Akhirnya aku tunduk pada jarak
Seberapa-pun banyak langkah aku tempuh, tak nampak ujung jalan
Seberapa kuat aku kayuh tak nampak ujung horizon
Meski siluet wajahmu tepat dipelupuk mata
Dan hembusan nafasmu menerpa-nerpa wajahku
Engkau masih jauh dari jangkauanku
Aku menatap tajam cakrawala di bukit sabana
Menangkapi angin yang membawa nada-dana
Mencoba memahami pohon-pohon nyinyir berirama
Membujukku untuk menjauh dari pintumu dengan membawa berjuta pilu
Tak rela aku menjauh
Lalu kumakan semua pilu itu, kunikmati tiap lumatan
Sambil bercucuran peluh mata, pilu-pilu itu meng-aku
Kuseret berat langkah kakiku dari sabana-mu
Menyibak rumput-rumput yang mulai menguning
Menunggu belas-kasihan sang hujan
Aku merasakan kehausanmu wahai rumput penghuni sabana
Kuhamburkan kenestapaan pranaku pada langit
Kuserahku jiwaku pada cakrawala
Biarlah aku duduk diam menikmatimu dari jarak ini
