01. Tidak niat sama sekali

15 0 0
                                        

01 Januari 2015

Tahun yang baru diawali Welin dengan senang dan bersahaja, pasalnya pada hari pertama di tahun yang baru banyak harapan yang dipanjatkan orang orang dari seluruh dunia untuk hidup baru ini yang bisa membuat hidup mereka kedepannya bisa lebih baik lagi.

Disinilah Welin berada, disebuah toko buku yang berada di kawasan Mall di daerah Jakarta, menyaksikan begitu banyak barang barang berharga didepannya... dan itu Buku.

Welin sangat suka membaca bahkan untuk harapan hidup kedepannya seperti yang oranglain panjatkan pada permulaan tahun seperti hariinipun Welin tidak mempunyainya, yah hidupnya datar seperti tidak memiliki fikiran apa apa.

"mba, saya mau nyari buku ini, kirakira di toko ini ada gak ya?"
Tanya Welin kepada salahsatu penjaga di toko tersebut.

"ooooh buku biografinya alm. John Lennon? Sebentar ya mba saya cek dulu" Lalu petugas toko tersebutpun berlalu meninggalkan Welin untuk mencari buku yang Welin cari.

Beberapa saat kemudian...

"Maaf mba, buku ini sedang tidak ada di toko kami, dan memang sudah susah untuk mencari buku ini, karena terbitannya sudah lama"

"hhhh yasudah terimakasih mba"
Welinpun hanya bisa pasrah saat mendengar penuturan petugas toko tersebut.

Saat Welin sedang memilih milih buku apa yang akan dia baca selanjutnya, Welin melihat seorang laki-laki di pojok ruangan toko buku tersebut, Welin adalah pengunjung tetap toko buku itu dan diapun sudah menjadi member disana, tentunya membuat Welin sering untuk datang kesana dan bahkan sudah hapal dengan wajah petugas-petugasnya.

Namun memang ada yang berbeda dengan laki-laki yang sedang Welin lirik ini, dia adalah satu-satunya petugas toko yang tidak samasekali melakukan pekerjaannya dengan baik menurut Welin, karena laki-laki tersebut hanya akan berbicara bila ada pengunjung yang bertanya, dalam artian dia tidak pernah berbicara ataupun beramah tamah dengan pengunjung seperti yang dilakukan oleh petugas lainnya.

Dan yang parahnya lagi, saat tokonya sedang sepi, laki-laki tersebut selalu saja membaca buku di pojokan ruangan, dan Welin tiba-tiba memiliki sebuah ide agar dapat bicara dengan manusia yang menurutnya aneh itu.

"mas"
Welin langsung memanggil laki-laki tersebut mengikuti kata hatinya.

"iya ada apa?"
Jawab si manusia aneh itu.

'tuhkan gak sopan dasar, emang bosnya gak tau apa kelakuan dia, masa sama pelanggan jutek banget ngomongnya irit'
Kata hati Welin yang udah komat kamit sendiri.

"mas disini tuh bisa gak sih kalo misalnya ada pelanggan yang mau request buku gitu?"

"oh itu, bisa kok mba"

'yess kena kamu'

"boleh mas saya mau request buku ini dong, soalnya tadi saya tanya ke mba mbanya katanya bukunya sedang tidak ada lalu memang nyarinya susah banget, saya gak mungkin cari buku itu sendiri, soalnya saya kan gatau menau soal distributor buku gitu"

"kalau gitu tunggu sebentar, biar aku infokan ke teman aku yang punya tugas buat nyari nyari buku"

"eh eh engga mas engga, saya minta tolongnya sama mas kan"
Sebenernya Welin juga bukan orang seperti ini sebelumnya, gatau darimana dia bisa berperilaku begini.

"aku disini hanya karyawan biasa aja, jadi biar aku panggilin aja ya yang lebih berpengalaman"
Jawaban petugas toko itupun membuat Welin salah tingkah, karena pasti kalau karyawan toko yang lain tau kalau Welin minta tolong seperti ini pasti akan ditolak mentah mentah nih.

"yaudah mas tapi mau gak bantuin saya?"

"mau sih"

"hih jawabnya aja gak meyakinkan gitu, yuk salaman kalau gitu"

Laki-laki itupun menyambut uluran tangan Welin, mereka DEAL.

"walau bagaimanapun saya minta tolong sama mas, bisa atau engganya toko ini dapetin buku yang saya cari tapi mas harus berusaha sendiri juga, DEAL!".

"Apa apaan"

ㅠㅠ

hers.Where stories live. Discover now