itu suatu simbol penghinaan terhadap tuhan" jawabku

"Ohh, aku rasa kau terlalu banyak membaca situs horor" sambung Eva

03.01 am

Kami menghidupkan kamera dan mulai merekam segala aktivitas kami hingga selesai nanti, "hmm, baiklah kita mulai! Haii! Saat ini kami bertiga, Aku, Dendy, dan Eva! Akan memulai misi penting kami malam ini". Kamera merekam 'apapun' yang terjadi pada saat itu. Kami mendekati pintu tua bercat putih, hanya saja pintunya terkunci "Argghh!! Sial sekali, pintunya terkunci!" Gerutu Dendy

"Bagaimana ini" jawabku

"Apanha yang bagaimana? Kau tau, kali ini tuhan bersama kita! Kau lihat jendela-jendela itu, siapa yang tau bahwa itu mungkin tidak terkunci!"

"Ohh, tidak tidak! Hey!! Apa kau gila?! Bagaimana kalau kita ketahuan?! Kita akan dapat masalah!!!" Bentak Eva

"Pulanglah jika tak ingin masalah, dasar wanita" sahut Dendy

"Sstt!! Diamlah! Kalian lah yang akan menyebabkan masalah jika tidak bisa diam!"
Sahut ku. "Kita haru masuk, dan kita akan masuk dengan atau tidak melalui pintu"

Kami mulai berpencar memeriksa jendela-jendela yang ada disana, namun semua di paku dari luar dan dikunci dari dalam!

"Hey!! Teman-teman! Disini ada jendela yang mungkin bisa kita masuki!" Kata Eva memanggil ku dan Dendy

Aku dan Dendy langsung menuju ke tempat dimana Eva berada, dan kami melihat jendela dengan lubang kaca bekas lemparan mungkin. Beruntung kami punya lubang itu, Dendy mengulurkan tangannya kedalam dan membuka kunci, dan Aku masih menjadi cameraman dibelakang sini.

Klik!

Jendela tersebut terbuka. Dan kami bertiga masuk kedalam rumah tua itu.

Saat didalam kami menyadari bahwa kami berada di dapur atau ruang makan sepertinya. Aku masih dengan kameraku, kami mulai berjalan di atas lantai papan tua yang berderik.

"Tak ada apa-apa disini!" kata Dendy

"Yah, mungkin saja mereka masih malu. Hahahah" sahutku

"Hei apa kalian sudah gila. Jangan memintanya untuk muncul" sambung Eva

"Eva! Aku rasa kau kembali saja kerumah mu yang penuh boneka dan pergilah untuk minum teh bersama mereka!!" kesal Dendy

Kami berjalan hingga menjumpai ruang tamu yang dipenuhi perabot tua. Dan disudut kanan ruangan itu terdapat tangga untuk naik keatas

"Hei hei!" sahutku mengisyaratkan kepada kedua temanku
"Tunggu apalagi?!" jawab Dendy

Kami mulai naik keatas. Sesampainya diatas kami menemukan dua buah bilik kamar yang saling berhadapan dan salah satu kamar itu terkunci. Membuat kami semakin ingin mengetahui apa yang ada dibalik kamar yang terkunci itu.

"Ayo kita membuka pintu ini!" tantang Dendy

Kami mencoba membuka pintu secara paksa namun tidak berhasil. Karena aku rasa pintu itu terkunci dengan baik!

"Hei, ayo coba cari alat yang bisa membukanya" Jawabku

"Ya! Aku setuju" timpal Dendy

"Haruskah kita membukanya? Bukankah ini sudah terlalu jauh?! Aku merasa tidak nyaman dirumah ini" jawab Eva sambil memeluk dirinya sendiri

Aku dan Dendy tidak memperdulikan pa yang dikatakan Eva. Kami turun ke lantai bawah untuk mencari apakah ada benda yang bisa digunakan untuk membuka kamar itu, dan beruntungnya kami menemukan linggis di dapur rumah itu. Kami bertiga langsung naik keatas dan membuka pintu kamar tadi.

"Arghh!"

Krak!!

"Berhasil terbuka!" jawabku

Aku membuka pintu itu perlahan

***

Saat kami masuk kedalam, kamar itu terasa memiliki aura yang berbeda. Disaat itulah mungkin aku menyadari kalau kami bukan-bukan! Tapi aku berbuat suatu kesalahan!

Entah apa yang merasuki ku, aku mulai terbiasa dengan bau ruangan ini, yaaa bau genangan darah!

Aku memulai sesuatu yang seharusnya aku lakukan sendirian

***

Didalam kamar tersebut kami menjumpai beberapa bekas tanda pemujaan terhadap setan. Lautan darah berceceran dengan pentagram dilantai yang digambar menggunakan lilin berwarna putih. Kami juga menemukan buku-buku yang membahas tentang pemujaan tersebut.

Kami melanjutkan investigasi kami lebih jauh. Dalam kamar tersebut terdapat sebuah ruang kecil dengan betapa terkejutnya aku, Tidak! Aku menemukan dua tubuh tergantung dan tanpa kepala.

"Ini benar-benar salah! Kita keluar sekarang!" bentak Eva

"Hei! Kita belum menemukan segalanya. Ini hanya sebagian kecil saja. Ayolah Eva!" tegas Dendy

"Hey! Hey! Kalian seharusnya tak disini harusnya ku pindahkan mereka dari awal!" kataku menyeringai menatap dua mayat tersebut

Sial! Merepotkan bahkan ketika mereka sudah mati

Tidak!! Harusnya tidak ada kami, ini hanya aku, aku bekerja sendirian yaa sendirian

Lalu siapa mereka? Eva? Gadis yang ku kuliti? Atau Dendy, pria yang ku kulucuti kukunya?

Siapa mereka?

Siapa aku? :)


Creepy Stuff : PosedereStories to obsess over. Discover now