Seorang anak yang berusia sekitar 12 tahun sedang duduk dan melukis di sebuah taman yang sangat indah, dan di sini ada banyak sekali bunga bunga, dan kupu-kupu yang berwarna-warni.
Tiba -tiba ada se-ekor kupu-kupu yang sangat indah menghampirinya. Kupu-kupu iti berwarna unggu yang bercampur dengan hitam. " Hei kupu-kupu mau kah kamu menemaniku di sini ? Elin baru pindah ke komplek ini, dan elin belum mempunyai teman sama sekali, elin merasa sangat kesepian. Ya mau ya jadi temannya elin " senyum terukir di bibir indahnya. Lalu ia mendekati kupu-kupu itu secara pelan pelan. Agar kupu-kupu itu tidak pergi meninggalkannya. " Uwau ! Kamu kupu-kupu yang manis. Hmmm.. Yap ! Sangat cocok. Elin namai kamu violet karena kamu berwarna unggu. Huaa kamu sangat indah sekali violet. Violet mau kan nemani elin melukis di sini ? Pokoknya mulai sekarang violet jadi teman elin yaa ! Ohya perkenalin namaku Zeline Zakeisha yang mempunyai arti penghuni surga berwajah cantik " anak itu tersenyum bahagia. Lalu ia melanjutkan melukisnya.
" Violet sayap mu sangat indah. hmmm seandainya saja kamu bisa minjamin ke elin sayapmu itu. Sebab elin sangat inginnn... Sekali terbang. Elin pengen ketemu sama tinkerbell dan teman - teman biar elin ga kesepian lagi heheh " lalu ia menidurkan tubuhnya di bunga - bunga itu.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Tap... tap... Tap...
Elin merasa terganggu karena mendengar suara langkah kaki orang berlari mendekatinya. " Syapa itu ? " terlihat raut wajah ketakutan di wajah elin. Namun elin melihat ada seorang anak laki - laki bersembunyi di balik pohon dan ia mengisyaratkan kepada elin untuk tetap diam.
Tiba tiba datanglah 4 orang anak laki laki berusia sekitar 14 tahun menghampirinya " hei bocil ! Liat anak cupu ga lewat sini ? Ciri - cirinya pake jeket berwarna dongker dan make tas warna hitam " tanya mereka. " Um... Elin liat bang " anak laki - laki yang bersembunyi itu langsung terkejut mendengar pernyataan elin. Dalam hatinya berkata " Awas aja tuh anak kalo gue sampe ketahuan sama kelompok bulldog itu " ia menggepalkan tanganya namun ia tidak beranjak satu langkahpun dari tempat persembunyiannya sekarang. " Itu bang anak yang abang cari lari ke arah sana ! Ciri - cirinya sama seperti yang abang sebutkan tadi ! Elin beneran liat ! " ucapnya sambil menunjuk jalan sebelah kanan. " Ayo teman teman kita kejar dia ! Jangan sampe lolos lagi ! Ayo cepat ! " Ujar salah satu dari mereka. Lalu mereka pergi meninggalkan taman itu.
" Ayo keluarlah! teman - teman kakak sudah pergi " ucap elin sambil menghampiri anak laki - laki yang bersembunyi di balik pohon itu. Anak laki - laki itu keluar dari balik pohon itu " Hum.. Makasih udah nolongin gue " ucap anak laki - laki itu " Heh iya kak sama sama heheh. Itu kan udah jadi kewajiban manusia untuk saling menolong kak, elin hanya membantu kakak sedikit " ucap elin sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. " Tapi kok lo ga bantuin mereka tadi ? Katanya sesama manusia wajib saling menolong. Bisa aja tuh lo ngasih tau di mana gue sembunyi " ujar anak laki - laki itu sambil menaikan sebelah alisnya. " Tapi kan mereka orang jahat kak, makanya ga elin bantuin" ucap elin. " Eh btw nama gue Kevin Ardana Abiputra bisa di panggil kevin. Dan nama lo syapa ? " sambil mengulurkan tangannya " Eh.. Namaku Zeline Zakeisha. Panggilnya elin aja ya " elin menjabat tangan kevin dan senyumpun terukir di bibir mereka berdua Tiba tiba kevin menarik tanganya " Eh maaf elin gw harus pulang sebabnya lagi ada banyak urusan. Besok kita ketemu di sini lagi tepat jam 4 sore ada banyak hal yang ingin gw omongin sama lo " ucap kevin secara tergesa - gesa. Elin menahan lengan kevin " EH.. Tunggu dulu kak " elin mengeluarkan sebuah plester dari tas kecilnya. " Ini pasti sakit banget ya ?" terlihat ada sedikit luka di ujung bibir kevin.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
" Elin obatin dlu ya kak. Ntar mama papa kakak bisa marah dan kecewa gara - gara tau kalo kakak habis berantem sama temen kakak " ucap elin sambil menempelkan pelester itu. Elin sedikit kesusahan ketika menempelkan pelester tersebut karena tinggi badan mereka yang lumayan jauh. Namun dengan menjinjit akhirnya pelester itu menempel dengan sempurna di tepi bibir kevin. " Nah selesai ! " " Makasih elin, tapi sayangnya mereka bukan teman gw dan percuma lo kasih ni luka plester tetap aja ketahuan, goblok ! Dah gw ga da waktu. Dan gw harus pulang" ucapnya "Dadah elin" sekilas kevin mengusap kepala elin dan langsung pergi lari. " IH ...... ELIN GA GOBLOK TAU !!!" teriak elin dari kejauhan. " GA GOBLOK MEMANG TAPI TOLOL HAHA " balas kevin dari kejauhan.